Negara Menghargai Pengabdian, Polrestabes Surabaya Teguhkan Komitmen Kemanusiaan dan Perlindungan Korban
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.
Sebanyak 89 anggota Polri menerima Satya Lencana Pengabdian sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, loyalitas, dan konsistensi mereka dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Penghargaan tersebut menjadi simbol kehadiran negara melalui kerja-kerja tulus aparat kepolisian yang kerap berlangsung dalam senyap, namun berdampak besar bagi rasa aman publik.
Dalam amanatnya, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan menyampaikan penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel penerima tanda kehormatan. Ia menegaskan bahwa Satya Lencana Pengabdian bukan sekadar atribut atau simbol seremonial, melainkan bentuk pengakuan negara atas pengorbanan, integritas, dan keteguhan anggota Polri dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan masyarakat.
“Penghargaan ini adalah pengakuan atas kerja keras, ketulusan, dan konsistensi saudara-saudara dalam melayani masyarakat. Negara hadir dan menghargai pengabdian tersebut,” tegas Kapolrestabes.




Dalam kesempatan yang sama, Kapolrestabes Surabaya juga melantik pejabat Kasatres PPA dan Kasatres PPO. Kepada para pejabat yang baru dilantik, ia menekankan bahwa amanah yang diemban memiliki dimensi kemanusiaan yang sangat kuat. Tugas tersebut menuntut empati, kepekaan sosial, serta tanggung jawab moral yang besar dalam memberikan perlindungan kepada perempuan, anak, dan kelompok rentan yang membutuhkan kehadiran negara secara nyata.
Pelantikan Satres PPA dan PPO ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan strategis Polri secara nasional. Kapolrestabes mengingatkan bahwa Kapolri telah meresmikan pembentukan Direktorat PPA-PPO di tingkat Polda serta di 22 Polres di seluruh Indonesia sebagai langkah konkret memastikan Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
Menurut Kombes Pol Luthfi, kehadiran Satres PPA dan PPO harus mampu memberikan rasa aman, keadilan, serta harapan bagi para korban. Korban, khususnya perempuan dan anak, harus merasakan bahwa negara hadir mendampingi mereka dan tidak membiarkan mereka berjalan sendiri dalam menghadapi proses hukum yang sering kali berat secara psikologis.
Dalam pelaksanaan tugas, Kapolrestabes menegaskan sejumlah prinsip dasar yang wajib menjadi pegangan. Penanganan perkara harus dilakukan secara profesional, menjunjung tinggi hak asasi manusia, serta mengedepankan empati terhadap korban tanpa mengabaikan kepastian hukum.




Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah daerah, lembaga terkait, serta elemen masyarakat. Transparansi, integritas, dan pendekatan humanis dinilai menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan publik sekaligus menghadirkan perlindungan yang nyata dan berkeadilan.
Upacara penyematan Satya Lencana Pengabdian dan pelantikan pejabat tersebut menjadi penegasan komitmen Polrestabes Surabaya dalam memperkuat pelayanan kepolisian yang berorientasi pada kemanusiaan, keadilan, serta rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat, sejalan dengan semangat Polri Presisi. (Bagas)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati