WUSHU BANYUWANGI BORONG 14 MEDALI DI PIALA GUBERNUR JAWA TIMUR, PRESTASI GEMILANG DI TENGAH MINIMNYA DUKUNGAN PEMERINTAH
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.
RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | Tim Wushu Banyuwangi kembali mengukir prestasi membanggakan dalam ajang Kejuaraan Wushu Piala Gubernur Jawa Timur yang diselenggarakan di Jombang pada 31 Oktober sampai 1 November 2026. Di bawah binaan dan arahan *Coach Adi Wahyu Wijaya dan Coach Niken Panggayuh Mukti,* para atlet muda Banyuwangi berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan membawa pulang total 14 medali, terdiri atas 1 medali emas, 3 medali perak, dan 10 medali perunggu. Capaian ini bukan sekadar angka dalam daftar kejuaraan, melainkan bukti bahwa anak-anak Banyuwangi memiliki potensi besar untuk bersaing dan mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi. Kerja keras, disiplin latihan, pengorbanan waktu, serta semangat juang para atlet akhirnya membuahkan hasil yang patut diapresiasi.

Medali emas berhasil diraih Mohammad Ryu Purnomo pada nomor Wing Chun Siu Nim Tao Tradisional D Putra. Sementara itu, tiga medali perak dipersembahkan oleh Stevia Veda Mukti Wijaya pada nomor Double Hand Weapon Tradisional C Putri, Mohammad Ryu Purnomo pada nomor Bart Jaam Dao B Putra, serta Keysa Najwa Azzahra pada nomor Kungfu Shan Tradisional C Putri. Prestasi tersebut menunjukkan kualitas dan konsistensi atlet Wushu Banyuwangi dalam menghadapi persaingan dengan peserta dari berbagai daerah. Tidak berhenti di situ, sepuluh medali perunggu turut melengkapi keberhasilan kontingen melalui perjuangan Adinda Chandani Helga Janitra, Satria Viandra Mukti Wijaya, Aurora Salsabilluna Wardhani, Gede Amsal Christiano Sonata The, Shara Vidya Mukti Wijaya, Raisa Aulia Putri, Rafassya Alkhawarizmy Wardhani, Keysa Najwa Azzahra, dan Balqis Imtiazahra.




Namun, di balik keberhasilan tersebut, ada ironi yang patut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Para atlet muda ini berjuang membawa nama daerah, tetapi dukungan pemerintah daerah terhadap perjuangan mereka masih dirasakan minim. Keberangkatan, kebutuhan akomodasi, transportasi, hingga berbagai kebutuhan pertandingan harus diupayakan secara mandiri melalui patungan dan swadaya. Sungguh memprihatinkan ketika anak-anak yang berjuang mengharumkan nama Banyuwangi harus menghadapi keterbatasan pembiayaan tanpa dukungan yang memadai dari pemerintah daerah. Mereka bukan sedang meminta kemewahan, melainkan membutuhkan perhatian, fasilitas, dan kesempatan yang layak agar potensi serta prestasi mereka dapat terus berkembang.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi semestinya tidak hanya bangga ketika para atlet berhasil membawa pulang medali, memasang foto kemenangan, atau menyampaikan ucapan selamat setelah perjuangan mereka selesai. Pemerintah harus hadir sejak proses pembinaan, persiapan, keberangkatan, hingga pengembangan prestasi atlet. Olahraga bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia. Jika pemerintah serius membangun generasi muda yang berprestasi, maka dukungan anggaran, fasilitas latihan, pembinaan atlet, dan penghargaan terhadap pelatih maupun atlet harus menjadi perhatian nyata. Jangan sampai semangat anak-anak daerah justru lebih besar daripada kepedulian pemangku kebijakan terhadap masa depan olahraga Banyuwangi.




Prestasi 1 emas, 3 perak, dan 10 perunggu ini seharusnya menjadi tamparan sekaligus pengingat bahwa prestasi tidak selalu lahir dari fasilitas mewah dan dukungan anggaran besar, tetapi juga dari ketulusan, pengorbanan, dan semangat pantang menyerah. Salut untuk seluruh atlet Wushu Banyuwangi, Coach Adi, Coach Niken, serta para orang tua yang telah bergotong royong dan patungan demi mewujudkan mimpi anak-anak mereka. Jangan biarkan perjuangan para pejuang kecil ini berjalan sendirian. Banyuwangi membutuhkan pemerintah yang tidak hanya pandai membangun citra prestasi, tetapi juga bersedia hadir dan berkorban untuk melahirkan prestasi. Sebab, medali yang mereka bawa pulang adalah kebanggaan Banyuwangi, bukan sekadar kebanggaan keluarga dan komunitas Wushu.
HS.




⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati