Cuaca
Memuat cuaca...
Berita

Benjamin Kristianto Anggota DPRD Jatim Merajut Silaturahmi WJI–WBI Menuju Perlawanan Nyata Atas Stunting di Jawa Timur

Benjamin Kristianto Anggota DPRD Jatim Merajut Silaturahmi WJI–WBI Menuju Perlawanan Nyata Atas Stunting di Jawa Timur
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

Sidoarjo — Media Indonesia Times |Kebhinekaan menemukan relevansinya ketika ia bergerak menjawab persoalan nyata. Itulah semangat yang mengemuka dalam Silaturahmi Warga Zaya Indonesia (WJI) dan Warga Batak Indonesia (WBI) bersama DPRD Tingkat I Provinsi Jawa Timur yang digelar di Hotel Halogen Juanda, Sidoarjo, Minggu (1/2/2026).

Di ruang pertemuan itu, persaudaraan lintas identitas tidak berhenti pada simbol, tetapi diarahkan menjadi kekuatan sosial untuk memperkuat keluarga dan menyelamatkan masa depan anak-anak Jawa Timur dari ancaman stunting.

Kegiatan ini menjadi titik temu antara masyarakat dan pembuat kebijakan dalam suasana dialog yang terbuka dan substansial.

Mengusung talk show bertajuk “Sosialisasi Peningkatan Ekonomi Keluarga terhadap Penurunan Angka Stunting”, WJI dan WBI menempatkan isu stunting dalam kerangka yang lebih luas: sebagai persoalan struktural yang berkaitan erat dengan ketahanan ekonomi rumah tangga, akses pengetahuan, dan kualitas pengasuhan.

Dr. dr. Benjamin, Pembina WJI dan WBI Jawa Timur sekaligus Anggota DPRD Tingkat I Provinsi Jawa Timur, menegaskan bahwa penanganan stunting menuntut pendekatan yang lebih berani dan menyeluruh.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada pimpinan serta seluruh pengurus WJI dan WBI yang dinilainya telah berhasil menghadirkan forum yang bukan hanya seremonial, melainkan bermakna strategis.

“Jika kita ingin berbicara tentang masa depan Jawa Timur, maka kita harus mulai dari dapur keluarga. Di situlah kualitas generasi ditentukan,” ujar Dr. Benjamin dengan nada tegas.

Menurutnya, stunting kerap dipersempit sebagai isu kesehatan semata, padahal akar persoalannya jauh lebih kompleks. Lemahnya ekonomi keluarga, rendahnya literasi gizi, serta terbatasnya akses terhadap layanan dasar menjadi mata rantai yang saling berkaitan. Karena itu, penguatan ekonomi keluarga harus ditempatkan sebagai fondasi utama dalam setiap kebijakan pencegahan stunting.

Forum silaturahmi ini memperlihatkan bagaimana komunitas dapat berperan sebagai mitra strategis pemerintah. WJI dan WBI, dengan basis anggota yang kuat dan beragam, dinilai memiliki modal sosial yang besar untuk mendorong perubahan dari tingkat paling bawah.

Solidaritas, gotong royong, dan kepercayaan antarwarga menjadi kekuatan yang tidak bisa dihasilkan oleh kebijakan administratif semata.

Sepanjang diskusi, para peserta terlibat aktif dalam membedah persoalan yang mereka hadapi sehari-hari. Cerita tentang sulitnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan pemenuhan gizi anak mengalir tanpa sekat.

Dari forum ini tergambar dengan jelas bahwa stunting bukan persoalan angka statistik, melainkan realitas hidup yang dihadapi banyak keluarga. Di sinilah nilai kebersamaan menemukan makna praktisnya. Perbedaan latar belakang budaya yang hadir tidak menjadi jarak, melainkan memperkaya perspektif dan memperkuat empati.

Silaturahmi ini menegaskan bahwa kepedulian sosial tidak mengenal batas identitas, selama tujuan yang diperjuangkan adalah kemanusiaan. Lebih dari sekadar pertemuan, kegiatan ini membangun kesadaran kolektif bahwa penanganan stunting membutuhkan konsistensi dan keberanian untuk bergerak bersama.

Pemerintah menyediakan arah kebijakan, komunitas menggerakkan masyarakat, dan keluarga menjadi garda terdepan perubahan.

Melalui silaturahmi WJI dan WBI bersama DPRD Jawa Timur ini, pesan yang disampaikan menjadi sangat jelas: kebersamaan yang bekerja adalah kebersamaan yang mampu melahirkan solusi. Dari ruang dialog yang sederhana, lahir tekad untuk menjaga masa depan anak-anak karena dari merekalah kualitas bangsa akan ditentukan. (Bagas)

Id
Penulis Idham Holid
Id
Editor Idham Holid

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN