Cuaca
Memuat cuaca...
Pemerintahan

Investor Asing Lirik Pembangunan Sport Centre Kota Mojokerto di EJIF 2026

Investor Asing Lirik Pembangunan Sport Centre Kota Mojokerto di EJIF 2026
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

 

RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | Kota Mojokerto, 2 Oktober 2026 – Upaya Pemerintah Kota Mojokerto menawarkan peluang investasi pembangunan Sport Centre Surodinawan melalui ajang East Java Investment Forum (EJIF) 2026 yang berlangsung di Grand City, Surabaya, pada 1–2 Oktober 2026 mendapat respons positif. Setelah tim Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mojokerto memaparkan proyek tersebut di hadapan calon investor internasional, salah satu investor menunjukkan ketertarikan dan langsung melakukan survei ke lokasi pembangunan di Lapangan Surodinawan, Kamis (1/10).

 

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, keikutsertaan Kota Mojokerto dalam EJIF 2026 merupakan kesempatan untuk memperkenalkan proyek strategis daerah kepada investor internasional. Kota Mojokerto mendapat undangan dari Bank Indonesia untuk mempromosikan potensi investasi daerah dalam forum yang berlangsung di Grand City Convention and Exhibition Surabaya tersebut.

 

“Tim DPMPTSP sudah melakukan paparan di depan para calon investor. Alhamdulillah, ada yang minat dan langsung cek lokasi di Lapangan Surodinawan hari ini juga,” kata Ning Ita.

 

Menurutnya, pembangunan Sport Centre Surodinawan merupakan salah satu proyek yang ditawarkan karena memiliki potensi pengembangan tidak hanya sebagai fasilitas olahraga, tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan ekonomi daerah.

 

“Melalui forum investasi berskala internasional ini, kita tawarkan potensi pengembangan kawasan olahraga terpadu yang tidak hanya berorientasi pada penyediaan sarana olahraga, tetapi juga memiliki peluang ekonomi yang lebih luas melalui pengembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, perdagangan, dan jasa,” jelasnya.

 

Sport Centre Kota Mojokerto direncanakan dibangun di atas lahan seluas sekitar 9 hektare, dengan nilai investasi berdasarkan kajian pra-desain tahun 2026 mencapai sekitar Rp360 miliar.

 

Kawasan tersebut akan dilengkapi dengan delapan venue olahraga, meliputi lapangan voli, bulu tangkis, basket, tenis, futsal, sepak takraw, sepak bola, serta kolam renang. Selain itu, direncanakan tersedia wisma atlet putra dan putri, food court, masjid, serta area parkir yang memadai.

 

Ning Ita menjelaskan, pembangunan Sport Centre tersebut diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas olahraga yang berkualitas sekaligus membuka peluang pengembangan sport tourism di Kota Mojokerto. “Dan terpenting sebagai pengembangan sport tourism di Kota Mojokerto,” imbuhnya.

 

Lebih lanjut Ning Ita menyampaikan untuk pembiayaan pembangunan proyek tersebut, kemampuan keuangan daerah belum memadai sehingga Pemkot Mojokerto membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta.

 

“Mengingat kemampuan keuangan daerah Kota Mojokerto tidak memadai maka opsi kolaboratif merupakan pilihan rasional,” pungkas Ning Ita.

 

Melalui pembangunan Sport Centre Surodinawan, Pemkot Mojokerto berharap investasi yang masuk nantinya tidak hanya menghasilkan pembangunan infrastruktur olahraga, tetapi juga memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah. Kehadiran kawasan tersebut berpotensi mendorong penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan UMKM, perdagangan dan jasa, serta meningkatkan daya tarik Kota Mojokerto sebagai destinasi olahraga dan rekreasi.

 

*Kadis Kominfo Kota Mojokerto*

Citra Mayangsari

Mahmudah

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN