Hearing DPRD Banyuwangi Memanas, Curhat Perangkat Desa Pecah Tangis, Pemkab Ungkap Kekecewaan
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.
Hearing yang dipimpin oleh pimpinan rapat Ruliono itu menjadi ruang terbuka bagi perangkat desa untuk menyampaikan kegelisahan yang selama ini dirasakan. Dengan suara bergetar, salah satu perangkat desa mengaku tertekan oleh kebijakan yang dinilai belum berpihak pada kondisi riil di lapangan.
“Kami ini di bawah, Pak. Setiap hari berhadapan langsung dengan masyarakat, tapi sering kali kebijakan yang turun justru menyulitkan kami,” ujar salah satu perangkat desa dengan mata berkaca-kaca di hadapan forum.
Suasana ruang rapat pun mendadak hening. Beberapa peserta hearing tampak ikut larut dalam emosi yang disampaikan.




Namun di sisi lain, Asisten Pemerintahan Kabupaten Banyuwangi, Bramuda, menyampaikan nada tegas sekaligus kekecewaannya kepada seluruh perangkat desa yang hadir. Ia menegaskan bahwa persoalan yang dipersoalkan dalam hearing tersebut sebenarnya telah dibahas dan dirumuskan solusinya dalam rapat sebelumnya bersama jajaran terkait.
“Kami menyayangkan hal ini kembali dipersoalkan, padahal solusi sudah dibahas bersama, termasuk dengan kepala desa se-Kabupaten Banyuwangi. Seharusnya sudah ada pemahaman yang sama,” tegas Bramuda.
Bramuda menambahkan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terbuka terhadap masukan, namun berharap seluruh perangkat desa juga menghormati hasil kesepakatan yang telah dicapai dalam forum resmi sebelumnya.
Sementara itu, pimpinan rapat Ruliono berupaya menenangkan suasana dan menegaskan bahwa hearing ini menjadi momentum evaluasi bersama.




“Kami di DPRD akan mencatat seluruh masukan ini. Yang terpenting, jangan ada miskomunikasi antara perangkat desa dan pemerintah daerah,” ujar Ruliono.
Hearing tersebut ditutup dengan komitmen DPRD Banyuwangi untuk menindaklanjuti aspirasi perangkat desa dan memfasilitasi koordinasi lanjutan agar polemik serupa tidak terus berulang.
(REDAKSI)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati