Dari Medan Konflik Hingga Panggung MotoGP! Putra Sanur Kombes I Wayan Winaya Kini Pimpin Polresta Denpasar
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.
RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | DENPASAR, BALI, – Perjalanan panjang pengabdian seorang perwira Polri akhirnya membawanya kembali ke tanah kelahiran. Kombes Pol. I Wayan Winaya, S.I.K., M.H., putra asli Sanur, Denpasar, kini dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolresta Denpasar Polda Bali.

Di balik jabatan strategis tersebut, tersimpan perjalanan karier yang tidak dibangun dalam semalam. Dari satuan Brimob, menghadapi dinamika keamanan di Maluku Utara dan Papua, menggeluti dunia reserse, memimpin Polres Ngawi, hingga terlibat dalam pengamanan ajang balap motor internasional MotoGP Mandalika.




Kini, setelah bertahun-tahun mengabdi di berbagai wilayah Indonesia, Winaya kembali ke Bali. Bukan sekadar pulang kampung, melainkan membawa tanggung jawab besar untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Denpasar.
Kisah perjalanan kariernya menjadi sorotan dalam diskusi bulanan Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Bali bertajuk #NgopiSantuy, Sabtu (31/10/2026).




Dalam suasana santai di sebuah warung kopi di Denpasar, Winaya berbagi cerita tentang perjalanan hidup, pengalaman penugasan, hingga pandangannya mengenai kepemimpinan dan pentingnya membangun komunikasi antara kepolisian, masyarakat, serta insan pers.
Putra Sanur yang Menembus Berbagai Medan Pengabdian




Lahir pada 1979 dan tumbuh besar di kawasan Sanur, Denpasar, I Wayan Winaya mengawali pendidikan di tanah kelahirannya.
Ia menempuh pendidikan di SD Negeri 6 Sanur dan SMP Negeri 9 Denpasar sebelum melanjutkan perjalanan hidup melalui Akademi Kepolisian (Akpol).




Lulus Akpol pada 2001, Winaya memulai pengabdian sebagai anggota Polri dengan penugasan di satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan, tepatnya di wilayah Pa’baeng-baeng, Makassar.
Dari sinilah perjalanan panjangnya dimulai.




Selama periode 2001–2006, ia mendapatkan berbagai pengalaman lapangan yang membawanya ke sejumlah wilayah dengan karakteristik keamanan berbeda.
Pada 2003, ia bertugas di Maluku Utara. Setahun kemudian, pada 2004, ia terlibat dalam penugasan di Timika, Papua, saat menghadapi dinamika konflik dan kerusuhan antarsuku.




Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam membentuk karakter dan kemampuan adaptasinya sebagai anggota kepolisian.
Baginya, tugas polisi tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga kemampuan memahami masyarakat, membaca situasi, serta membangun komunikasi dalam menghadapi berbagai persoalan.
Ia mengibaratkan profesi polisi sebagai pekerjaan yang menuntut kemampuan multidisiplin. Berbeda dengan dokter spesialis yang memiliki bidang penanganan tertentu, polisi dituntut mampu menghadapi beragam persoalan di tengah masyarakat.
Rekam Jejak Reserse hingga Memimpin Polres Ngawi
Setelah menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Winaya melanjutkan perjalanan kariernya di berbagai satuan dan wilayah.
Dunia reserse menjadi salah satu bidang yang banyak membentuk pengalaman profesionalnya.
Sejumlah jabatan yang pernah diembannya antara lain Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kasat Reskrim Polres Kediri di Pare, Wakasat Narkoba Polrestabes Surabaya, hingga Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Jawa Timur.
Pada 2019, ia tercatat menjabat sebagai Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Jawa Timur.
Pengalaman tersebut memperkuat kemampuannya dalam menghadapi persoalan hukum dan dinamika kriminalitas yang berkembang di masyarakat.
Kariernya kemudian berlanjut pada kepemimpinan kewilayahan.
Pada 2020–2022, Winaya dipercaya menjabat sebagai Kapolres Ngawi.
Salah satu pengalaman penting selama memimpin Polres Ngawi adalah pengelolaan penyekatan pada masa PPKM Darurat untuk mendukung pengendalian penyebaran Covid-19.
Pelaksanaan penyekatan, termasuk di kawasan Exit Tol Ngawi, menjadi bagian dari upaya pengendalian mobilitas masyarakat saat pandemi.
Atas pengelolaan penyekatan tersebut, ia memperoleh penghargaan dari Direktur Utama PT Jasa Marga.
Dari Kehumasan Polri hingga Pengamanan MotoGP Mandalika
Perjalanan pengabdian Winaya tidak berhenti di bidang reserse dan kepemimpinan kewilayahan.
Ia juga pernah menjalankan tugas di lingkungan Divisi Humas Polri, yang memberinya pengalaman dalam pengelolaan informasi, komunikasi publik, serta hubungan institusi kepolisian dengan masyarakat dan media.
Pengalaman di bidang kehumasan menjadi bekal penting dalam memahami bagaimana informasi harus disampaikan secara tepat, transparan, dan bertanggung jawab.
Pada pertengahan 2024, ia memperoleh kenaikan pangkat reguler menjadi Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol).
Selanjutnya, pada 2025–2026, Winaya dipercaya menjabat sebagai Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit) Polda NTB.
Di posisi tersebut, ia terlibat dalam pengamanan salah satu agenda internasional terbesar di Indonesia, yakni MotoGP Mandalika 2026.
Pengamanan ajang balap dunia tersebut bukan pekerjaan sederhana. Dibutuhkan perencanaan matang, koordinasi lintas sektor, serta kesiapan personel untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan.
Dalam diskusi bersama IWO Bali, Winaya mengungkapkan bahwa persiapan pengamanan MotoGP dilakukan jauh sebelum kegiatan berlangsung.
Koordinasi dan persiapan telah dilaksanakan sekitar tiga bulan sebelumnya. Bahkan, jajaran pimpinan turun langsung untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana.
Di tengah kesibukan menjalankan tugas pengamanan MotoGP Mandalika, sebuah kabar penting datang melalui surat telegram penugasan.
Winaya mendapat amanah baru sebagai Kapolresta Denpasar.
Momen tersebut menjadi pengalaman tersendiri. Di tengah tugas mengamankan ajang internasional, ia menerima kabar bahwa perjalanan pengabdiannya akan membawanya kembali ke Bali.
“Waktu itu saya lagi tugas di MotoGP Mandalika saat mendengar kabar soal pengangkatan saya bersyukur ya Alhamdulillah (red, Astungkara),” ungkapnya.
Kembali ke Tanah Kelahiran, Tantangan Baru Menanti
Pada 10 Oktober 2026, Kombes Pol. I Wayan Winaya resmi ditunjuk sebagai Kapolresta Denpasar Polda Bali.
Ia menggantikan Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, S.I.K., M.H., yang mendapat penugasan sebagai Penyelidik Pengamanan Internal Madya Tingkat II Divpropam Polri.
Penugasan tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan karier Winaya.
Setelah bertugas di Sulawesi, Maluku, Papua, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jakarta, hingga Nusa Tenggara Barat, kini ia kembali ke kota tempat dirinya tumbuh dan dibesarkan.
Namun, memimpin kepolisian di tanah kelahiran bukan berarti tanpa tantangan.
Denpasar memiliki karakter masyarakat yang dinamis, dengan beragam persoalan sosial, aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat, serta keberagaman budaya yang harus dikelola secara profesional.
Pengalaman lintas wilayah yang dimilikinya menjadi modal untuk memahami berbagai karakter masyarakat dan dinamika keamanan.
Winaya menegaskan bahwa kepemimpinan tidak cukup hanya dengan memberikan perintah kepada anggota.
Seorang pimpinan harus mampu mengelola sumber daya manusia, menempatkan personel sesuai kebutuhan, serta membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Bagi Winaya, Komunikasi Adalah Kunci Kepemimpinan
Salah satu hal menarik dalam diskusi #NgopiSantuy adalah pandangannya mengenai strategi kepemimpinan di lingkungan kepolisian.
Ia mencontohkan pengalaman saat menghadapi persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di lingkungan Pertamina.
Menurutnya, penyelesaian persoalan tidak selalu membutuhkan penambahan jumlah personel. Hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana menempatkan anggota secara tepat dan membangun komunikasi dengan pihak-pihak yang memiliki peran strategis.
Kepala desa, perangkat desa, serta unsur masyarakat setempat menjadi bagian penting dalam proses penyelesaian persoalan.
Terlebih di Bali, keberadaan desa adat dan desa dinas memiliki peran masing-masing dalam kehidupan masyarakat.
Karena itu, pendekatan komunikasi dan koordinasi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan.
Bagi Winaya, keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari seberapa banyak personel yang dikerahkan, tetapi juga dari kemampuannya menggerakkan anggota, membangun kepercayaan, dan menyelesaikan persoalan secara tepat.
Perjalanan panjang Kombes Pol. I Wayan Winaya menjadi gambaran bahwa pengabdian seorang anggota Polri tidak dibatasi oleh tempat kelahiran maupun wilayah penugasan.
Dari medan tugas di berbagai daerah hingga kembali ke Sanur, Denpasar, ia kini memikul tanggung jawab baru untuk menjaga keamanan dan ketertiban di tanah kelahirannya sendiri.
Sebuah perjalanan yang bukan hanya tentang jabatan, tetapi juga tentang pengabdian, pengalaman, dan amanah yang harus dijalankan. (Tim)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati