Relasi Antara Tingginya Angka Perceraian di Banyuwangi, Ekonomi dan Angka Pengguna Narkoba
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.
RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | Tingginya angka perceraian di Banyuwangi, salah satu penyebab tertingginya adalah masalah faktor ekonomi. Artinya ikatan perkawinan dalam membina rumah tangga dapat menyebabkan bercerai salah satu pemicu tertinggi adalah ketidaksiapan keluarga dalam menghadapi "Biaya Hidup Setelah Menikah/Berkeluarga". Kondisi ini semakin berat ketika telah memiliki anak untuk memenuhi kebutuhan biaya hidup dan kebutuhan lainnya. Kondisi ini semakin buruk ketika lapangan kerja daerah tidak tercipta dan semakin sulit untuk di dapat, meskipun hanya mendapatkan angka Upah Minimum Regional/UMR. Jangankan Upah UMR yang besarannya 2,4 juta perbulan. Masih banyak pekerja formal/non formal dengan upah dibawah UMR, dengan konfisi mau tidak mau pekerjaan tersebut diterima, karena minimnya lapangan kerja di Banyuwangi.
Angka perceraian yang tinggi, hampir tiap tahun rata-rata mencapai 7000 kasus putus/bercerai dan stabil tanpa perubahan perbaikan dalam 5 tahun terakhir, membuktikan ekonomi dalam kondisi garis besar "stagnasi". di Banyuwangi. Berbeda ketika periode 2014-2019 masa, dimana ekonomi da3lam kondisi baik dengan angka permohonan pembangunan mencapai rerata 7000 pemohon yang realise izin/pertahun. Sedangkan sekarang hanya rerata 500 pertahun (kondisi decline) tanpa perbaikan substansi.




Kondisi ditengah sulitnya ekonomi dan kebutuhan hidup yang semakin tinggi, bagaimana Pemerintah berusaha menciptakan lapangan kerja dengan "Perbaikan Layanan Publik". Pemkab Banyuwangi seharusnya lebih mengedepankan aspek peningkatan SDM pada tata kelola pemerintahan. Dengan sedikit modal biaya, namun masyarakat mudah mendapatkan perizinan yang diperlukan untuk usaha mandiri. Kalau berkaca pada indikator perceraian, indikator eksodus tki tkw, meningkatnya permasalah sosial pada anak, tingginya tingkat hunian lapas saat ini, salah satu faktor penyebabnya ekonomi dan lapangan pekerjaan yang tidak banyak tercipta. Anomali capaian perizinan dan birokrasi usaha yang semakin menurun 5 tahun hanya tercapai 500 pemohon pertagun PBG/SLF yang selesai, justru perceraian dan eksodus tenaga kerja semakin meningkat diangka 7000 pertahun (kondisi tetbalik 2 dekade yang lalu). Tampak jelas Pemkab Banyuwangi tidak serius dalam meningkatkan ekonomi dan lapangan pekerjaan, padahal swasta/masyarakat/investor membantu pemerintah tanpa modal APBN/APBD, namun masih dihambat pada layanan yang semakin "tidur".
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati