Peringatan Hari Batik Nasional di SMAN 7 Banda Aceh Berlangsung Meriah
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.
RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | BANDA ACEH — Peringatan Hari Batik Nasional di SMA Negeri 7 Banda Aceh berlangsung meriah dengan rangkaian kegiatan yang memadukan pelestarian budaya, kreativitas, dan pembelajaran berbasis pengalaman. Kegiatan yang digelar pada Jumat, 2 Oktober 2026, tersebut diisi dengan Bazar/Market Day serta berbagai penampilan seni dan kreativitas murid.
Mengusung tema “Satu Kain, Seribu Tangan: Merawat Batik dalam Kebersamaan”, kegiatan ini diikuti oleh 27 kelas yang masing-masing menghadirkan booth atau stan untuk menjajakan berbagai produk unggulan.




Beragam produk ditawarkan dalam Market Day tersebut, mulai dari puluhan jenis makanan dan minuman, pernak-pernik, hingga berbagai produk busana. Kehadiran 27 booth membuat suasana lingkungan sekolah semakin semarak sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada murid dalam mengelola kegiatan kewirausahaan.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan hadirnya berbagai pertunjukan seni. Sejumlah murid SMA Negeri 7 Banda Aceh menampilkan kesenian Rapai, tari kreasi, dan vokal solo. Penampilan tersebut mendapat perhatian dan antusiasme dari warga sekolah yang hadir.




Ketua Panitia kegiatan Adelia Putri menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memupuk kecintaan generasi muda terhadap budaya bangsa yaitu Batik. "Batik bukan hanya sebagai sekedar busana tetapi memiliki nilai sejarah dan budaya yang harus dirawat dilestarikan oleh generasi Bangsa" Kata Adelia.
Selanjutnya Adel menambahkan bahwa peringatan hari Batik ini juga diharapkan menjadi ajang kreativitas bagi murid-murid SMAN 7, seraya berharap semoga kegiatan ini dapat dilaksanakan rutin setiap tahun." Pungkasnya.




Sementara itu Kepala SMA Negeri 7 Banda Aceh, Dra. Nuriati, M.Pd., dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, menyampaikan bahwa peringatan Hari Batik Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya sekolah dalam merawat dan mengenalkan budaya kepada generasi muda.
Menurutnya, pelaksanaan peringatan Hari Batik yang dirangkai dengan Market Day juga menjadi bentuk implementasi pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada murid untuk memperoleh pengalaman secara langsung.




«“Melalui kegiatan Market Day ini anak-anak belajar banyak hal secara langsung, terutama belajar kolaborasi, kreativitas, kemandirian, dan berkomunikasi,” ujar Nuriati.»
Ia menambahkan, kegiatan semacam ini memberikan ruang kepada murid untuk mengembangkan berbagai potensi sekaligus menerapkan nilai-nilai yang diperoleh dalam proses pembelajaran di sekolah.




Peringatan Hari Batik Nasional di SMA Negeri 7 Banda Aceh pun menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan murid terhadap warisan budaya Indonesia. Di sisi lain, kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran dapat dikembangkan melalui pengalaman nyata yang melibatkan kreativitas, kerja sama, komunikasi, dan kemandirian.
Melalui kegiatan tersebut, SMA Negeri 7 Banda Aceh tidak hanya memperingati batik sebagai warisan budaya Indonesia, tetapi juga menjadikan momentum Hari Batik Nasional.***
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati