Aktivis Filsafat Logika Berpikir Kecam Klaim DLH Banyuwangi. TPS3R Jangan Dijual dengan Narasi Surga
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.
Menurut Raden Teguh, penegasan bahwa TPS3R “tidak menimbulkan bau”, “tidak ada keluhan warga”, dan “dikelola sesuai SOP” adalah narasi administratif yang miskin pembuktian publik. Rabu. 4 Februari 2026. Di Perumahan Adimas Sobo.
“Dalam logika berpikir, pernyataan tanpa data terbuka bukanlah fakta, melainkan sugesti kekuasaan,” tegasnya. Ia menilai, perbandingan terus-menerus antara TPS3R dan TPA justru menjadi pengalihan isu. Substansi persoalannya bukan soal istilah, melainkan dampak nyata terhadap lingkungan dan sosial warga sekitar.
“Rakyat tidak hidup dari definisi, tapi dari pengalaman. Bau, kebisingan, residu, dan lalu lintas sampah adalah fakta lapangan, bukan teori di ruang rapat,” kata Raden Teguh dengan nada keras.




Raden Teguh juga mengkritik penggunaan penghargaan Adipura dan plakat nasional sebagai legitimasi moral proyek.
“Prestasi simbolik tidak otomatis menghapus potensi kegagalan di lapangan. Menggunakan penghargaan sebagai tameng kritik adalah bentuk arogansi kebijakan,” ujarnya.
Ia mempertanyakan klaim “tidak ada keluhan warga” yang disampaikan DLH. Menurutnya, klaim tersebut harus dibuktikan dengan mekanisme pengaduan publik yang transparan, audit lingkungan independen, serta keterlibatan warga sejak tahap perencanaan, bukan sekadar sosialisasi sepihak.
“Jika suara warga absen, itu bukan berarti warga setuju. Bisa jadi mereka tidak diberi ruang,” tambahnya.




Lebih jauh, Raden Teguh menegaskan bahwa pembangunan TPS3R di dekat permukiman tanpa persetujuan sosial yang kuat berpotensi menciptakan konflik laten.
“Kebijakan yang memaksa logika birokrasi di atas logika rakyat adalah bibit ketidakadilan ekologis,” ujarnya.
Ia menutup kritiknya dengan pernyataan tajam. “Pengelolaan sampah bukan soal teknologi dan SOP semata, tapi soal etika kekuasaan. Selama pemerintah lebih sibuk membela proyek daripada mendengar rakyat, maka TPS3R berisiko berubah dari solusi lingkungan menjadi monumen kegagalan logika berpikir.”
(Redaksi)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati