Cuaca
Memuat cuaca...
Daerah

Lestarikan Batik Lokal, BALOS 2026 Satukan Budaya, UMKM, dan Ekonomi Kreatif

Lestarikan Batik Lokal, BALOS 2026 Satukan Budaya, UMKM, dan Ekonomi Kreatif
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

 

RADARBLAMBANGANNEWS.COM | LUMAJANG – Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, kolaborasi dengan Bank Jatim untuk pemenuhan stand UMKM dan pelaku ekonomi kreatif. menggelar Batik Lumajang On The Street (BALOS) 2026 dengan mengusung tema “Harmoni in Heritage " Merayakan Warisan, Menginspirasi Generasi. 

 

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk melestarikan batik khas Lumajang sekaligus mendorong perkembangan ekonomi kreatif dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

 

Kegiatan yang digelar pada Sabtu (10/10/2026) tersebut berlangsung di kawasan Alun-Alun Utara, tepat di depan Kantor Bupati Lumajang. Acara dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, sekitar pukul 20.00 WIB, dengan menghadirkan lomba fashion batik Lumajang, bazar UMKM, serta eksibisi ekonomi kreatif (ekraf).

 

BALOS 2026 terbuka untuk masyarakat dan dapat dinikmati secara gratis. Seluruh peserta lomba diwajibkan mengenakan Batik Lumajang sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian warisan budaya daerah.

 

Tahun ini, tercatat sebanyak 201 peserta mengikuti lomba fashion batik yang terbagi dalam enam kategori. Kategori A diperuntukkan bagi anak PAUD/TK, kategori B untuk siswa SD kelas 1–3, kategori C untuk siswa SD kelas 4–6, kategori D untuk siswa SMP/MTs, kategori E untuk SMA dan umum, serta kategori F yang diikuti camat dan organisasi perangkat daerah (OPD).

 

Pembagian kategori tersebut menjadi ruang bagi berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, pelajar, masyarakat umum hingga unsur pemerintahan, untuk turut berpartisipasi dalam mempromosikan batik khas Lumajang.

 

BALOS 2026 merupakan penyelenggaraan yang kelima kalinya. Konsistensi kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kecintaan masyarakat terhadap batik lokal sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Lumajang kepada khalayak yang lebih luas.

 

Acara dibuka oleh Joko Setyo, selaku Kepala Bidang Ekonomi Kreatif pada Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang.

 

Joko mengatakan, penyelenggaraan BALOS bukan sekadar ajang pameran busana, melainkan wadah nyata untuk melestarikan identitas budaya daerah sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku UMKM dan Ekraf di Lumajang.

 

Dalam penyelenggaraannya, BALOS tidak hanya menitikberatkan pada penampilan busana batik, tetapi juga menjadi wadah promosi bagi pelaku UMKM dan pegiat ekonomi kreatif untuk memperkenalkan produk serta karya mereka kepada masyarakat.

 

Melalui tema “Harmoni in Heritage”, kegiatan ini diharapkan mampu menyatukan nilai tradisi dengan kreativitas generasi masa kini. Batik tidak sekadar dipandang sebagai produk busana, tetapi juga sebagai identitas budaya yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya, " Ujar joko. 

 

Joko juga mengatakan, Yang pasti Balos 2026 beda dengan Balos-Balos sebelumnya. Karena Balos 2026 kita bentuk ekosistem, kita bentuk fondasi teman-teman pelaku ekonomi kreatif. Jadi seluruhnya kegiatan, kami kolaborasi dengan teman-teman pelaku ekraf, dari fashion, dari kriya, batik, dari desainer, dari fotografer, itu semua cakupan Balos di tahun 2026.

 

​Seluruhnya UMKM yang di sebelah timur itu memang murni UMKM yang dari binaannya Bank Jatim sama Diskopindag. Kemudian yang sebelah barat ada 15 ekshibisi pelaku ekonomi kreatif, mulai dari batik, desainer, tour guide, barista, cosplay, kemudian gitar, kemudian rajutan, semuanya itu sama seni rupa, semuanya ekshibisi pelaku ekraf. Dan semuanya dari 30 tenda, gratis, nggak ada yang bayar, " Jelas joko. 

 

​Kalau Balos-nya sudah kelima kali. Tapi yang sebelumnya terkait dengan penganggaran yang ada di CSR, jadi pesertanya bayar, UMKM-nya bayar. Kalau yang ini murni memang kegiatannya Kabupaten, yang didukung dari Bupati untuk menyelenggarakan dari beberapa pelaku ekonomi kreatif itu menjadikan satu bagian untuk fondasi perekonomian yang ada di Kabupaten Lumajang.  

​

kami berharap kolaborasi dari masyarakat, kolaborasi dari teman-times subsektor lain pelaku ekraf mendukung untuk kegiatan Balos di tahun-tahun berikutnya itu bisa secara lebih wah lagi, lebih ramai lagi untuk mendukung pelaku-pelaku ekonomi kreatif sama UMKM untuk menopang perekonomian yang ada di Kabupaten Lumajang.

 

Terutamanya batik dari 21 yang sudah kami HAKI-kan bisa terjual, bisa terpublikasi kepada masyarakat baik dari Kabupaten maupun luar Kabupaten Lumajang untuk memberikan identitas Lumajang itu khas batiknya seperti yang sudah di-HAKI-kan 20 Hak Cipta dari Kementerian Hukum, " Terang joko. 

​

Dengan adanya lomba fashion batik, bazar UMKM, dan eksibisi ekonomi kreatif, BALOS 2026 diharapkan semakin memperkuat posisi Batik Lumajang sebagai kebanggaan daerah sekaligus membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat.

 

( uzi )

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN

">