Cuaca
Memuat cuaca...
Berita

MAKI Jatim Bagi 1000 Tajil di Kaliwates Jember, Merajut dan Menyibak Rahasia Ilahi di Bulan Ramadhan

MAKI Jatim Bagi 1000 Tajil di Kaliwates Jember, Merajut dan Menyibak Rahasia Ilahi di Bulan Ramadhan
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

Jember, 4 Maret 2026 — Media Indonesia Times | Ramadhan tidak pernah sekadar hadir sebagai pergantian bulan dalam hitungan kalender. Ia turun laksana embun cahaya, menyentuh dedaunan jiwa yang lama merindukan kesegaran Ilahi. Di bulan inilah manusia diajak menyelami samudra makrifat mengenal dirinya sebagai hamba, dan mengenal Tuhannya sebagai Sumber dari segala yang ada.

Di jantung kota Jember, tepat di kawasan Jalan Hayam Wuruk Kaliwates Jember (Sebelum Belokan ke Roxy Mall Jember), di hadapan denyut kemanusiaan bergetar dalam irama yang khusyuk. Langkah-langkah manusia bersilang di antara kendaraan yang melintas, namun di atas semuanya, ada getar sunyi yang lebih dalam: getar cinta yang menjelma dalam tindakan.

1000 paket ta’jil dibagikan kepada masyarakat yang tengah bersiap menyambut maghrib. Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur menghadirkan 250 paket mie goreng telur dadar, 250 paket kurma, 250 botol es sirup melon isian blewah, serta 250 paket jajanan jadul dalam plastik. Sederhana dalam rupa, namun agung dalam makna.

Sebab pada hakikatnya, Ramadhan bukan tentang apa yang tampak oleh mata, melainkan tentang apa yang bergetar dalam dada. Setiap nasi yang berpindah tangan adalah saksi bahwa rezeki hanyalah titipan. Setiap teguk yang melepas dahaga adalah pengingat bahwa segala nikmat berasal dari Yang Maha Memberi. Dan setiap senyum yang terbit di wajah penerima adalah cermin rahmat-Nya yang mengalir melalui tangan-tangan hamba.

Puasa adalah latihan menahan diri dari yang halal, agar jiwa mampu menolak yang haram. Lapar bukan sekadar kosongnya perut, melainkan ruang sunyi tempat hati belajar mendengar bisikan Tuhan. Dahaga bukan sekadar keringnya kerongkongan, melainkan madrasah kesadaran agar manusia merasakan getirnya kehidupan saudaranya. Dari sanalah lahir empati buah dari makrifat yang menyadari bahwa seluruh manusia adalah satu keluarga dalam naungan kasih Ilahi.

Ketua MAKI Korwil Jawa Timur, Heru Satriyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud syukur atas nikmat Allah SWT. Namun syukur sejati bukan hanya ucapan yang terucap, melainkan amal yang bergerak. Syukur adalah kesadaran bahwa kita hanyalah perantara bahwa Allah memilih sebagian tangan untuk menjadi jalan turunnya rahmat bagi yang lain.

Sebagai lembaga yang menyerukan integritas, MAKI memaknai Ramadhan sebagai cermin makrifat yang jernih. Korupsi tidak sekadar pelanggaran hukum, melainkan kaburnya kesadaran bahwa Allah Maha Melihat. Ketika manusia lupa akan pengawasan Ilahi, ia berani menyimpang. Namun ketika makrifat tumbuh dalam hati ketika setiap helaan napas disadari berada dalam penglihatan-Nya maka integritas bukan lagi beban, melainkan kebutuhan jiwa. Kejujuran menjadi ibadah. Amanah menjadi kehormatan.

Menjelang adzan maghrib, langit senja memerah dalam semburat jingga yang syahdu. Waktu seakan berhenti sejenak. Doa-doa terangkat dalam diam, dan hati-hati yang berpuasa menggigil oleh harap. Ta’jil yang sederhana menjadi saksi bahwa cinta tidak memerlukan kemewahan untuk bermakna. Yang kecil dalam pandangan dunia bisa menjadi besar dalam timbangan langit.

Pada akhirnya, Ramadhan adalah perjalanan pulang. Pulang dari kesibukan dunia menuju kesadaran ruhani. Pulang dari keserakahan menuju keikhlasan. Pulang dari lupa menuju ingat. Segala yang kita genggam akan lepas, dan segala yang kita ikhlaskan akan menetap sebagai cahaya.

Di antara derap langkah senja Kota Jember, terselip pesan yang tak terucap namun terasa: kemuliaan manusia tidak diukur dari apa yang ia miliki, tetapi dari seberapa dalam ia mengenal Tuhannya dan seberapa luas ia mencintai sesamanya.

Dan di situlah makrifat bertemu kemanusiaan dalam sujud yang khusyuk dan tangan yang terulur; dalam zikir yang lirih dan kasih yang mengalir; dalam iman yang bukan hanya diyakini, tetapi dihidupi. (Bagas)

Id
Penulis Idham Holid
Id
Editor Idham Holid

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN