Cuaca
Memuat cuaca...
Umum

Berharap Dapat Bantuan Bupati Jember, Kusno Warga Jenggawah Tidak Memiliki Rumah

Berharap Dapat Bantuan Bupati Jember, Kusno Warga Jenggawah Tidak Memiliki Rumah
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

 

RADARBLAMBANGANNEWS.COM | JEMBER, - 

Gempur rokok

Di tengah keterbatasan ekonomi, Kusno, seorang penjual bakpao keliling asal Dusun Babatan, Desa Jenggawah, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, hanya bisa berharap adanya perhatian dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Jember. Bersama istrinya, Sukarsih, yang sudah lanjut usia, Kusno kini menghadapi persoalan berat terkait tempat tinggal mereka.

 

Selama ini, Kusno dan Sukarsih tinggal menumpang di rumah milik warga. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Kusno berjualan bakpao keliling dengan penghasilan yang tidak menentu. Terkadang dagangannya laku, namun tidak jarang pula hasil penjualannya jauh dari harapan.

 

"Namanya juga berjualan, kadang laku dan kadang tidak. Kami hanya bisa bersyukur atas apa yang diperoleh setiap hari," ungkap Kusno.

 

Persoalan semakin berat ketika rumah yang selama ini ditempatinya diketahui telah dijual oleh pemiliknya dan akan segera ditempati oleh pemilik baru. Kondisi tersebut membuat Kusno kebingungan karena dirinya tidak memiliki rumah sendiri maupun kemampuan finansial untuk mencari tempat tinggal baru.

 

Dengan mata berkaca-kaca, Kusno menceritakan bahwa beberapa hari setelah mengetahui rumah yang ditempatinya terjual, seorang kakaknya datang menawarkan bantuan berupa sebidang tanah kosong untuk dijadikan tempat tinggal.

 

"Alhamdulillah, saya masih memiliki saudara yang peduli. Kakak saya memberikan tempat berupa tanah kosong dan menyuruh kami membangun rumah kecil untuk ditempati. Namun, untuk membangun rumah itu kami tidak punya biaya. Jangankan membangun rumah, untuk kebutuhan sehari-hari saja penghasilan saya tidak menentu," tuturnya dengan suara lirih.

 

Di tengah kebingungan tersebut, Kusno menaruh harapan besar kepada Bupati Jember, Gus Fawait, agar berkenan memberikan perhatian dan membantu meringankan beban hidup keluarganya.

 

Ia berharap pemerintah daerah dapat melihat secara langsung kondisi kehidupan mereka, terutama kebutuhan tempat tinggal yang layak bagi dirinya bersama Sukarsih.

 

"Saya hanya bisa berharap kepada Pak Bupati Gus Fawait. Semoga beliau mendengar suara hati kami sebagai rakyat kecil yang sedang membutuhkan bantuan. Kami tidak meminta yang berlebihan, hanya berharap bisa memiliki rumah sederhana untuk berteduh dan menjalani hari tua dengan tenang," harap Kusno.

 

Sementara itu, Toyib, tetangga dekat Kusno, turut menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi yang dialami pasangan lanjut usia tersebut.

 

Menurut Toyib, Kusno merupakan sosok warga kecil yang perlu mendapatkan perhatian. Selama ini, ia mengetahui bahwa Kusno hanya tinggal menumpang di rumah milik orang lain. Kini, setelah rumah tersebut terjual, masa depan tempat tinggal Kusno dan istrinya menjadi semakin tidak menentu.

 

"Kasihan Pak Kusno. Beliau tidak punya rumah sendiri dan selama ini hanya menumpang. Sekarang rumah yang ditempati sudah terjual. Kalau nanti harus meninggalkan rumah itu, mau tinggal di mana? Kami berharap pemerintah, khususnya Bupati Jember, bisa memberikan perhatian dan membantu beliau," ungkap Toyib.

 

Kisah Kusno menjadi gambaran nyata perjuangan masyarakat kecil dalam memenuhi kebutuhan hidup, terlebih bagi warga lanjut usia yang tidak memiliki tempat tinggal tetap.

 

Harapan sederhana untuk mempunyai rumah kecil yang layak huni kini menjadi impian besar bagi Kusno dan Sukarsih. Mereka berharap suara hati tersebut sampai kepada Bupati Jember, Gus Fawait, sehingga ada perhatian dan langkah nyata dari pemerintah daerah untuk membantu meringankan beban kehidupan mereka.

 

Catatan redaksi: Kisah ini diharapkan menjadi perhatian pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta dinas terkait agar dapat melakukan verifikasi kondisi keluarga Kusno dan menindaklanjutinya melalui program bantuan sosial maupun bantuan rumah layak huni sesuai ketentuan yang berlaku. (Tim)

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN

">