Sumpah Pemuda 2026, Kemenag Banyuwangi Ajak Generasi Muda Lintas Agama Jaga Kerukunan di Ruang Digital
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.
RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | BANYUWANGI – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyuwangi mengajak generasi muda lintas agama memperkuat persatuan, merawat kerukunan, dan menggunakan media sosial secara bijak melalui gerakan “Saring Sebelum Sharing”. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Dialog dan Deklarasi Pemuda Lintas Agama untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di aula atas Kantor Kemenag Banyuwangi itu dipimpin Kepala Kantor Kemenag Banyuwangi, Dr. H. Chaironi Hidayat, dan dilaksanakan secara hybrid dengan mengikuti dialog kebangsaan yang diinisiasi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.




Acara tersebut dihadiri para pimpinan organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan lintas agama, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Penyelenggara Bimas Katolik, serta perwakilan komunitas keagamaan di Banyuwangi.
Mengusung tema “Saring Sebelum Sharing: Peran Pemuda Lintas Agama Merawat Ruang Digital untuk Wujudkan Indonesia Rukun, Berdaulat, Adil dan Makmur”, kegiatan ini menyoroti pentingnya keterlibatan pemuda dalam menjaga keharmonisan masyarakat di tengah perkembangan teknologi informasi.




Kepala Kemenag Banyuwangi, Dr. H. Chaironi Hidayat, menempatkan peran generasi muda sebagai bagian penting dalam upaya merawat persaudaraan di tengah keberagaman. Semangat Sumpah Pemuda, yang menyatukan perbedaan dalam cita-cita kebangsaan, perlu diteruskan melalui perilaku yang menghargai sesama, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun ketika berinteraksi di media sosial.
Gerakan “Saring Sebelum Sharing” menjadi salah satu pesan utama dalam kegiatan tersebut. Generasi muda diajak membiasakan diri memeriksa kebenaran informasi, menelusuri sumber berita, dan memahami konteks sebelum menyebarkannya kepada orang lain.




Langkah sederhana itu dinilai penting untuk mencegah peredaran hoaks, ujaran kebencian, serta provokasi yang berpotensi memicu konflik berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Media sosial hendaknya dimanfaatkan sebagai ruang berbagi pengetahuan, menyampaikan gagasan, dan membangun persaudaraan, bukan sebagai sarana memperbesar prasangka.
Dialog kebangsaan juga diisi paparan narasumber dari tingkat pusat dan provinsi, di antaranya Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI dan perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur. Paparan disampaikan secara daring melalui Zoom Meeting bersama jajaran Kemenag kabupaten dan kota se-Jawa Timur.




Keterlibatan berbagai organisasi kepemudaan dan keagamaan turut memperlihatkan bahwa kerukunan bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah atau tokoh agama. Anak muda dari berbagai latar belakang memiliki ruang dan tanggung jawab yang sama untuk membangun komunikasi, mengurangi prasangka, serta memperkuat solidaritas sosial.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan deklarasi Pemuda Lintas Agama. Melalui deklarasi tersebut, para peserta meneguhkan komitmen menjaga persatuan bangsa, merawat kerukunan di Banyuwangi, serta menggunakan media digital secara cerdas, santun, dan bertanggung jawab.




Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini sekaligus menjadi pengingat bahwa persatuan tidak berarti menghapus perbedaan. Sebaliknya, keberagaman perlu dirawat melalui sikap saling menghormati, kesediaan berdialog, dan kemauan bekerja sama untuk kepentingan bersama.
Semangat yang diwariskan para pemuda pada 28 Oktober 1928 dapat terus hidup melalui tindakan sederhana, mulai dari tidak mudah terprovokasi, menghargai keyakinan orang lain, hingga memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya.




Dengan sinergi Kemenag, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan generasi muda, Banyuwangi diharapkan terus menjadi ruang kehidupan bersama yang damai, inklusif, dan harmonis. Sebab, persatuan bangsa tidak hanya dirawat melalui ikrar, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam menjaga persaudaraan di tengah keberagaman.***
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati