Cuaca
Memuat cuaca...
Politik

SOBA Pertanyakan Urgensi Kapolda Aceh Kembali Paparkan Kasus Pabrik Sabu Pidie

SOBA Pertanyakan Urgensi Kapolda Aceh Kembali Paparkan Kasus Pabrik Sabu Pidie
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

 

RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | BANDA ACEH — Solidaritas Bangsa Aceh (SOBA) mempertanyakan urgensi Kapolda Aceh kembali memaparkan kronologi pengungkapan pabrik narkotika jenis sabu di Kabupaten Pidie, setelah Kapolri sebelumnya memimpin langsung konferensi pers terkait kasus tersebut.

Gempur rokok

 

Presidium SOBA, Rizki El Sinki, menilai komunikasi publik kepolisian dalam perkara yang menjadi perhatian nasional semestinya dilakukan secara terkoordinasi dan mengedepankan informasi yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat.

 

Menurutnya, apabila substansi yang disampaikan di tingkat daerah hanya mengulang kronologi yang telah dipaparkan Kapolri, publik berhak mempertanyakan urgensi pernyataan lanjutan tersebut.

 

“Kami mempertanyakan apa urgensinya Kapolda Aceh kembali memaparkan kronologi kasus yang sama, sementara Kapolri sudah memimpin langsung konferensi pers. Apa substansi baru yang ingin disampaikan kepada masyarakat? Jangan sampai komunikasi publik hanya menjadi pengulangan tanpa memberikan informasi yang berarti,” ujar Rizki El Sinki dalam keterangannya.

 

Rizki menegaskan, kritik tersebut bukan ditujukan untuk mempersoalkan kewenangan Kapolda Aceh dalam memberikan keterangan kepada media. Namun, koordinasi komunikasi antara Mabes Polri dan Polda Aceh dinilai penting agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tidak tumpang tindih dan tetap berorientasi pada perkembangan penanganan perkara.

 

“Kalau hanya mengulang informasi yang sudah disampaikan Kapolri, kami mempertanyakan nilai tambahnya. Dalam konferensi pers pengungkapan kasus tersebut, cukup Kapolri yang menjadi penyampai utama. Polda Aceh seharusnya lebih fokus menyampaikan perkembangan penyidikan dan langkah konkret untuk menuntaskan perkara,” tegasnya.

 

SOBA berpandangan, keberhasilan mengungkap pabrik sabu di Pidie tidak boleh berhenti pada konferensi pers dan publikasi keberhasilan aparat. Pengungkapan tersebut harus ditindaklanjuti dengan penyidikan menyeluruh untuk menelusuri jaringan pemasok bahan baku, jalur distribusi, kemungkinan keterlibatan pihak lain, serta aliran dana yang berkaitan dengan perkara apabila ditemukan indikasi tindak pidana pencucian uang.

 

Menurut Rizki, substansi utama yang perlu menjadi perhatian publik saat ini adalah sejauh mana aparat penegak hukum mengembangkan perkara dan membongkar jaringan narkotika yang lebih luas.

 

“Yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar pengulangan kronologi, melainkan penjelasan mengenai perkembangan penyidikan, penelusuran jaringan, dan langkah nyata untuk memastikan kasus ini dituntaskan. Keberhasilan pengungkapan harus diikuti dengan upaya membongkar jaringan narkotika hingga ke akar-akarnya,” katanya.

 

SOBA juga meminta Kapolda Aceh memperkuat koordinasi komunikasi publik dengan Mabes Polri. Setiap pernyataan lanjutan, menurut SOBA, hendaknya menyampaikan perkembangan baru yang relevan, memberikan kejelasan kepada masyarakat, serta memperlihatkan kemajuan nyata dalam proses penegakan hukum.

 

Rizki menambahkan, apresiasi terhadap keberhasilan aparat mengungkap kasus tersebut tidak berarti masyarakat kehilangan hak untuk memberikan kritik. Pengawasan publik diperlukan untuk memastikan penegakan hukum berjalan transparan, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

 

“SOBA mengapresiasi upaya aparat dalam mengungkap kasus ini. Namun, masyarakat juga berhak mempertanyakan efektivitas komunikasi kelembagaan kepolisian. Fokus utama sekarang adalah pengembangan perkara, penindakan terhadap pihak-pihak yang terbukti terlibat, dan pembongkaran jaringan narkotika secara menyeluruh,” tutup Rizki El Sinki.

 

SOBA menegaskan, masyarakat membutuhkan komunikasi kepolisian yang terkoordinasi, informasi yang jelas, serta tindakan nyata dalam pemberantasan narkotika. Penuntasan perkara harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar pengulangan informasi dalam konferensi pers.****

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN

">