Cuaca
Memuat cuaca...
Olahraga

Guncang Dunia! Atlet Disabilitas Bali Pecahkan Rekor Dunia, Koster Siapkan Bonus dan Beasiswa Kuliah

Guncang Dunia! Atlet Disabilitas Bali Pecahkan Rekor Dunia, Koster Siapkan Bonus dan Beasiswa Kuliah
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

 

RADARBLAMBANGANNEWS. COM, | DENPASAR, BALI, – Prestasi luar biasa kembali ditorehkan putra-putri terbaik Bali di panggung olahraga internasional. Di tengah berbagai keterbatasan fisik, tiga atlet disabilitas asal Pulau Dewata justru membuktikan bahwa semangat juang, ketekunan, dan kerja keras mampu menembus batas hingga mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.

Gempur rokok

 

Tak sekadar meraih medali, salah satu atlet bahkan sukses memecahkan rekor dunia. Torehan membanggakan tersebut mendapat perhatian serius dari Gubernur Bali, Wayan Koster, yang berkomitmen memberikan penghargaan berupa bonus prestasi hingga dukungan pendidikan sampai jenjang perguruan tinggi.

 

Apresiasi itu disampaikan Gubernur Koster saat menerima ketiga atlet di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, Jumat (30/10/2026) sore. Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta yang juga menjabat sebagai Ketua KONI Bali.

 

Tiga atlet yang sukses mengukir prestasi internasional tersebut yakni I Kadek Dwi Purwana Yasa, Ni Made Arianti Putri, dan Ni Nengah Widiasih. Mereka menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berdiri sejajar dengan atlet-atlet terbaik dunia.

 

LEMPARAN EMAS 49,75 METER, REKOR DUNIA KEMBALI DIPECAHKAN!

 

Nama I Kadek Dwi Purwana Yasa menjadi sorotan setelah tampil luar biasa di cabang olahraga para atletik nomor lempar cakram putra kelas F57.

 

Dengan lemparan sejauh 49,75 meter, Kadek berhasil merebut medali emas sekaligus memecahkan rekor dunia miliknya sendiri.

 

Pencapaian tersebut bukan sekadar kemenangan di arena pertandingan. Lebih dari itu, prestasi Kadek menjadi simbol bahwa perjuangan tanpa menyerah mampu melahirkan sejarah besar bagi olahraga Indonesia.

 

Rekor dunia yang berhasil dipertahankannya sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Bali.

 

ARIANTI TAK GENTAR! MEDALI PERUNGGU DAN CATATAN WAKTU TERBAIK

 

Prestasi gemilang juga dipersembahkan Ni Made Arianti Putri dari cabang olahraga para atletik nomor lari 100 meter putri kelas T12.

 

Bersama pelari pendampingnya, Guntur Wijanarko, Arianti berhasil meraih medali perunggu dengan catatan waktu 12,51 detik.

 

Catatan tersebut menjadi waktu terbaik sepanjang pencapaiannya.

 

Keberhasilan Arianti memperlihatkan bahwa semangat, disiplin, serta kerja keras dalam latihan mampu membawa atlet disabilitas bersaing di level internasional.

 

WIDIASIH KEMBALI BUKTIKAN DIRI, DUA MEDALI INTERNASIONAL DIPERSEMBAHKAN

 

Atlet senior Ni Nengah Widiasih kembali menunjukkan kelasnya di cabang olahraga para angkat berat.

 

Bertanding di kelas 41 kilogram putri, Widiasih berhasil meraih medali perunggu melalui angkatan terbaik seberat 97 kilogram.

 

Tak berhenti di situ, ia juga mempersembahkan medali perak pada nomor beregu campuran atau mixed team event.

 

Prestasi tersebut semakin mempertegas konsistensi Widiasih sebagai salah satu atlet disabilitas kebanggaan Bali yang terus berjuang mengharumkan nama Indonesia.

 

KOSTER TEGASKAN: PRESTASI HARUS DIHARGAI, MASA DEPAN ATLET JUGA DIPERJUANGKAN!

 

Di hadapan ketiga atlet, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan ucapan selamat sekaligus penghargaan atas perjuangan dan dedikasi yang telah mereka tunjukkan.

 

Menurutnya, keberhasilan para atlet bukan hanya menjadi kebanggaan Bali, tetapi juga membuktikan bahwa atlet disabilitas memiliki kemampuan, potensi, dan daya saing yang luar biasa di tingkat internasional.

 

Pemerintah Provinsi Bali pun berkomitmen memberikan perhatian lebih terhadap para atlet berprestasi, termasuk atlet disabilitas.

 

Dukungan tersebut tidak hanya berupa bonus sebagai penghargaan atas capaian olahraga, tetapi juga bantuan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.

 

Langkah ini menjadi pesan penting bahwa perjuangan seorang atlet tidak boleh berhenti ketika pertandingan usai. Masa depan mereka harus tetap diperhatikan, termasuk dalam membuka kesempatan memperoleh pendidikan yang lebih tinggi.

 

Dengan dukungan tersebut, para atlet diharapkan mampu mengembangkan potensi diri, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah masa aktif bertanding.

 

BUKAN SEKADAR MEDALI, MEREKA ADALAH INSPIRASI!

 

Prestasi Kadek Dwi Purwana Yasa, Arianti Putri, dan Ni Nengah Widiasih menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukanlah batas bagi seseorang untuk meraih mimpi.

 

Mereka telah membuktikan bahwa perjuangan, disiplin, dan semangat pantang menyerah mampu melahirkan prestasi yang membanggakan.

 

Pemerintah Provinsi Bali berharap keberhasilan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan olahraga disabilitas, sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Bali dan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

 

Dari Bali untuk Indonesia, dari perjuangan menuju kejayaan dunia. Prestasi mereka bukan hanya tentang medali, tetapi juga tentang keberanian melampaui batas dan membuktikan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi juara.***

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN

">