Cuaca
Memuat cuaca...
Umum

LAWAN BULLYING, GRIB JAYA DPC BANYUWANGI BUKA CALL CENTER! Bang Yahya: Korban Tak Boleh Berjuang Sendirian, Trauma Harus Dipulihkan!

LAWAN BULLYING, GRIB JAYA DPC BANYUWANGI BUKA CALL CENTER! Bang Yahya: Korban Tak Boleh Berjuang Sendirian, Trauma Harus Dipulihkan!
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

 

RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | BANYUWANGI – Perang terhadap aksi perundungan atau bullying tidak boleh berhenti sebatas kecaman. Dibutuhkan keberanian, kepedulian, serta langkah nyata untuk melindungi korban yang mengalami trauma, depresi, kecemasan, hingga kehilangan rasa percaya diri. Menyikapi persoalan tersebut, Ketua GRIB Jaya DPC Banyuwangi, Yahya Umar, S.H., yang akrab disapa Bang Yahya, mendorong hadirnya sistem perlindungan korban yang lebih kuat, aman, dan berpihak kepada mereka yang membutuhkan pertolongan.

 

Bang Yahya menegaskan, korban bullying tidak boleh dibiarkan menghadapi tekanan psikologis seorang diri. Luka akibat perundungan bukan persoalan sepele, sebab dampaknya dapat membekas dalam kehidupan korban, baik secara mental, sosial, maupun dalam proses pendidikan.

 

Menurutnya, sudah saatnya Banyuwangi memiliki tim konselor yang mampu membantu korban melewati masa sulit, memulihkan kondisi psikologis, serta membangun kembali keberanian dan kepercayaan diri mereka.

 

“Korban bullying membutuhkan pendampingan, bukan sekadar simpati. Mereka harus mendapatkan ruang aman untuk bercerita, memperoleh dukungan, dan dibantu memulihkan kondisi psikologisnya,” demikian pesan yang ingin ditegaskan melalui langkah kepedulian tersebut. Minggu, (11/10/2026). 

 

GRIB Jaya Dorong Crisis Center, Korban Harus Berani Melapor Tanpa Takut!

 

Tidak hanya menyoroti pentingnya pendampingan psikologis, GRIB Jaya DPC Banyuwangi juga mendorong Pemerintah Daerah Banyuwangi dan institusi pendidikan untuk memperkuat aturan serta mekanisme penanganan kasus bullying.

 

Bang Yahya menilai, sistem pengaduan atau crisis center yang aman dan mudah diakses perlu menjadi perhatian serius. Korban maupun keluarga harus memiliki saluran pelaporan yang jelas, terlindungi dari intimidasi, serta mendapatkan tindak lanjut yang tepat.

 

Sistem tersebut diharapkan tidak berhenti pada penerimaan laporan semata. Setiap pengaduan perlu ditangani secara profesional, dengan menjaga kerahasiaan identitas korban, memberikan pendampingan yang diperlukan, serta mengedepankan keselamatan dan pemulihan korban.

 

Sekolah dan lingkungan pendidikan juga diharapkan tidak menyepelekan laporan perundungan. Pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi, pengawasan, dan penanganan yang tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Pesan GRIB Jaya DPC Banyuwangi jelas: jangan diam ketika melihat bullying, jangan menyalahkan korban, dan jangan membiarkan perundungan menjadi kebiasaan yang dianggap lumrah.

 

Buka Call Center, GRIB Jaya Siap Menjadi Saluran Pengaduan Masyarakat

 

Sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan perundungan, GRIB Jaya DPC Banyuwangi membuka saluran komunikasi bagi masyarakat yang ingin menyampaikan pengaduan maupun meminta informasi terkait persoalan bullying.

 

Masyarakat, orang tua, maupun pihak yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi nomor berikut:

 

CALL CENTER GRIB JAYA DPC BANYUWANGI

 

- +62 852-3601-5885

 

Melalui saluran tersebut, masyarakat diharapkan memiliki akses untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi dan mencari dukungan awal. Untuk kebutuhan konseling psikologis atau penanganan profesional, korban dapat diarahkan kepada tenaga ahli maupun lembaga berwenang sesuai kebutuhan.

 

GRIB Jaya DPC Banyuwangi berharap langkah ini dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk membangun lingkungan yang lebih aman, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat.

 

Bullying bukan bahan candaan. Bagi korban, perundungan bisa menjadi beban berat yang sulit diungkapkan. Karena itu, keberanian melapor harus disambut dengan kepedulian, bukan penghakiman.

 

Kini saatnya bergerak bersama. Hentikan bullying, lindungi korban, pulihkan trauma, dan pastikan tidak ada anak maupun warga yang merasa sendirian saat menghadapi perundungan.***

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN

">