180 Tim Turun Gelanggang! Wabup Cup Banyuwangi 2026 Pecah, Tiga Juara Akhirnya Terungkap
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.
RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | BANYUWANGI – Atmosfer panas dan penuh adrenalin menyelimuti Gedung Olahraga (GOR) Tawangalun, Banyuwangi. Ribuan suporter memadati tribun, memberikan dukungan luar biasa kepada tim kebanggaannya dalam laga puncak Turnamen Futsal Wabup Cup 2026, Sabtu (7/11/2026).

Setelah melewati persaingan panjang sejak 23 Oktober 2026, turnamen futsal antarpelajar dan kategori umum tersebut akhirnya melahirkan para kampiun. Pertandingan demi pertandingan menyuguhkan drama, adu strategi, mental juara, hingga perebutan gelar yang berlangsung sengit.




Sebanyak 180 tim dengan total 2.160 peserta menjadi bukti besarnya gairah olahraga futsal di Banyuwangi. Dari jumlah tersebut, 1.584 merupakan pelajar dan 576 peserta berasal dari kategori umum.
TIGA KATEGORI, TIGA JUARA, PERSAINGAN PENUH DRAMA!




Di kategori SD, SDN 1 Lateng tampil perkasa. Mereka sukses mengakhiri perlawanan SDIT Al-Qomar dengan kemenangan meyakinkan 4-1. Hasil tersebut memastikan SDN 1 Lateng berdiri di podium tertinggi.
Persaingan lebih ketat tersaji di kategori SMP. SMPN 1 Genteng harus bekerja keras menghadapi SMPN 1 Kalipuro dalam duel yang berlangsung menegangkan. Dengan keunggulan tipis 3-2, SMPN 1 Genteng akhirnya memastikan gelar juara.




Sementara itu, partai final kategori SMA menjadi tontonan paling menarik. Dua kekuatan dari sekolah yang sama, MAN 1 Banyuwangi (A) dan MAN 1 Banyuwangi (B), saling berhadapan dalam derbi yang sarat gengsi.
Pertarungan dua tim bersaudara tersebut berlangsung alot. Namun, MAN 1 Banyuwangi (A) berhasil keluar sebagai pemenang setelah mencetak satu gol tanpa balas. Skor 1-0 mengantarkan mereka merebut mahkota juara.




WABUP MUJIONO: WABUP CUP BUKAN SEKADAR MENCARI PEMENANG
Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, hadir langsung menyaksikan kemeriahan partai final sekaligus menyerahkan trofi kepada para juara.




Mujiono memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan kemampuan, semangat juang, dan sportivitas sepanjang kompetisi.
Menurutnya, Wabup Cup bukan sekadar ajang memperebutkan piala, tetapi menjadi wadah pembinaan sekaligus tempat menemukan potensi atlet futsal masa depan Banyuwangi.




Sejak pertama kali digelar pada 2016, turnamen ini telah konsisten menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan dan membangun mental kompetitif.
"Yang kita cari bukan hanya pencetak gol, tetapi anak-anak yang disiplin, kompak, menghormati lawan, dan tidak mudah menyerah. Ini bukti nyata bahwa semangat olahraga anak-anak Banyuwangi terus tumbuh," ungkap Mujiono.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada panitia, wasit, pelatih, orang tua, sponsor, serta seluruh pihak yang ikut menyukseskan penyelenggaraan turnamen.
MENANG JANGAN SOMBONG, KALAH JANGAN MENYERAH!
Di hadapan para atlet muda, Mujiono mengingatkan bahwa kemenangan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan dalam olahraga. Karakter, kedisiplinan, kerja sama, dan kemauan untuk terus berlatih merupakan modal utama menuju prestasi yang lebih besar.
Para juara diminta tetap rendah hati dan tidak cepat berpuas diri. Sementara bagi tim yang belum berhasil membawa pulang trofi, ia berpesan agar menjadikan kekalahan sebagai bahan evaluasi untuk bangkit lebih kuat.
"Hari ini boleh kalah di papan skor, tetapi jangan kalah dalam semangat belajar. Saya berharap sekolah, klub, pelatih, dan orang tua terus mendampingi para atlet muda ini. Prestasi besar lahir dari latihan yang konsisten dan karakter yang baik," tegasnya.
Gelaran Wabup Cup 2026 kembali menegaskan bahwa Banyuwangi memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga futsal, khususnya di kalangan generasi muda.
Dari GOR Tawangalun, semangat kompetisi telah menyala. Bukan hanya tentang siapa yang mengangkat trofi, tetapi tentang bagaimana melahirkan generasi atlet yang tangguh, disiplin, berkarakter, dan siap mengharumkan nama Banyuwangi di panggung yang lebih tinggi. (silvi)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati