Cuaca
Memuat cuaca...
Nasional

Gandrung Sewu 2026 Bikin Banyuwangi Bergemuruh! Ribuan Penari Bersiap Gemparkan Marina Boom, Wisatawan Mulai Berdatangan

Gandrung Sewu 2026 Bikin Banyuwangi Bergemuruh! Ribuan Penari Bersiap Gemparkan Marina Boom, Wisatawan Mulai Berdatangan
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

 

RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | BANYUWANGI – Demam Gandrung Sewu 2026 mulai menyapu Banyuwangi! Perhelatan tari kolosal kebanggaan Bumi Blambangan ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan magnet pariwisata yang sukses menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah. Menjelang panggung spektakuler di Pantai Marina Boom, arus kedatangan penumpang melalui Bandara Banyuwangi tercatat mencapai 1.142 orang selama tiga hari, 21–23 Oktober 2026.

 

Angka tersebut menjadi gambaran tingginya antusiasme menjelang pertunjukan akbar yang digelar Sabtu (24/10/2026) malam. Sebanyak 1.300 penari disiapkan untuk menyuguhkan kemegahan Gandrung Sewu melalui konsep Glow in the Dark, sebuah perpaduan tari tradisional, permainan cahaya, dan pesona budaya Banyuwangi yang dirancang menghadirkan pengalaman berbeda bagi penonton.

 

Mengusung tema “Kembang Dermo”, Gandrung Sewu tahun ini kembali menegaskan bahwa kesenian tradisional mampu tampil megah, memikat, dan relevan di tengah perkembangan zaman.

 

Bandara Banyuwangi Jadi Gerbang Sambutan Budaya

 

Lonjakan perhatian terhadap Gandrung Sewu turut terasa di Bandara Banyuwangi. Tidak hanya menjadi pintu masuk wisatawan, bandara ini juga menghadirkan atmosfer budaya lokal untuk menyambut para pengunjung yang datang ke Banyuwangi.

 

General Manager Bandara Banyuwangi, Mohamad Holik Muardi, mengatakan momentum Gandrung Sewu menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan identitas budaya daerah sejak wisatawan pertama kali menginjakkan kaki di Banyuwangi.

 

“Gandrung Sewu menjadi momentum untuk memperkenalkan budaya Banyuwangi kepada pengunjung yang datang melalui bandara. Kami ingin mereka langsung merasakan suasana khas daerah ini setibanya di bandara,” ujarnya, Jumat (23/10/2026).

 

Data operasional mencatat, pada 21 Oktober terdapat tiga penerbangan dengan total 382 penumpang. Sehari kemudian, jumlahnya mencapai 386 penumpang melalui tiga penerbangan. Sementara pada 23 Oktober, tiga penerbangan kembali melayani 374 penumpang.

 

Dengan demikian, selama tiga hari tersebut tercatat sembilan penerbangan dengan total 1.142 penumpang.

 

Holik memperkirakan jumlah kedatangan masih berpotensi bertambah seiring berlangsungnya rangkaian kegiatan Gandrung Sewu.

 

“Ini akan bertambah jelang perhelatan Gandrung Sewu hari ini,” tambahnya.

 

Pesona Gandrung Menyambut Wisatawan Sejak di Udara

 

Gandrung Sewu 2026 bahkan mulai terasa sebelum wisatawan tiba di daratan Banyuwangi. Dalam penerbangan Super Air Jet rute Jakarta–Banyuwangi, sejumlah pramugari tampil mengenakan omprog, mahkota khas penari Gandrung, lengkap dengan selendang tradisional.

 

Nuansa budaya itu berlanjut ketika penumpang tiba di bandara. Pertunjukan tari Gandrung disiapkan sebagai bagian dari penyambutan wisatawan, sehingga perjalanan menuju Banyuwangi tidak sekadar menjadi perpindahan tempat, tetapi juga pengalaman mengenal kekayaan seni daerah.

 

Rangkaian penyambutan tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat daya tarik Banyuwangi sebagai destinasi wisata berbasis budaya.

 

Wisatawan Rela Datang Lebih Awal demi Gandrung Sewu

 

Daya tarik Gandrung Sewu juga dirasakan Rika, wisatawan asal Bandung, yang sengaja datang lebih awal agar dapat melihat persiapan pertunjukan di Pantai Marina Boom pada Jumat sore (23/10/2026).

 

Bagi Rika, Gandrung Sewu memiliki keistimewaan tersendiri karena menghadirkan ribuan penari dalam satu panggung kolosal yang mengangkat kesenian khas Banyuwangi.

 

“Saya sengaja datang lebih awal supaya bisa melihat persiapannya. Gandrung Sewu menarik untuk disaksikan karena melibatkan banyak penari dan menampilkan budaya khas Banyuwangi,” tuturnya.

 

Ketertarikan Rika semakin kuat setelah seorang temannya menceritakan pertunjukan mini Gandrung Sewu di Jakarta pada Rabu (14/10/2026). Pertunjukan tersebut meninggalkan kesan melalui tampilan tarian yang berkilau dan memikat.

 

Cerita itu membuatnya penasaran untuk menyaksikan langsung pertunjukan dalam skala lebih besar di daerah asal kesenian Gandrung.

 

“Jadi penasaran. Pastinya ini semakin keren dengan pertunjukan yang lebih besar dan melibatkan ribuan penari. Makanya, saya tidak mau melewatkan kesempatan datang langsung ke Banyuwangi,” ungkapnya.

 

Marina Boom Bersiap Menjadi Panggung Kemegahan Budaya

 

Gandrung Sewu bukan hanya tentang ribuan penari yang bergerak serempak. Festival ini menjadi panggung untuk memperlihatkan kekayaan tradisi, kreativitas, serta identitas budaya Banyuwangi kepada masyarakat luas.

 

Melalui konsep Glow in the Dark dan tema “Kembang Dermo”, perhelatan 2026 diharapkan menghadirkan pengalaman visual yang memikat sekaligus memperkuat posisi Gandrung Sewu sebagai salah satu ikon wisata budaya Banyuwangi.

 

Pantai Marina Boom pun menjadi pusat perhatian saat ribuan penari bersiap menyuguhkan pertunjukan kolosal yang menggabungkan gerak tari, cahaya, dan kekuatan tradisi.

 

Antusiasme wisatawan yang mulai berdatangan menjadi sinyal bahwa Gandrung Sewu memiliki daya tarik melampaui batas daerah. Dari gerbang bandara hingga panggung Marina Boom, Banyuwangi bersiap menyambut pengunjung dengan satu pesan kuat: budaya lokal bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan kebanggaan yang terus hidup dan mampu memikat dunia.(silvi) 

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN

">