Cuaca
Memuat cuaca...
Polri

Agus Flores Saya Tak Ingin Meninggalkan Kapolri Suyudi, Beliau Mengerti Perjuangan Saya di Lapangan

Agus Flores Saya Tak Ingin Meninggalkan Kapolri Suyudi, Beliau Mengerti Perjuangan Saya di Lapangan
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

 

RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | JAKARTA, 16 OKTOBER 2026, - Ketua Umum Fast Respon (FRN), Agus Flores, menyampaikan penghormatan dan rasa terima kasihnya kepada Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto (SAS). Bagi Agus, hubungan yang terjalin bukan sekadar hubungan antara tokoh organisasi dan pimpinan institusi Polri, melainkan juga ikatan penghargaan, kepedulian, serta ingatan terhadap perjuangan panjang di lapangan.

 

Dalam pesan yang disampaikannya pada Jumat (16/10/2026), Agus mengungkapkan bahwa dirinya tidak ingin meninggalkan sosok Jenderal SAS yang selama ini dinilainya memiliki kepribadian baik, rendah hati, dan mampu memahami berbagai kesulitan yang dihadapinya selama menjalankan aktivitas di berbagai daerah di Indonesia.

 

“Baik banget Kapolri. Saya enggak mau tinggalkan Jenderal SAS. Sejak beliau menjadi jenderal, orangnya sangat baik, tidak sombong, dan mengerti susah-susahnya saya di lapangan,” ungkap Agus dalam pesannya.

 

Agus juga menceritakan bentuk perhatian personal yang menurutnya menjadi salah satu alasan kuat untuk tetap menghargai sosok Kapolri tersebut. Ia mengaku, di tengah kesibukan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, Jenderal SAS terkadang menghubunginya secara langsung untuk menanyakan kondisi kesehatannya.

 

“Kadang beliau selalu menghubungi saya, menanyakan kesehatan Ketummu ini. Beliau sangat menghargai kerja saya di lapangan,” tuturnya.

 

Bagi Agus, perhatian seperti itu memiliki arti tersendiri. Menurutnya, perjuangan di lapangan tidak selalu mudah. Dibutuhkan tenaga, waktu, komitmen, serta kesediaan menghadapi berbagai tantangan ketika menjalankan aktivitas di tengah masyarakat dan memantau berbagai persoalan di daerah.

 

Karena itulah, Agus memandang bahwa kebaikan dan perhatian seseorang tidak seharusnya dilupakan hanya karena perubahan keadaan atau dinamika jabatan.

 

Ia bahkan mengungkapkan bahwa meninggalkan orang yang pernah memahami perjuangannya merupakan sesuatu yang berat baginya.

 

“Lantas saya enggak membalas, durhaka banget saya ini,” demikian ungkapan Agus yang menggambarkan rasa hormat dan terima kasihnya.

 

Dua Dekade Menyusuri Nusantara

 

Agus juga menyinggung perjalanan panjangnya selama kurang lebih 20 tahun di berbagai wilayah Indonesia. Ia mengaku telah menghabiskan banyak waktu di Tanah Air, menyusuri berbagai daerah dari Sabang hingga Merauke.

 

Pengalaman panjang tersebut, menurut Agus, membentuk cara pandangnya terhadap pengabdian, hubungan antarmanusia, dan pentingnya menghargai orang-orang yang memahami perjuangan seseorang ketika berada dalam situasi sulit.

 

Perjalanan dari satu daerah ke daerah lain bukan hanya tentang jarak geografis, tetapi juga tentang pengalaman berhadapan dengan beragam persoalan masyarakat, membangun komunikasi, serta memahami kondisi nyata di lapangan.

 

Dalam konteks aktivitasnya bersama Fast Respon, Agus menempatkan pengalaman tersebut sebagai bagian dari perjalanan pengabdian yang ingin terus dijalankannya. Ia menilai bahwa komunikasi dan kepedulian dari berbagai pihak menjadi hal penting untuk menjaga semangat dalam menjalankan tanggung jawab.

 

Loyalitas yang Berangkat dari Penghargaan

 

Pernyataan Agus memperlihatkan bahwa loyalitas yang ia sampaikan kepada Jenderal SAS berangkat dari pengalaman pribadi dan penghargaan atas perhatian yang dirasakannya selama ini.

 

Bagi Agus, menghormati seorang pemimpin tidak semata-mata berkaitan dengan jabatan yang sedang diemban, melainkan juga dengan sikap, kerendahan hati, dan kepedulian terhadap orang-orang yang bekerja di lapangan.

 

Meski demikian, penghormatan kepada pimpinan tetap dapat berjalan seiring dengan sikap kritis, keterbukaan terhadap evaluasi, serta komitmen untuk menyampaikan aspirasi masyarakat secara bertanggung jawab.

 

Melalui pernyataannya, Agus menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik dan tidak melupakan orang-orang yang pernah memberikan perhatian serta penghargaan terhadap perjuangan yang dijalani.

 

Pada akhirnya, bagi Agus Flores, perjalanan dua dekade menyusuri Nusantara bukan hanya tentang berapa banyak daerah yang telah didatangi, tetapi juga tentang siapa saja yang tetap menghargai perjuangan di balik perjalanan panjang tersebut. (Maha) 

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN

">