Dari Banjar Sugihan Untuk Jawa Timur: Lilik Hendarwati Tegaskan Aspirasi Rakyat Tak Perlu Menunggu Reses
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.
Di hadapan warga, Lilik Hendarwati menegaskan bahwa reses bukanlah seremoni formal belaka, tetapi wujud tanggung jawab moral dan politik untuk hadir, mendengar, serta memperjuangkan kebutuhan masyarakat di daerah pemilihan. Ia menekankan bahwa pintu aspirasi selalu terbuka, bahkan di luar masa reses.
“Kantor kami di Indrapura terbuka bagi siapa pun yang ingin menyampaikan persoalan atau aspirasi. Tidak perlu menunggu reses. Silakan datang, kami siap menerima dan menindaklanjuti,” tegasnya.
Ia menjelaskan, dalam satu masa sidang setiap anggota DPRD Provinsi Jawa Timur hanya memiliki enam titik reses. Sementara itu, Kota Surabaya memiliki 31 kecamatan dan 156 kelurahan. Keterbatasan titik inilah yang membuat setiap pertemuan langsung dengan warga menjadi sangat berharga dan harus dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi secara maksimal.




Dalam dialog interaktif yang berlangsung dinamis, warga menyampaikan sejumlah persoalan, terutama terkait belum meratanya bantuan sosial. Menanggapi hal tersebut, Lilik menekankan pentingnya pembaruan dan validasi data penerima bantuan seperti KIP, PIP, dan berbagai program sosial lainnya agar benar-benar tepat sasaran.
“Permasalahan bantuan yang belum merata harus menjadi perhatian bersama. Kuncinya ada pada pembaruan data agar yang menerima benar-benar warga yang membutuhkan,” ungkapnya.
Menurutnya, pengurus RT dan RW merupakan pihak yang paling memahami kondisi riil masyarakat. Karena itu, peran mereka sangat vital dalam memastikan data yang disampaikan kepada pemerintah akurat dan mutakhir. Sinergi antara warga, perangkat lingkungan, dan pemerintah menjadi fondasi utama terciptanya kebijakan yang adil dan efektif.
Seluruh aspirasi yang dihimpun dalam reses ini, lanjut Lilik, akan dicatat dan diperjuangkan dalam pembahasan APBD. Jika usulan tersebut menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pihaknya akan mendorongnya masuk dalam program dan penganggaran provinsi. Sementara untuk hal-hal yang menjadi ranah Pemerintah Kota Surabaya, ia memastikan akan berkoordinasi dengan anggota DPRD Kota agar tetap mendapatkan tindak lanjut.




Sebagai anggota Komisi C yang membidangi keuangan dan perbankan, Lilik juga menyoroti pentingnya penguatan ekonomi keluarga melalui pemberdayaan UMKM. Ia mendorong warga memanfaatkan kemudahan perizinan usaha serta akses permodalan melalui Bank Jatim dan BPR Jatim, sehingga pelaku usaha kecil dapat berkembang lebih profesional dan berdaya saing.
Reses di RW 4 Banjar Sugihan ini menjadi penegasan bahwa demokrasi tidak berhenti di ruang sidang. Ia hidup dalam dialog, tumbuh dalam partisipasi, dan menemukan maknanya ketika aspirasi rakyat benar-benar diperjuangkan. Dari Banjar Sugihan, semangat kolaborasi antara warga dan wakil rakyat kembali diteguhkan demi Jawa Timur yang lebih adil, sejahtera, dan inklusif. (Bagas)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati