Cuaca
Memuat cuaca...

Warga Perumahan Permata Alam Permai Gedangan Sidoarjo Menyongsong Fajar Kemenangan Menyempurnakan Jiwa Dalam Samudera Ampunan Ilahi

Warga Perumahan Permata Alam Permai Gedangan Sidoarjo Menyongsong Fajar Kemenangan Menyempurnakan Jiwa Dalam Samudera Ampunan Ilahi
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

Sidoarjo – Media Indonesia Times | Di bawah langit pagi yang jernih dan penuh rahmat, keberkahan Allah SWT seakan turun menyelimuti kawasan Perumahan Permata Alam Permai. Cahaya fajar yang merekah pada Sabtu, 21 Maret 2026, menjadi saksi hadirnya hari kemenangan, hari yang dinanti oleh setiap hati yang telah ditempa dalam keikhlasan ibadah selama bulan suci Ramadhan.

Tepat pukul 06.00 WIB, gema takbir, tahmid, dan tahlil berkumandang dengan penuh penghayatan, menyentuh relung hati terdalam setiap jiwa yang hadir. Lafaz Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd bergema syahdu, seakan menjadi panggilan langit yang menggetarkan bumi, mengajak umat untuk kembali kepada fitrah yang suci.

Sejak dini hari, langkah-langkah penuh keimanan mulai berdatangan menuju Masjid Al-Muhajirin. Jamaah dari berbagai penjuru lingkungan berbondong-bondong, mengenakan pakaian terbaik didominasi warna putih sebagai simbol kesucian hati mengiringi niat tulus untuk meraih ridha Ilahi.

Anak-anak, orang tua, hingga para lansia berjalan bersama, memperlihatkan keindahan ukhuwah Islamiyah yang begitu hangat dan menyentuh.

Wajah-wajah yang berseri memancarkan kebahagiaan yang tak terlukiskan, kebahagiaan bukan sekadar karena berakhirnya puasa, tetapi karena harapan akan diterimanya setiap amal ibadah. Ada haru, ada syukur, ada cinta yang begitu dalam kepada Sang Pencipta.

Area masjid hingga pelataran telah dipersiapkan dengan penuh kesungguhan. Hamparan sajadah tertata rapi, pengeras suara terpasang sempurna, dan para panitia dengan penuh dedikasi memastikan setiap rangkaian ibadah berjalan khidmat. Lebih dari 2.000 jamaah larut dalam satu barisan, berdiri sejajar tanpa memandang status, pangkat, maupun kedudukan semua sama di hadapan Allah SWT, hanya takwa yang menjadi pembeda.

Ketua Takmir, Buchori Sidiq, dalam laporannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh jamaah. Dengan penuh kerendahan hati, beliau memohon maaf atas segala kekhilafan selama pengelolaan masjid, seraya mengiringinya dengan doa: Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya karim.semoga seluruh amal diterima dan dosa-dosa diampuni oleh Allah SWT, serta setiap hati dikembalikan pada kesucian fitrah.

Beliau juga menyampaikan amanah besar yang telah ditunaikan dalam pengelolaan zakat. Ribuan jiwa telah berbagi, menunaikan kewajiban dan kepedulian sosial, yang kemudian disalurkan kepada mereka yang berhak, sebuah bukti nyata bahwa Idul Fitri bukan hanya tentang kemenangan pribadi, tetapi juga tentang menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.

Ustadz Buchori Sidiq juga terimakasih kepada seluruh jamaah atas bantuan baik moril maupun materiil yang menyukseskan kegiatan bulan ramadhan untuk itu mudah-mudahan amal ibadah yang telah kita lakukan mulai dari puasa kita, sholat, zakat, infak dan sodaqoh kita semoga diterima oleh Allah SWT.

"Panitia zakat fitra Masjid Al-Muhajirin menerima sebanyak 1.290 orang dengan total beras 4 Ton 244 Kg, zakat maal sejumlah 47 juta, fidiah 4.000.850, Sodaqoh 4.690.000, disalurkan kepada warga Perumahan Permata Alam Permai, warga Ngudi, Warga RW 01 - 04 desa Gemurung, warga Kos-kosan, para guru TPQ, dan sekolah-sekolahan, ekternal individu, 10 yayasan, petugas sampah, satpam, bagian kebersihan, takmir dan remas," ujarnya.

Pelaksanaan sholat dipimpin oleh M. Ulil Azmi, yang dengan suara tenang namun penuh kekuatan iman, membimbing jamaah dalam setiap gerakan dan bacaan. Takbir-takbir dalam rakaat sholat menggema, mengalir dalam keselarasan yang indah, menyatukan ribuan hati dalam satu tujuan: menghambakan diri sepenuhnya kepada Allah SWT.

Khutbah Idul Fitri yang disampaikan menjadi penyejuk sekaligus pengingat. Dengan penuh hikmah, beliau menegaskan bahwa Ramadhan bukanlah akhir dari perjalanan spiritual, melainkan awal dari kehidupan yang lebih bertakwa. Jamaah diajak untuk selalu ingat kepada kedua orangtua, menjaga nilai-nilai kebaikan, mempererat silaturahmi, saling memaafkan dengan keikhlasan sejati, serta menjaga persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.

Suasana menjadi begitu haru ketika khutbah usai. Banyak kepala tertunduk, mata berkaca-kaca, dan hati larut dalam perenungan. Di momen itulah, setiap jiwa seakan berbicara dengan Tuhannya memohon ampun, berharap diterima, dan berjanji untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Idul Fitri di hari itu bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah perjalanan ruhani sebuah titik kembali menuju kesucian.

Dalam lantunan doa dan pelukan hangat antar sesama, terpatri harapan bahwa setiap langkah ke depan akan dipenuhi dengan iman, keikhlasan, dan cinta kepada Allah SWT. (Bagas)

Id
Penulis Idham Holid
Id
Editor Idham Holid

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN