Cuaca
Memuat cuaca...
Polri

Kapolri Suyudi dan Menkomdigi Bersatu! Penipuan Online, Judi Online, dan Hoaks Dibidik

Kapolri Suyudi dan Menkomdigi Bersatu! Penipuan Online, Judi Online, dan Hoaks Dibidik
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

 

RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | JAKARTA SELATAN – Perang melawan kejahatan digital semakin diperkuat. Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., menegaskan komitmen Polri untuk memperkuat keamanan ruang digital demi melindungi masyarakat dari ancaman penipuan daring, judi online, penyebaran hoaks, hingga berbagai kejahatan siber yang semakin meresahkan.

Gempur rokok

 

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Kapolri bersama Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (27/10).

 

Pertemuan strategis ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara Polri dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk menghadapi berbagai ancaman kejahatan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

 

Ruang digital bukan tempat bagi pelaku kejahatan untuk bersembunyi. Penipuan online, praktik judi online, penyebaran informasi bohong, serta berbagai bentuk kejahatan digital menjadi tantangan serius yang membutuhkan penanganan cepat, tepat, dan terkoordinasi.

 

Kapolri menegaskan, perkembangan teknologi yang semakin pesat harus diimbangi dengan peningkatan literasi digital masyarakat. Sebab, kecanggihan teknologi tanpa pemahaman yang memadai justru dapat membuka ruang bagi pelaku kejahatan untuk mencari korban.

 

“Era digitalisasi ini perlu kita sikapi dengan baik, sementara literasi masyarakat mungkin masih perlu diperkuat lagi, sehingga kejahatan-kejahatan di ruang digital dapat kita eliminasi dan dapat kita lakukan upaya-upaya penanganan secara cepat,” tutur Kapolri.

 

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemberantasan kejahatan digital tidak cukup hanya mengandalkan penindakan hukum. Penguatan edukasi, peningkatan kesadaran masyarakat, serta kolaborasi lintas lembaga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem digital yang aman.

 

Di tengah maraknya modus penipuan berbasis teknologi, masyarakat dituntut semakin waspada terhadap berbagai bentuk manipulasi digital. Sementara itu, aparat penegak hukum dan kementerian terkait dituntut mampu merespons perkembangan modus kejahatan yang terus berubah.

 

Kolaborasi Polri dan Komdigi diharapkan mampu memperkuat langkah pencegahan sekaligus mempercepat penanganan berbagai tindak pidana di ruang digital.

 

Pesannya jelas: keamanan digital bukan sekadar persoalan teknologi, melainkan juga perlindungan terhadap masyarakat.

 

Dengan sinergi yang semakin kuat, upaya menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan bebas dari kejahatan diharapkan dapat semakin nyata dirasakan masyarakat Indonesia.

 

(Tim RadarBlambangannews.com) 

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN

">