Hardiknas 2026: Bongkar Ilusi Pendidikan, Saatnya Jawa Timur Berani Berbenah Total atau Tertinggal!
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.
Surabaya – Media Indonesia Times | Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 tidak boleh lagi berhenti pada seremoni tahunan yang penuh slogan, tetapi miskin perubahan nyata. Di tengah tekanan persaingan global yang semakin ketat, pendidikan bukan sekadar sektor prioritas melainkan fondasi utama yang menentukan apakah sebuah daerah mampu melahirkan generasi unggul atau justru tertinggal dalam arus zaman.
Realitas di lapangan menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan masih menyisakan banyak persoalan mendasar. Ketimpangan kualitas tenaga pendidik, lemahnya penguatan kompetensi, hingga kebijakan yang kerap tidak tepat sasaran menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung selesai. Dalam konteks ini, kritik tajam justru diperlukan agar arah pembenahan tidak lagi setengah hati.




Riawan Syamsir, Kepala Bidang Pendidikan, Kebudayaan, dan Olahraga DPD GRIB JAYA Jawa Timur, yang akrab disapa Rey, menyampaikan pandangan yang lugas dan tidak kompromistis. Menurutnya, alasan klasik tentang masih banyaknya tenaga pendidik yang belum memiliki kompetensi mumpuni sudah tidak relevan lagi untuk dipertahankan.
“Kalau alasan itu masih muncul, maka kita patut mempertanyakan bagaimana sebenarnya pelaksanaan pendidikan selama ini berjalan. Ini bukan lagi soal kekurangan, tapi soal keseriusan untuk berbenah,” tegasnya.




Pernyataan tersebut menjadi refleksi keras terhadap sistem yang selama ini berjalan. Dalam banyak kasus, peningkatan kualitas pendidikan justru terjebak pada pembangunan fisik gedung megah, fasilitas modern tanpa diimbangi peningkatan kualitas sumber daya manusia yang menggerakkan proses pembelajaran itu sendiri. Padahal, inti pendidikan bukan pada bangunan, melainkan pada kualitas interaksi antara guru dan peserta didik.
Ketidakseimbangan ini berpotensi melahirkan paradoks: infrastruktur meningkat, tetapi mutu lulusan stagnan. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka pendidikan akan kehilangan relevansinya dalam menjawab kebutuhan zaman.




Rey menekankan bahwa momentum Hardiknas harus dijadikan titik balik untuk melakukan evaluasi menyeluruh, bukan sekadar perbaikan parsial. Reformasi pendidikan, menurutnya, harus mencakup peningkatan kompetensi tenaga pendidik secara sistematis, pengawasan pelaksanaan pembelajaran, hingga transparansi dalam pengelolaan anggaran.
Ke depan, ia menegaskan komitmennya untuk turut mendorong dan memastikan bahwa program pendidikan di Jawa Timur berjalan sesuai dengan rencana. Tidak hanya pada aspek pembelajaran di kelas, tetapi juga pada pembangunan sarana prasarana, peningkatan mutu guru, serta efektivitas penggunaan anggaran.




Sebagai bagian dari elemen masyarakat, GRIB JAYA Jatim menyatakan siap menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif dalam mengawal kebijakan pendidikan. Peran ini menjadi penting agar setiap program tidak hanya berhenti pada perencanaan, tetapi benar-benar berdampak nyata di lapangan.
Lebih jauh, tantangan terbesar pendidikan saat ini adalah kecepatan beradaptasi terhadap perubahan global. Era modern menuntut sistem pendidikan yang tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga membangun kompetensi mulai dari kemampuan berpikir kritis, kreativitas, hingga kesiapan menghadapi disrupsi teknologi.




Tanpa keberanian untuk berubah secara fundamental, pendidikan akan terus tertinggal dari dinamika zaman. Oleh karena itu, Hardiknas 2026 harus dimaknai sebagai momentum untuk membongkar zona nyaman, memperbaiki sistem secara menyeluruh, dan memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar berorientasi pada kualitas.
Karena pada akhirnya, masa depan Jawa Timur tidak ditentukan oleh seberapa megah gedung sekolah yang dibangun, tetapi oleh seberapa siap generasi mudanya menghadapi dunia yang terus berubah. (Bagas)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati