AGUS FLORES UNGKAP PENGALAMAN SPIRITUAL DI MEKAH: KERAP MENCIUM HAJAR ASWAD, MENGAKU DIBIMBING MURID SYEKH ABDUL QADIR JAILANI
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.
RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | Jakarta, 26 Oktober 2026, - Pengalaman spiritual di Tanah Suci menjadi bagian yang berkesan dalam perjalanan hidup Agus Flores, yang dikenal sebagai Ketua Umum Fast Respon Nusantara (FRN). Ia mengungkapkan bahwa setiap kali berkunjung ke Mekah, dirinya kerap mendapatkan kesempatan untuk mencium Hajar Aswad, batu yang berada di salah satu sudut Ka'bah dan memiliki kedudukan istimewa dalam tradisi ibadah umat Islam.

Menurut penuturan Agus Flores, pengalaman tersebut tidak terlepas dari bantuan seorang yang disebutnya sebagai murid Syekh Abdul Qadir Jailani. Ia mengisahkan bahwa dirinya ditarik atau dibantu untuk mendekati Hajar Aswad di tengah padatnya jemaah yang ingin menyentuh maupun menciumnya.




Bagi Agus Flores, pengalaman itu menjadi kenangan tersendiri dalam perjalanan spiritualnya di Tanah Suci. Kesempatan mendekati Hajar Aswad di tengah kerumunan jemaah bukanlah perkara mudah sehingga pengalaman tersebut memiliki arti khusus baginya.
Mengaku Mengikuti Tarekat Qadiriyah Sejak Usia 30 Tahun




Dalam kisah yang disampaikannya, Agus Flores juga menyebut telah menjalani baiat atau mengikuti Tarekat Qadiriyah sejak berusia 30 tahun. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan spiritualnya dalam mendalami ajaran tasawuf.
Tarekat Qadiriyah merupakan tradisi tasawuf yang dinisbatkan kepada Syekh Abdul Qadir Jailani, seorang ulama sufi yang dihormati dalam tradisi Islam. Ajaran tarekat ini menekankan pembinaan rohani, zikir, akhlak, serta upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.




Pengalaman Agus Flores tersebut menggambarkan bagaimana perjalanan ke Tanah Suci tidak hanya dimaknai sebagai pelaksanaan ibadah, tetapi juga sebagai pengalaman batin yang membekas dalam kehidupan seseorang.
Meski demikian, pengalaman spiritual setiap orang bersifat pribadi. Kesempatan mencium Hajar Aswad bukanlah ukuran tunggal kesalehan seseorang. Dalam pelaksanaan ibadah di Masjidil Haram, keselamatan, kesabaran, dan penghormatan terhadap sesama jemaah tetap menjadi hal utama.




Kisah yang disampaikan Agus Flores ini menjadi bagian dari perjalanan pribadinya dalam mengenang pengalaman di Mekah sekaligus keterkaitannya dengan tradisi spiritual Tarekat Qadiriyah.***
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati