Cuaca
Memuat cuaca...
Polri

Tegaskan Khittah Santri Sebagai Benteng Moral Bangsa, Kepala BNNK Banyuwangi Resmikan Kick Off Hari Santri 2026 Melalui Program GEMA BERSINAR

Tegaskan Khittah Santri Sebagai Benteng Moral Bangsa, Kepala BNNK Banyuwangi Resmikan Kick Off Hari Santri 2026 Melalui Program GEMA BERSINAR
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

 

RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | BANYUWANGI, (21 Oktober 2026) – Dalam rangka memperingati Hari Santri 2026, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi bersinergi dengan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU PCNU Banyuwangi menggelar acara Kick Off Hari Santri 2026 melalui Perkemahan Santri di Lapangan Persen, Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo.

 

Acara yang mengusung tema "Santri Bersinar: Guarding the Nation, Shielding the Future" ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat peran santri sebagai benteng utama pertahanan moral dan kesehatan bangsa dari ancaman bahaya narkoba.

 

Kepala BNNK Banyuwangi, Rachmat Kurniawan, hadir langsung sebagai keynote speaker untuk membuka perhelatan tersebut. Dalam orasi kebangsaannya di hadapan ratusan santri, beliau menegaskan bahwa santri tidak hanya berperan menjaga tradisi keagamaan, tetapi juga memegang tanggung jawab strategis dalam menjaga masa depan generasi muda Indonesia dari jerat narkotika.

 

> "Santri adalah pilar bangsa dan benteng moral masa depan. Melalui sinergi GEMA BERSINAR (Gerakan Bersama Banyuwangi Bersih Narkoba) antara BNNK Banyuwangi dan LP Ma'arif NU, kita tegaskan bahwa santri Banyuwangi adalah santri yang cerdas, berakhlaqul karimah, dan Bersih Narkoba," tegas Kepala BNNK Banyuwangi.

> 

Dalam pemaparannya, BNNK Banyuwangi menyoroti tiga pilar utama peran santri dalam perspektif ketahanan bangsa dan nilai-nilai Islam:

 * Pilar Bangsa: Santri menguatkan nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan moralitas dalam kehidupan bermasyarakat.

 * Hifdzun Nafs (Menjaga Jiwa): Perlindungan diri dan sesama dari bahaya narkoba merupakan bentuk nyata dari perintah agama untuk menjaga jiwa manusia.

 * Hifdzul 'Aql (Menjaga Akal): Merawat kejernihan pikiran dari zat merusak agar para santri dapat terus menuntut ilmu dan beribadah secara optimal.

 

Prinsip pencegahan narkoba ini juga selaras dengan kaidah fiqih “Dar’ul mafasid muqaddamun 'ala jalbil mashalih” (Mencegah kemudharatan didahulukan daripada meraih kemaslahatan). BNNK Banyuwangi menilai pesantren dan perkemahan santri seperti ini sebagai media yang sangat efektif untuk menanamkan imunitas anti-narkoba sejak dini.

 

Suasana perkemahan semakin semarak ketika pesan pencegahan disampaikan dengan balutan budaya lokal berupa wangsalan Osing Banyuwangi:

> "Tukang ukir gawe hiasan mebel, diadol menyang pasar Rogojampi.

> Santri Ma'arif dadi benteng moral, narkoba ditebihaken, cita-cita digayuh pasti!"

> 

Kegiatan perkemahan ini diisi dengan berbagai program edukasi P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika), pembentukan kader anti-narkoba di lingkungan pesantren, serta kegiatan ketangkasan santri.

 

Melalui kolaborasi strategis GEMA BERSINAR ini, BNNK Banyuwangi dan LP Ma'arif NU berkomitmen untuk terus mewujudkan seluruh lingkungan pesantren di Banyuwangi agar tetap aman, sehat, dan kondusif bagi tumbuh kembang calon penurus bangsa.

 

 * Humas BNNK Banyuwangi

 * Lokasi Kegiatan: Lapangan Persen, Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN

">