SISWI KRITIS, KOMUNIKASI DIPERSULIT, SIRNANYA WAJAH KEMANUSIAAN DALAM DUNIA PENDIDIKAN.
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.
Herman Sjahthi, S.H., M.Pd., CBC. (Rakyat Biasa)
RADARBLAMBANGANNEWS. COM, | Ketika seorang siswi sedang kritis dan terkapar di rumah sakit akibat pendarahan, sementara keluarganya membutuhkan komunikasi dengan pihak sekolah, sungguh ironis apabila untuk mendapatkan nomor WhatsApp Kepala Sekolah saja harus melalui perjuangan yang begitu panjang. Dalam kondisi seperti ini, tidak pantas keluarga dibuat berputar-putar menghadapi tembok birokrasi. Ini bukan sedang meminta fasilitas pribadi, bukan meminta keistimewaan, dan bukan pula meminta belas kasihan. Ini menyangkut seorang anak didik yang sedang menghadapi kondisi serius. Kalau pada saat seperti ini akses komunikasi saja begitu sulit, publik berhak mempertanyakan: di mana wajah kemanusiaan dalam pelayanan pendidikan?
Lebih miris lagi apabila menghubungi beberapa guru yang berkaitan dengan persoalan siswi tersebut terasa seperti mengetuk pintu istana yang dijaga berlapis-lapis. Orang tua dan pihak yang sedang memperjuangkan kepentingan anak jangan dipaksa berada dalam posisi seperti seorang pengemis yang memohon belas kasihan dari seorang tuan. Guru bukan penguasa dan kepala sekolah bukan raja. Mereka adalah aparatur pendidikan yang memiliki tanggung jawab moral dan profesional terhadap peserta didik. Ketika seorang anak berada dalam situasi genting, komunikasi harus dibuka selebar-lebarnya, bukan justru dipersulit seolah-olah masyarakat harus meminta izin untuk memperoleh perhatian.




Kasi SMK Cabdin Banyuwangi juga harus memahami bahwa kewenangan bukanlah kekebalan. Jabatan bukan benteng untuk menghindari pertanyaan masyarakat. Kepala sekolah bukan sosok “untouchable” yang hanya bisa ditemui ketika dirinya menghendaki. Begitu pula guru tidak boleh membangun jarak sedemikian rupa hingga orang tua dan masyarakat merasa tidak berdaya ketika membutuhkan penjelasan. Semakin besar kewenangan yang diberikan negara, semakin besar pula tanggung jawab untuk memberikan pelayanan yang terbuka, cepat, manusiawi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai birokrasi pendidikan merasa lebih tinggi daripada anak yang justru menjadi alasan keberadaan mereka.
Kalau benar dalam kondisi siswi sedang kritis akibat pendarahan saja komunikasi dengan pihak sekolah begitu sulit, maka persoalannya sudah jauh lebih besar daripada sekadar nomor WhatsApp. Ini adalah alarm keras terhadap budaya pelayanan pendidikan. Jangan sampai sekolah berubah menjadi institusi yang sibuk menjaga kewibawaan pejabat tetapi lupa menjaga martabat peserta didik. Jangan pula ada kesan bahwa jabatan harus dihormati sedemikian rupa sampai-sampai hak anak dan kegelisahan keluarga menjadi urusan nomor sekian. Dalam keadaan seperti ini, yang dibutuhkan adalah keberanian untuk hadir, membuka komunikasi, memberikan penjelasan, dan mengambil langkah yang bertanggung jawab.




Karena itu, kepada Imron Rosyadi, S.T sebagai Kasi SMK Cabdin Banyuwangi,Suliha, S.Pd., M.Pd. sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMKN 1 Banyuwangi, serta para guru yang terkait, jangan berlindung di balik jabatan dan prosedur ketika seorang anak sedang membutuhkan perhatian. *Sekolah bukan kerajaan, kepala sekolah bukan raja, guru bukan penguasa, dan orang tua bukan pengemis.* Jabatan pendidikan adalah amanah publik, bukan privilese untuk menjadi sulit disentuh. Jika ada persoalan, hadapi secara terbuka. Jika ada kesalahan, evaluasi. Jika ada hak anak yang harus dilindungi, lindungi. Dan jika seorang siswi sedang terkapar di rumah sakit, jangan biarkan keluarganya merasa harus merangkak meminta belas kasihan hanya untuk bisa berbicara dengan orang-orang yang seharusnya sejak awal hadir untuk anak tersebut.
HS.




⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati