Cuaca
Memuat cuaca...
Berita

Kekurangan Dua Ruang Kelas Sejak 2019, SMPN 4 Janapria Berharap Revitalisasi Terealisasi pada 2026

Kekurangan Dua Ruang Kelas Sejak 2019, SMPN 4 Janapria Berharap Revitalisasi Terealisasi pada 2026
Mas Fadil katanya mas Ari tolong naikkan lagi
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

Lombok Tengah – Di tengah meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap SMP Negeri 4 Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, sekolah tersebut masih menghadapi persoalan mendasar berupa kekurangan dua ruang kelas yang telah berlangsung sejak 2019. Kondisi itu membuat kegiatan belajar mengajar harus memanfaatkan sejumlah ruangan lain sebagai ruang kelas sementara.

 

Meski demikian, antusiasme masyarakat terus meningkat. Pada Tahun Ajaran 2026/2027, SMP Negeri 4 Janapria menerima 84 peserta didik baru, lebih banyak dibandingkan jumlah lulusan tahun ini yang mencapai 64 siswa.

 

Kepala SMP Negeri 4 Janapria, H. Muchlisin, SH, mengatakan peningkatan jumlah peserta didik baru menjadi bukti bahwa kepercayaan masyarakat terhadap sekolah terus tumbuh, meskipun harus bersaing dengan sekolah negeri lain, sekolah swasta, madrasah, hingga pondok pesantren.

 

"Alhamdulillah, penerimaan siswa baru tahun ini meningkat. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat kepada sekolah kami semakin baik. Amanah ini tentu harus kami jaga dengan terus meningkatkan kualitas pendidikan," ujar Muchlisin, Selasa (30/6/2026).

 

Ia menjelaskan, saat ini sekolah hanya memiliki tujuh ruang belajar, sementara kebutuhan ideal mencapai sembilan ruang kelas. Akibatnya, beberapa kegiatan pembelajaran terpaksa dilaksanakan dengan memanfaatkan fasilitas lain di lingkungan sekolah.

 

"Kendala utama kami saat ini adalah keterbatasan sarana prasarana. Ruang belajar yang tersedia hanya tujuh rombongan belajar, padahal kebutuhan kami sembilan. Karena itu, kami memanfaatkan ruangan lain agar proses belajar mengajar tetap berjalan," katanya.

 

Menurut Muchlisin, pihak sekolah berharap bantuan revitalisasi yang telah diusulkan dapat segera direalisasikan pemerintah pada tahun 2026. Ia mengaku telah memperoleh sinyal positif dari Dinas Pendidikan terkait rencana tersebut.

 

"Kami berharap revitalisasi bisa segera terlaksana. Jika tambahan ruang kelas terwujud, proses pembelajaran akan lebih maksimal dan pelayanan pendidikan kepada siswa semakin baik," ucapnya.

 

Di tengah keterbatasan fasilitas, sekolah tetap berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan. Kegiatan pembinaan karakter dan keagamaan rutin dilaksanakan setiap pagi melalui program Imtaq, dilanjutkan dengan salat Dzuhur berjamaah di musala sekolah yang telah dimanfaatkan selama tiga tahun terakhir sejak diresmikan oleh Bupati Lombok Tengah.

 

Selain itu, pembenahan fasilitas sekolah terus dilakukan secara bertahap melalui dana yang tersedia serta dukungan para wali murid, seperti pemasangan keramik dan pembangunan pagar sekolah.

 

Di bidang sumber daya manusia, Muchlisin menilai kualitas tenaga pendidik menjadi kekuatan utama sekolah. Sejumlah guru telah mengikuti Program Guru Penggerak serta berbagai pembinaan dari Dinas Pendidikan, yang dinilai berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.

 

"Kami terus berupaya melakukan perubahan meski dengan keterbatasan anggaran. Semangat seluruh guru untuk memberikan pendidikan terbaik kepada siswa menjadi modal utama kami dalam membangun sekolah," pungkasnya.

 

Reporter: Ruslan

Ru
Penulis Ruslan

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN