Kisah Haru Istri Agus Flores: Melihat Sosok Kapolri Suyudi Ario Seto, Fitri Manoppo Teringat Suaminya yang Sangat Menyayangi Sang Ibu
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.
RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | JAKARTA – Di balik jabatan tinggi, ketegasan, dan tanggung jawab besar seorang pemimpin, ada sisi kemanusiaan yang kerap menjadi cermin karakter sesungguhnya. Bagi Fitri Manoppo Datau, S.Pd., istri Agus Flores, sosok Kapolri Jenderal Polisi Dr. Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., mengingatkannya pada karakter sang suami yang dikenal sangat menyayangi orang tua, sederhana, dan berusaha mencari keberkahan hidup melalui bakti kepada ibu.
Perempuan yang mengaku sebagai cucu Datu Corenelus Manoppo itu mengungkapkan, ada kesamaan nilai kehidupan yang membuatnya teringat pada perjalanan pribadi Agus Flores. Bukan semata-mata tentang kedudukan atau jabatan, melainkan tentang kasih sayang kepada ibu, ketulusan berbagi, serta keyakinan bahwa keberhasilan hidup tidak boleh menjauhkan seseorang dari orang tuanya.




Dengan nada penuh kenangan, Fitri menceritakan masa ketika kehidupan mereka belum mapan. Di tengah keterbatasan ekonomi, Agus justru menyimpan keinginan besar untuk membahagiakan sang ibu dengan mengantarkannya ke Tanah Suci.
“Saya ingat sekali, saat masih susah-susahnya, suami saya tetap mengatakan kepada ibunya, ‘Mama mau ke Tanah Suci, ya? Kalau mau, saya umrohkan Mama.’ Bukan hanya ibunya, ibu saya juga diajak. Suami saya ingin bisa menjaga dan membahagiakan orang tua,” ungkap Fitri, Selasa (14/10/2026).




Menurut Fitri, keinginan tersebut bukan sekadar ucapan manis. Baginya, sikap Agus menunjukkan bahwa bakti kepada orang tua merupakan bagian penting dalam perjalanan hidup suaminya. Bahkan, sebelum sang ibu meninggal dunia, Agus disebut telah berupaya mewujudkan keinginan untuk memberangkatkannya menunaikan ibadah umrah.
Fitri juga menggambarkan Agus sebagai sosok yang tidak gemar hidup berlebihan. Ketika memperoleh rezeki, sang suami berusaha menyisihkan sebagian untuk kepentingan ibadah dan berbagi.




“Ada rezeki, 50 persen disisihkan untuk ibadah,” tuturnya.
Dari Masa Sulit Menuju Kesempatan Berkarier di Jakarta




Di balik karakter Agus yang tertutup, Fitri menyimpan kisah tentang perjuangan suaminya membangun kehidupan melalui hasil jerih payah sendiri.
Ia mengungkapkan, dalam perjalanan kariernya, Agus pernah memperoleh kontrak sebagai bagian dari tim legal Bank Mandiri. Kesempatan itu disebut datang dalam waktu kurang dari sebulan, dengan aktivitas pekerjaan di kawasan Plaza Indonesia, Jakarta.




Bagi Fitri, pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang seorang suami yang berusaha berdiri di atas kemampuan dan kerja kerasnya sendiri.
Ia menilai Agus memiliki prinsip kuat untuk tidak selalu menggantungkan diri kepada orang lain. Meski memiliki jaringan pertemanan yang luas, sang suami tetap memilih menjalani kehidupan secara sederhana dan tidak banyak membuka urusan pribadinya kepada publik.




“Suami saya itu banyak rahasianya, tertutup orangnya. Dia ingin berdiri sendiri di atas hasil jerih payahnya sendiri,” ungkap Fitri.
Nomor Pejabat di Ponsel, tetapi Tetap Memilih Hidup Tertutup
Fitri turut menceritakan bahwa di dalam telepon genggam Agus terdapat banyak nomor kontak yang menurutnya berasal dari kalangan pejabat negara, lingkungan Istana, Polri, hingga TNI.
Ia juga mengungkapkan bahwa Agus sejak dahulu disebut rajin menjalin komunikasi dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Namun, menurut Fitri, luasnya jaringan komunikasi tersebut tidak serta-merta membuat Agus mengubah gaya hidupnya. Ia tetap melihat suaminya sebagai pribadi yang tertutup, sederhana, dan lebih memilih bekerja berdasarkan kemampuannya sendiri.
Kisah tersebut memperlihatkan sisi lain Agus Flores dari sudut pandang orang terdekatnya. Di mata Fitri, nilai kehidupan yang dipegang sang suami tidak berhenti pada pencapaian karier, tetapi juga mencakup hubungan keluarga, kepedulian terhadap orang tua, dan penggunaan rezeki untuk kepentingan ibadah.
Sosok Kapolri yang Menghadirkan Kenangan Pribadi
Ketika melihat sosok Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, Fitri mengaku teringat pada karakter Agus Flores yang selama ini dikenalnya di dalam keluarga.
Baginya, kesamaan yang paling membekas adalah gambaran tentang seorang anak yang menempatkan kasih sayang kepada ibu sebagai bagian penting dalam kehidupannya.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik nama besar, jabatan, maupun jaringan pergaulan, karakter seseorang juga tercermin dari bagaimana ia memperlakukan orang tua dan memaknai rezeki yang diperolehnya.
Bagi Fitri Manoppo Datau, kenangan tentang perjuangan Agus Flores untuk membahagiakan ibunya tetap menjadi cerita yang melekat kuat. Sebuah kisah keluarga yang, menurut penuturannya, membuatnya menemukan kemiripan nilai kemanusiaan ketika melihat sosok Kapolri Suyudi Ario Seto. (Maha)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati