Cuaca
Memuat cuaca...
Umum

DUA HARI DI OMAN: Menikmati Keindahan Muscat dan Warisan Peradaban

DUA HARI DI OMAN: Menikmati Keindahan Muscat dan Warisan Peradaban
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

Penulis: Iskandar Muda Hasibuan Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh 

 

Gempur rokok

RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | Dari Medan Menuju Muscat

Perjalanan menuju Kesultanan Oman dimulai dari Medan pada 25 Oktober 2026 dengan pesawat SalamAir. Bersama PT Arrihlah Mentari WisatuMu, dalam perjalanan yang dipandu Teuku Nazir Ali, saya berkesempatan mengunjungi salah satu negara di Jazirah Arab yang menyimpan kekayaan sejarah, budaya, dan keindahan arsitektur.

 

Pesawat tiba di Bandara Internasional Muscat pada pukul 08.00 waktu setempat. Kedatangan ini menjadi awal perjalanan untuk mengenal lebih dekat Muscat, ibu kota Oman yang memadukan nilai-nilai Islam, tradisi Arab, serta perkembangan kehidupan modern.

 

Bagi saya, perjalanan ke sebuah negara bukan sekadar perpindahan dari satu tempat ke tempat lain. Ada pengalaman, pengetahuan, dan perspektif baru yang dapat diperoleh melalui perjumpaan langsung dengan masyarakat, kebudayaan, serta peninggalan sejarahnya.

 

Pada 26 Oktober 2026, perjalanan difokuskan pada empat destinasi utama, yakni Masjid Agung Sultan Qaboos, Muttrah Souq, Al Alam Palace, dan Royal Opera House Muscat. Keempatnya menghadirkan gambaran yang berbeda tentang Oman, mulai dari spiritualitas, tradisi perdagangan, sejarah kesultanan, hingga perkembangan seni dan budaya.

 

1. Masjid Agung Sultan Qaboos: Kemegahan Arsitektur dan Nilai Spiritual

 

Masjid Agung Sultan Qaboos menjadi salah satu destinasi yang meninggalkan kesan mendalam. Kemegahan bangunannya terlihat dari halaman yang luas, kubah besar, menara menjulang, serta ornamen yang menampilkan keindahan seni Islam.

 

Diresmikan pada 2001, masjid ini menjadi salah satu landmark utama Muscat sekaligus simbol penting kehidupan keagamaan dan kebudayaan masyarakat Oman.

 

Berdiri di tengah kompleks yang tertata indah, masjid ini memperlihatkan bagaimana arsitektur tidak hanya berfungsi sebagai elemen fisik, tetapi juga dapat menghadirkan pesan spiritual dan identitas suatu bangsa.

 

Bagi wisatawan Indonesia, kunjungan ke Masjid Agung Sultan Qaboos merupakan kesempatan untuk melihat secara langsung perkembangan arsitektur Islam di kawasan Arab. Keindahannya mengingatkan kita bahwa rumah ibadah dapat menjadi ruang yang mempertemukan nilai keimanan, seni, dan peradaban.

 

2. Muttrah Souq: Menelusuri Jejak Perdagangan dan Kebudayaan

 

Dari kemegahan masjid, perjalanan berlanjut ke Muttrah Souq, pasar tradisional yang menghadirkan suasana khas kehidupan masyarakat Oman.

 

Lorong-lorong pasar dipenuhi beragam barang dagangan, mulai dari rempah-rempah, dupa, parfum, kain, perhiasan perak, hingga kerajinan tangan. Suasana tersebut menghadirkan pengalaman berbeda, seolah membawa pengunjung menelusuri jejak perdagangan yang telah berlangsung selama berabad-abad.

 

Letaknya yang berdekatan dengan kawasan pelabuhan memperlihatkan eratnya hubungan Oman dengan dunia maritim. Dalam perjalanan sejarahnya, Oman memiliki hubungan perdagangan dengan berbagai wilayah, termasuk India, Afrika Timur, dan kawasan Asia lainnya melalui jalur Samudra Hindia.

 

Sejarah perdagangan tersebut menunjukkan bahwa hubungan antarmasyarakat tidak hanya dibangun melalui pertukaran barang, tetapi juga melalui pertemuan budaya, bahasa, tradisi, dan cara hidup.

 

Muttrah Souq bukan sekadar tempat berbelanja oleh-oleh. Di balik aktivitas jual beli dan suasana pasar yang hidup, terdapat gambaran tentang ketahanan tradisi serta peran perdagangan dalam membentuk karakter masyarakat Oman.

 

3. Al Alam Palace: Simbol Kesultanan dan Identitas Negara

 

Perjalanan berikutnya membawa saya ke Al Alam Palace, istana seremonial Sultan Oman yang menjadi salah satu bangunan ikonik di Muscat.

 

Arsitekturnya tampil mencolok dengan perpaduan warna biru, emas, dan putih. Keunikan tersebut menjadikan istana ini sebagai salah satu objek yang menarik perhatian wisatawan, terutama mereka yang ingin mengenal sejarah pemerintahan dan identitas kenegaraan Oman.

 

Terletak di kawasan Kota Tua Muscat, Al Alam Palace dikelilingi benteng bersejarah Al Jalali dan Al Mirani. Kehadiran bangunan-bangunan tersebut memberikan gambaran tentang perjalanan sejarah kawasan ini, termasuk peran pertahanan dan perkembangan pusat pemerintahan.

 

Meskipun pengunjung umumnya menikmati istana dari luar, pengalaman berada di kawasan tersebut tetap memberikan kesan tersendiri. Arsitektur, lingkungan bersejarah, dan suasana kota memperlihatkan bagaimana warisan masa lalu tetap menjadi bagian penting dari kehidupan Oman masa kini.

 

Al Alam Palace mengingatkan kita bahwa sebuah bangunan kenegaraan bukan hanya simbol kekuasaan, melainkan juga representasi sejarah, identitas, dan kesinambungan sebuah bangsa.

 

4. Royal Opera House Muscat: Pertemuan Tradisi dan Modernitas

 

Jika Masjid Agung Sultan Qaboos merepresentasikan spiritualitas dan Al Alam Palace mencerminkan sejarah kesultanan, Royal Opera House Muscat menghadirkan sisi lain Oman melalui dunia seni dan pertunjukan.

 

Diresmikan pada 2011, gedung ini menjadi salah satu pusat seni pertunjukan terkemuka di Oman. Berbagai kegiatan, seperti opera, konser musik, tari, dan pertunjukan budaya, menjadikan tempat ini sebagai ruang pertemuan seni lokal dan internasional.

 

Arsitekturnya memadukan unsur tradisional dengan fasilitas modern. Bangunan tersebut memperlihatkan bahwa pelestarian budaya tidak harus bertentangan dengan perkembangan zaman. Sebaliknya, keduanya dapat berjalan beriringan untuk menciptakan ruang kebudayaan yang relevan bagi generasi masa kini.

 

Kunjungan ke Royal Opera House Muscat memberikan perspektif bahwa Oman tidak hanya dikenal melalui masjid, pasar tradisional, gurun, dan istana bersejarah. Negara ini juga memiliki perhatian terhadap perkembangan seni serta pertukaran kebudayaan internasional.

 

Dari tempat ini, saya melihat bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak hanya diukur melalui pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga melalui kemampuannya merawat warisan budaya sekaligus membuka ruang bagi kreativitas dan dialog antarperadaban.

 

Oman, Destinasi yang Menawarkan Lebih dari Sekadar Keindahan

 

Dua hari di Oman memberikan gambaran tentang sebuah negara yang mampu mempertemukan sejarah, spiritualitas, tradisi perdagangan, dan modernitas dalam satu pengalaman perjalanan.

 

Masjid Agung Sultan Qaboos menghadirkan kemegahan arsitektur Islam. Muttrah Souq memperlihatkan jejak perdagangan dan kehidupan masyarakat. Al Alam Palace merepresentasikan sejarah kesultanan, sedangkan Royal Opera House Muscat menggambarkan perkembangan seni dan kebudayaan.

 

Keempat destinasi tersebut menunjukkan bahwa daya tarik Oman tidak hanya terletak pada keindahan visualnya, tetapi juga pada cerita dan nilai sejarah yang menyertainya.

 

Bagi masyarakat Indonesia yang ingin mengenal Timur Tengah lebih luas, Oman layak dipertimbangkan sebagai salah satu tujuan wisata. Selain destinasi sejarah dan budaya, negara ini juga memiliki pegunungan, gurun, pantai, serta lembah alami yang menawarkan pengalaman berbeda.

 

Namun, perjalanan yang baik tetap memerlukan persiapan. Wisatawan perlu memperhatikan persyaratan visa, jadwal penerbangan, kondisi cuaca, serta ketentuan kunjungan di setiap destinasi agar perjalanan berlangsung nyaman dan lancar.

 

Bertolak ke Madinah, Membawa Pulang Pengalaman dan Pengetahuan

 

Pada 27 Oktober 2026, perjalanan di Oman berakhir. Saya bersama rombongan PT Arrihlah Mentari WisatuMu bertolak menuju Madinah Al-Munawwarah menggunakan pesawat SalamAir. Perjalanan ini dipandu Teuku Nazir Ali, yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pariwisata Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh.

 

Meskipun berlangsung singkat, perjalanan tersebut memberikan pengalaman dan pengetahuan baru tentang Oman, sebuah negara yang memiliki karakter kuat dalam menjaga warisan sejarah dan budayanya.

 

Bagi saya, perjalanan bukan sekadar mengunjungi tempat-tempat baru, mengambil gambar, atau menikmati keindahan bangunan. Lebih dari itu, perjalanan merupakan kesempatan untuk belajar, memperluas wawasan, dan memahami bagaimana masyarakat di berbagai belahan dunia membangun identitas serta mempertahankan nilai-nilai yang diwariskan oleh generasi sebelumnya.

 

Oman meninggalkan kesan melalui keindahan arsitektur, kekayaan sejarah, tradisi perdagangan, serta kemampuannya memadukan nilai-nilai lama dengan perkembangan modern.

 

Dari Muscat, saya belajar bahwa warisan peradaban akan tetap hidup ketika sejarah tidak hanya dikenang, tetapi juga dirawat dan diperkenalkan kepada generasi berikutnya.

 

Bagi masyarakat Indonesia yang ingin menjelajahi Timur Tengah, Oman patut masuk dalam daftar tujuan perjalanan. Negeri ini menawarkan pengalaman yang bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga memperkaya pemahaman tentang sejarah, spiritualitas, dan kebudayaan dunia.****

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN

">