Cuaca
Memuat cuaca...
Umum

Tiga Hari Aksi Sopir Se-Jawa Bali! Desnin Qory SE: Solidaritas Dijaga, Dirut ASDP Diminta Minta Maaf Terbuka

Tiga Hari Aksi Sopir Se-Jawa Bali! Desnin Qory SE: Solidaritas Dijaga, Dirut ASDP Diminta Minta Maaf Terbuka
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

 

RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | BANYUWANGI – Gelombang perjuangan para sopir angkutan barang dan nonlogistik di kawasan Jawa–Bali dijadwalkan bergulir selama tiga hari berturut-turut, pada 14–16 Oktober 2026. Aksi damai tersebut menjadi momentum bagi para sopir untuk menyuarakan aspirasi sekaligus memperjuangkan kehormatan dan martabat profesi mereka di tengah polemik kemacetan di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

 

Desnin Qory, S.E., selaku penanggung jawab aksi damai, menyerukan kepada seluruh rekan sopir, baik angkutan logistik maupun nonlogistik se-Jawa–Bali, agar memperkuat solidaritas dan kekompakan untuk bersama-sama menyampaikan tuntutan yang telah disusun.

 

Menurut Desnin, aksi selama tiga hari tersebut bukan sekadar gerakan menyampaikan aspirasi, melainkan bentuk perjuangan kolektif untuk memastikan suara para sopir didengar dan profesi mereka dihormati.

 

DIRUT ASDP DIMINTA SAMPAIKAN PERMOHONAN MAAF TERBUKA

 

Salah satu tuntutan utama dalam aksi tersebut adalah meminta Direktur Utama ASDP menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas pernyataan yang dinilai mengaitkan sopir sebagai salah satu faktor dan provokator penyebab kemacetan di kawasan Ketapang.

 

Bagi para sopir, persoalan ini bukan hanya menyangkut kemacetan, tetapi juga menyentuh kehormatan profesi yang selama ini menjadi bagian penting dalam pergerakan distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat.

 

Desnin menegaskan, seluruh peserta aksi diharapkan tetap berpegang pada tuntutan bersama, menjaga kekompakan, serta tidak terpecah oleh perbedaan pandangan selama perjuangan berlangsung.

 

“Perjuangan ini adalah perjuangan kita bersama. Mari kita jaga solidaritas, tetap satu suara, dan sampaikan aspirasi sesuai tuntutan yang telah kita susun bersama,” demikian seruan Desnin kepada rekan-rekan sopir.

 

MOHON MAAF KEPADA MASYARAKAT BANYUWANGI

 

Di balik rencana aksi tersebut, Desnin juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Banyuwangi apabila kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu berpotensi menimbulkan gangguan arus lalu lintas maupun ketidaknyamanan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

 

Ia memahami bahwa masyarakat memiliki kepentingan, pekerjaan, dan kebutuhan mobilitas yang harus tetap berjalan. Karena itu, aspirasi para sopir diharapkan dapat disampaikan dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat luas.

 

Permohonan maaf tersebut menjadi bagian dari pesan yang ingin disampaikan kepada publik bahwa perjuangan para sopir tidak dimaksudkan untuk mengabaikan kepentingan warga, melainkan untuk menyuarakan tuntutan yang mereka anggap penting bagi kehormatan profesinya.

 

SOLIDARITAS DIUJI, ASPIRASI HARUS TETAP TERARAH

 

Menjelang pelaksanaan aksi pada 14–16 Oktober 2026, Desnin kembali mengajak seluruh sopir di Jawa–Bali untuk menjaga persatuan, menghindari tindakan yang dapat memperkeruh keadaan, serta tetap mengedepankan aksi damai.

 

Menurutnya, kekompakan menjadi faktor penting agar tuntutan yang disampaikan tidak kehilangan arah. Seluruh peserta diharapkan menjalankan aksi secara tertib dan bertanggung jawab, dengan tetap memperhatikan keselamatan pengguna jalan serta kelancaran aktivitas masyarakat.

 

Aksi ini pun menjadi perhatian karena berpotensi berdampak terhadap mobilitas kendaraan dan distribusi logistik di jalur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. Karena itu, masyarakat dan pengguna jasa penyeberangan diimbau memantau informasi resmi terkait perkembangan situasi lalu lintas dan operasional pelabuhan.

 

Bagi Desnin dan para sopir yang bergabung, pesan perjuangan mereka jelas: solidaritas harus dijaga, aspirasi harus disampaikan, dan kehormatan profesi harus diperjuangkan melalui aksi damai yang tertib dan bertanggung jawab.(Maha/Jok) 

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN

">