Momen Bersejarah Di Aceh! Kapolri Suyudi Ario Seto Ziarah ke Makam Abu Beureueh Usai Ungkap Narkotika Internasional
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.
RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | PIDIE, ACEH – Sebuah momen bersejarah mewarnai kunjungan Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto ke Provinsi Aceh. Pada Sabtu sore (24/10/2026), Kapolri berziarah ke makam ulama kharismatik sekaligus pejuang kemerdekaan, Teungku Muhammad Daud Beureueh atau yang dikenal sebagai Abu Beureueh, di Kabupaten Pidie.

Ziarah tersebut menjadi perhatian karena, berdasarkan informasi yang disampaikan, kunjungan ini disebut sebagai yang pertama kali dilakukan seorang Kapolri ke makam tokoh bersejarah Aceh tersebut.




Kehadiran pucuk pimpinan Polri di makam Abu Beureueh bukan sekadar kunjungan biasa. Momentum ini menghadirkan penghormatan terhadap sosok ulama dan pejuang yang memiliki tempat penting dalam perjalanan sejarah Aceh, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian agenda Kapolri di Tanah Rencong.
Usai Pengungkapan Narkotika Internasional, Kapolri Lanjutkan Agenda di Pidie




Ziarah tersebut berlangsung setelah pengungkapan kasus narkotika internasional di wilayah Aceh. Dalam kegiatan itu, Kapolri didampingi sejumlah pejabat penting daerah, di antaranya Wakil Gubernur Aceh, Kapolda Aceh, dan Pangdam Iskandar Muda.
Rangkaian agenda tersebut menempatkan dua hal penting dalam satu momentum: upaya penegakan hukum terhadap kejahatan narkotika lintas negara dan penghormatan terhadap warisan sejarah serta perjuangan tokoh Aceh.




Pengungkapan jaringan narkotika internasional menjadi pengingat bahwa kejahatan terorganisasi membutuhkan penanganan serius, koordinasi antarlembaga, dan penegakan hukum yang konsisten. Sementara itu, ziarah ke makam Abu Beureueh membawa perhatian pada nilai sejarah yang melekat kuat dalam perjalanan masyarakat Aceh.
Abu Beureueh, Ulama dan Pejuang yang Melekat dalam Sejarah Aceh




Teungku Muhammad Daud Beureueh merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah Aceh. Kiprahnya sebagai ulama dan pejuang menjadikannya sosok yang memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan sosial dan politik daerah tersebut.
Makamnya di Pidie menjadi salah satu penanda sejarah yang mengingatkan generasi sekarang terhadap perjalanan panjang Aceh, termasuk peran ulama dalam kehidupan masyarakat.




Kunjungan Kapolri ke makam tersebut menghadirkan simbol penghormatan kepada tokoh masa lalu yang jejaknya masih menjadi bagian dari ingatan sejarah masyarakat Aceh.
Ziarah Bersejarah, Momentum Penghormatan dan Kebersamaan




Kehadiran Kapolri bersama jajaran pejabat daerah dalam ziarah ini menjadi momentum yang sarat makna. Di tengah tanggung jawab menjaga keamanan dan menegakkan hukum, penghormatan terhadap tokoh sejarah juga menjadi pengingat pentingnya memahami nilai-nilai perjuangan yang membentuk perjalanan bangsa.
Aceh memiliki sejarah panjang dengan identitas keagamaan, tradisi, dan semangat perjuangan yang kuat. Karena itu, kunjungan ke makam Abu Beureueh tidak hanya menarik perhatian dari sisi protokoler, tetapi juga membuka ruang untuk kembali mengenang kontribusi tokoh-tokoh yang berperan dalam sejarah daerah.
Momen di Pidie tersebut sekaligus menandai salah satu agenda penting dalam kunjungan Kapolri ke Aceh pada 24 Oktober 2026.
Di tengah upaya menghadapi ancaman narkotika internasional, penghormatan terhadap sejarah tetap memiliki tempat tersendiri. Penegakan hukum dan penghargaan terhadap warisan perjuangan bangsa merupakan dua aspek berbeda yang sama-sama penting dalam kehidupan bernegara.
Pidie menjadi saksi sebuah momentum yang mempertemukan agenda penegakan hukum dengan penghormatan terhadap sejarah Aceh. Ziarah Kapolri ke makam Abu Beureueh pun menjadi sorotan dalam rangkaian kunjungan tersebut, sekaligus mengingatkan bahwa sejarah dan pengabdian kepada bangsa merupakan bagian penting dari perjalanan Indonesia.***
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati