Viral Kebakaran, Hutan Cekik dalam Perhatian! TNBB Ungkap Strategi Pulihkan Padang Savana
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.
RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | JEMBRANA, BALI – Kawasan Hutan Cekik di wilayah Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Kabupaten Jembrana, Bali, menjadi perhatian setelah video kebakaran di kawasan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial. Di balik sorotan itu, pengelola TNBB tengah menjalankan upaya pemulihan ekosistem dengan mengendalikan tanaman pendatang yang dinilai mengancam keberadaan padang savana alami.

Kepala Seksi Wilayah I Taman Nasional Bali Barat, Isai Yusidarta, menjelaskan bahwa ekosistem asli Hutan Cekik merupakan padang savana atau padang rumput. Namun, kondisi kawasan saat ini telah mengalami perubahan akibat dominasi tanaman kerasi dan kerinyu yang bersifat invasif.




Kedua jenis tanaman tersebut menjadi sasaran pembersihan agar habitat asli kawasan dapat dipulihkan. Petugas membabat tanaman invasif, mengumpulkannya di sejumlah titik, kemudian melakukan pembakaran secara terkendali.
Langkah ini bukan sekadar membersihkan lahan, melainkan bagian dari upaya mengembalikan karakter ekosistem Hutan Cekik agar kembali mendukung keberadaan flora dan fauna khas kawasan konservasi.




Savana Asli Jadi Target Pemulihan
Isai mengatakan, setelah proses pembersihan selesai, pihaknya berencana menebarkan benih tanaman padang savana saat musim hujan tiba. Dengan demikian, benih diharapkan dapat tumbuh dalam kondisi yang lebih mendukung.




Pembersihan dilakukan sebelum musim hujan agar lahan siap untuk tahap pemulihan berikutnya. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengelolaan kawasan taman nasional yang memiliki fungsi konservasi, pendidikan, penelitian, dan pemanfaatan secara berkelanjutan.
Sebagai kawasan pelestarian alam, Taman Nasional Bali Barat memiliki tanggung jawab menjaga keseimbangan ekosistem serta mempertahankan kekayaan flora dan fauna di dalamnya. Karena itu, pengendalian tanaman invasif menjadi salah satu langkah yang ditempuh untuk mendukung pemulihan habitat.




Titik Api Sempat Muncul, Petugas Lakukan Pengendalian
Pelaksana Tugas Kepala Taman Nasional Bali Barat di Gilimanuk, Adang Bayu Pamungkas, membenarkan adanya kegiatan pembersihan lahan tersebut.




Ia juga mengungkapkan bahwa petugas sempat menemukan beberapa titik api yang diduga berasal dari aktivitas pencari madu. Petugas Manggala Agni TNBB kemudian melakukan pemadaman agar api tidak berkembang lebih jauh.
Selain pemadaman, petugas melakukan penyekatan dengan membersihkan tanaman kerasi dan kerinyu yang dinilai berpotensi mempercepat penyebaran api. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan risiko meluasnya kebakaran di kawasan hutan.




Meski demikian, dugaan sumber api tersebut masih perlu dipahami sebagai keterangan pihak pengelola, bukan kesimpulan bahwa penyebab kebakaran telah dipastikan.
Pemulihan Ekosistem Harus Berjalan Seiring Pencegahan Kebakaran
Peristiwa di Hutan Cekik menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan konservasi yang tidak hanya berorientasi pada pemulihan habitat, tetapi juga pada pencegahan kebakaran dan pengawasan aktivitas manusia.
Pembakaran terkendali terhadap hasil pembersihan tanaman invasif memerlukan pengawasan ketat agar api tidak merambat ke vegetasi lain. Terlebih, kawasan yang sedang dipulihkan tetap memiliki kerentanan terhadap kebakaran apabila kondisi lingkungan mendukung penyebaran api.
Ke depan, keberhasilan program ini akan ditentukan oleh kemampuan pengelola menjaga proses pemulihan savana, mengendalikan tanaman invasif, serta memastikan pengawasan kebakaran berjalan konsisten.
Harapannya, Hutan Cekik dapat kembali menampilkan karakter padang savana yang menjadi bagian dari kekayaan ekosistem Taman Nasional Bali Barat, sekaligus tetap terlindungi dari ancaman kebakaran yang dapat merusak habitat alami.***
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati