Cuaca
Memuat cuaca...

Guru MTsN 8 Banyuwangi Tampilkan Tari Gandrung Lanang pada Gebyar Jalan Sehat HAB ke-80 Kemenag RI

Guru MTsN 8 Banyuwangi Tampilkan Tari Gandrung Lanang pada Gebyar Jalan Sehat HAB ke-80 Kemenag RI
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

BANYUWANGI – Gilang Ilham, guru seni budaya Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 8 Banyuwangi yang berlokasi di Kecamatan Genteng, tampil memukau dalam Gebyar Jalan Sehat dan Pameran UMKM pada Minggu, 4 Januari 2025. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Bazar UMKM dalam rangka peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia. Acara yang mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju” ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, ASN Kementerian Agama, pelaku UMKM, serta lembaga pendidikan madrasah. Salah satu penampilan yang menarik perhatian pengunjung adalah Tari Gandrung yang dibawakan oleh Gilang Ilham. Menariknya, tarian Gandrung yang ditampilkan bukan Gandrung perempuan sebagaimana yang umum dikenal saat ini, melainkan Gandrung lanang yang ditarikan oleh seorang laki-laki. Hal tersebut merujuk pada sejarah awal Tari Gandrung Banyuwangi yang pada mulanya memang dibawakan oleh penari laki-laki, salah satunya tokoh Gandrung lanang yang dikenal dalam sejarah kesenian lokal Banyuwangi. Gilang Ilham menyampaikan bahwa penampilan tersebut dimaksudkan sebagai upaya edukasi budaya kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar memahami akar sejarah seni tradisi Banyuwangi. “Gandrung lanang adalah bagian penting dari sejarah kebudayaan Banyuwangi yang perlu terus dikenalkan,” ujarnya. Sementara itu, Kepala MTsN 8 Banyuwangi menyampaikan bahwa pihak madrasah secara konsisten mendorong pelestarian seni dan budaya lokal melalui kegiatan pembelajaran maupun partisipasi dalam acara publik. Menurutnya, keterlibatan guru dan siswa dalam kegiatan kebudayaan merupakan bagian dari penguatan karakter dan identitas budaya di lingkungan madrasah. “MTsN 8 Banyuwangi berkomitmen menjadi madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif dalam pelestarian seni dan budaya daerah,” tegasnya. Melalui kegiatan ini, peringatan HAB ke-80 Kementerian Agama RI tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga wadah sinergi antara nilai keagamaan, kebudayaan, dan pemberdayaan ekonomi umat melalui UMKM.

(Red)

Id
Penulis Idham Holid
Id
Editor Idham Holid

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN