Cuaca
Memuat cuaca...
Polri

Bersama Masyarakat Menjaga Aceh Tetap Damai, Dedikasi Kapolda Ruddi Setiawan Tuai Apresiasi Mahasiswa Pemuda Aceh

Bersama Masyarakat Menjaga Aceh Tetap Damai, Dedikasi Kapolda Ruddi Setiawan Tuai Apresiasi Mahasiswa Pemuda Aceh
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

 

RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | BANDA ACEH — Ketua Umum Persatuan Mahasiswa Pemuda Aceh Serantau, Rifqi Maulana, menyampaikan apresiasi atas dedikasi Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., dalam menjaga keamanan, memperkuat persatuan, dan merawat perdamaian di Tanah Rencong.

 

Menurut Rifqi, menjaga Aceh tetap aman dan damai membutuhkan komitmen bersama antara kepolisian, pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, mahasiswa, pemuda, dan seluruh lapisan masyarakat. Peran kepolisian tidak hanya penting dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam membangun komunikasi, merawat kepercayaan publik, serta menciptakan ruang dialog yang sehat.

 

“Kami mengapresiasi dedikasi Kapolda Aceh beserta seluruh jajaran dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Bagi kami, keamanan yang sesungguhnya adalah ketika masyarakat merasa terlindungi, aspirasi didengar, dan persaudaraan tetap terjaga,” ujar Rifqi Maulana.

 

Ia menilai, pendekatan humanis dan komunikasi yang baik antara aparat keamanan dan masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas daerah. Terlebih, Aceh memiliki pengalaman sejarah yang mengajarkan bahwa perdamaian harus dijaga melalui kedewasaan, saling menghormati, dan semangat persatuan.

 

Rifqi juga menyoroti pentingnya sinergi antara Polri, TNI, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan keamanan, pemberantasan narkotika, hingga perlindungan generasi muda. Menurutnya, kolaborasi yang kuat akan membantu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pendidikan, investasi, pembangunan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

 

Apresiasi atas Dedikasi Menjaga Perdamaian

 

Rifqi menyampaikan bahwa berbagai penghargaan yang diterima Kapolda Aceh, termasuk Pin Emas Kapolri dan penghargaan dari Pemerintah Aceh terkait kontribusi terhadap perdamaian, merupakan momentum untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

 

Ia berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran kepolisian untuk terus mengedepankan profesionalitas, integritas, pendekatan yang humanis, serta penegakan hukum yang adil dan transparan.

 

“Penghargaan tentu patut diapresiasi. Namun, yang paling utama adalah bagaimana pengabdian itu dirasakan langsung oleh masyarakat. Ketika masyarakat merasa aman, mendapatkan pelayanan yang baik, dan memiliki kepercayaan kepada aparat, di situlah nilai pengabdian benar-benar hadir,” katanya.

 

Menurut Rifqi, persatuan tidak dapat dibangun hanya melalui seruan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Karena itu, ia mendorong agar ruang komunikasi antara kepolisian dan masyarakat terus terbuka, sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan secara bijaksana tanpa memperbesar perbedaan.

 

Mahasiswa dan Pemuda Harus Menjadi Bagian dari Solusi

 

Sebagai organisasi yang menghimpun mahasiswa dan pemuda Aceh, Rifqi menegaskan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga perdamaian, menyampaikan aspirasi secara konstruktif, serta menghindari penyebaran informasi yang dapat memecah belah masyarakat.

 

Ia mengajak seluruh elemen pemuda untuk memperkuat semangat kebangsaan tanpa meninggalkan identitas dan kearifan lokal Aceh.

 

“Jangan sampai perbedaan pandangan membuat kita kehilangan persaudaraan. Aceh membutuhkan generasi muda yang berpikir jernih, berani menyampaikan kebenaran, menghormati hukum, dan ikut menjaga persatuan,” tegasnya.

 

Rifqi menambahkan, hubungan yang baik antara aparat keamanan dan masyarakat harus dibangun atas dasar saling menghormati, keterbukaan, dan tanggung jawab. Kritik yang disampaikan secara konstruktif perlu menjadi bagian dari upaya memperbaiki pelayanan publik dan memperkuat demokrasi.

 

Ia berharap kepemimpinan Kapolda Aceh terus mendorong terciptanya situasi keamanan yang kondusif, pelayanan kepolisian yang semakin dekat dengan masyarakat, serta kolaborasi yang berkelanjutan dalam mendukung pembangunan Aceh.

 

“Persatuan adalah kekuatan kita, perdamaian adalah tanggung jawab kita, dan masa depan Aceh adalah amanah bersama. Kami ingin melihat Aceh terus maju, masyarakatnya hidup dalam ketenteraman, dan generasi mudanya memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” tutup Rifqi Maulana.***

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN

">