Cuaca
Memuat cuaca...
Hukum & Kriminal

Buktikan SAE Paswangi Lebih dari Wadah Pembinaan, Lapas Banyuwangi Sambut Edukasi Ketahanan Pangan Puluhan Siswa SD

Buktikan SAE Paswangi Lebih dari Wadah Pembinaan, Lapas Banyuwangi Sambut Edukasi Ketahanan Pangan Puluhan Siswa SD
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

 

RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | BANYUWANGI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi kembali membuktikan bahwa Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi memiliki peran strategis yang tidak terbatas pada pembinaan bagi Warga Binaan saja. Kawasan pertanian dan peternakan terpadu tersebut kini resmi bertransformasi menjadi laboratorium alam berbasis edukasi publik usai menerima kunjungan belajar puluhan siswa dari SDN 3 Macan Putih pada, Jumat (9/10).

 

Kunjungan edukatif ini dirancang untuk mengenalkan rantai ketahanan pangan serta dunia pertanian modern kepada generasi muda sejak dini. Kehadiran para pelajar Sekolah Dasar ini disambut hangat oleh jajaran petugas Lapas Banyuwangi yang siap membagikan pengetahuan praktis seputar pengelolaan sektor pangan.

 

Rombongan siswa dan guru pendamping dari SDN 3 Macan Putih dipandu langsung oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Banyuwangi, Lasirun, beserta jajarannya. Sepanjang kegiatan, tim Giatja secara telaten memberikan penjelasan mengenai berbagai zona budidaya yang dikembangkan di kawasan SAE Paswangi.

 

Kawasan SAE Paswangi sendiri menyimpan ragam komoditas pangan unggulan yang dikelola secara produktif. Mulai dari sektor hortikultura seperti tanaman padi, jagung, cabai, dan aneka sayuran segar, hingga sektor peternakan berupa budidaya ayam petelur yang rutin menghasilkan pasokan telur berkualitas.

 

Dalam penjelasannya di lapangan, Kasi Giatja Lapas Banyuwangi, Lasirun, menyampaikan bahwa pengelolaan seluruh komoditas tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan sekaligus wujud dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional.

 

"Melalui SAE Paswangi, kami tidak hanya membekali Warga Binaan dengan keterampilan kerja agar siap kembali ke masyarakat, tetapi kami juga berupaya memberikan dampak sosial yang lebih luas. Hari ini anak-anak diajak melihat langsung dari mana asal bahan pangan yang mereka konsumsi sehari-hari, mulai dari menanam padi, merawat cabai dan sayuran, hingga memanen telur dari kandang ayam petelur," ujar Lasirun.

 

Sementara itu, Kepala Lapas Banyuwangi, Solichin, menegaskan bahwa terbukanya SAE Paswangi sebagai sarana edukasi bagi instansi pendidikan semakin memperkuat komitmen Lapas Banyuwangi dalam mendukung keberlanjutan sektor pangan serta transparansi pembinaan pemasyarakatan kepada publik.

 

"Kami sangat terbuka menjadikan SAE Paswangi sebagai pusat pembelajaran outdoor. Kunjungan dari SDN 3 Macan Putih ini membuktikan bahwa sarana pembinaan yang ada di Lapas Banyuwangi mampu memberikan nilai tambah edukatif, menumbuhkan kepedulian anak-anak terhadap sektor pertanian, sekaligus menegaskan posisi SAE Paswangi sebagai wadah pembinaan, produksi ketahanan pangan, dan pusat edukasi masyarakat," ungkapnya.

 

Para siswa terlihat antusias saat diajak berinteraksi langsung di area peternakan ayam petelur serta mengamati teknik bercocok tanam sayuran di lahan SAE. Pihak sekolah turut menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan serta edukasi lapangan yang dinilai sangat aplikatif, aman, dan bermanfaat bagi perkembangan karakter peserta didik. (Maha) 

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN

">