Jalur Maut Tanpa Palang: Detik-Detik Bocah Delapan Tahun Tersambar "Si Besi Tua" di Sempu
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.
RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | SEMPU, - Tragedi mendadak memecah ketenangan Dusun Krajan, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, ketika seorang bocah berusia delapan tahun, Ahmad Hamid, tersambar Kereta Api Wijaya Kusuma yang meluncur kencang dari arah timur pada Rabu (4/11) siang.

Di tengah kepanikan warga yang menyelimuti lokasi kejadian, kehadiran aparat teritorial bergerak sigap meredam situasi dan memastikan evakuasi darurat berjalan cepat. Serka Edi Santoso bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Sempu langsung terjun merangsek ke titik Tempat Kejadian Perkara (TKP) demi memberikan pertolongan pertama bagi korban yang berada dalam kondisi kritis.




Berdasarkan investigasi di lapangan, insiden nahas ini bermula ketika korban sedang asyik bermain sepeda sebelum memarkirkannya di area mushola setempat. Tanpa menoleh ke sisi kanan maupun kiri, bocah malang tersebut nekat menyeberang menuju lapangan sepak bola tepat saat lokomotif besi melintas tanpa ampun.
Benturan keras pun tak terhindarkan, mengakibatkan korban mengalami luka serius di bagian kepala serta benjolan parah di area leher yang menuntut penanganan medis instan.




Tanpa membuang waktu, aksi kolaboratif antara aparat Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, serta pihak keluarga langsung melarikannya menuju RSUD Kembiritan Genteng untuk mendapatkan penyelamatan intensif.
Danramil 0825/19 Sempu, Letda Kav Suparman, yang memimpin langsung peninjauan di lapangan, menegaskan bahwa insiden ini harus menjadi alarm keras bagi seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak di sekitar jalur rel aktif.




"Kami sangat prihatin dan berduka atas musibah yang menimpa ananda Ahmad Hamid; kejadian ini menjadi teguran serius bagi kita semua agar lebih waspada, memperketat pengawasan buah hati, serta senantiasa berhati-hati saat beraktivitas di dekat perlintasan kereta api tanpa palang pintu," tegas Danramil dengan penuh wibawa.
Kehadiran aparat TNI-Polri di tengah duka mendalam ini tidak hanya sekadar mengamankan lokasi, melainkan wujud nyata pengabdian tanpa batas demi merangkul dan menguatkan psikologis keluarga korban. Hingga berita ini diturunkan, korban telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Gambiran untuk mendapatkan prosedur penbedahan dan perawatan medis lanjutan yang lebih komprehensif.




Aparat setempat kini terus memantau perkembangan kesehatan korban sekaligus mengimbau warga agar meningkatkan kepedulian kolektif guna mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang. (Maha)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati