Cuaca
Memuat cuaca...
Nasional

Banyuwangi Go Internasional! Selangor Malaysia Kepincut Teknologi Padi Biofortipikas, Kerja Sama Pertanian Lintas Negara Mulai Dijajaki

Banyuwangi Go Internasional! Selangor Malaysia Kepincut Teknologi Padi Biofortipikas, Kerja Sama Pertanian Lintas Negara Mulai Dijajaki
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

 

RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | BANYUWANGI – Inovasi pertanian Banyuwangi mulai mencuri perhatian internasional! Keberhasilan mengembangkan padi biofortifikasi dengan sistem pertanian rendah emisi atau low carbon farming membuat Negeri Selangor, Malaysia, tertarik untuk mempelajari langsung teknologi pertanian yang diterapkan di Bumi Blambangan.

Gempur rokok

 

Ketertarikan tersebut bukan sekadar kunjungan biasa. Delegasi Pemerintah Selangor datang langsung ke Banyuwangi untuk membedah sistem budidaya padi, mempelajari strategi peningkatan produktivitas, sekaligus membuka peluang kerja sama teknologi pertanian lintas negara.

 

Rombongan dipimpin Exco Pertanian Negeri Selangor, Datuk Izham bin Hashim, yang diterima Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Sabtu (7/11/2026).

 

Pertemuan strategis tersebut turut dihadiri perwakilan organisasi petani nasional Malaysia, National Farmers Organization (NAFAS), serta CEO Pandawa Agri Indonesia, Kukuh Roxa Putra.

 

Datuk Izham secara terbuka mengungkapkan ketertarikannya terhadap sistem pertanian Banyuwangi. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kemampuan wilayah ini mengembangkan pola tanam padi hingga tiga sampai empat kali dalam setahun.

 

Menurutnya, pengalaman dan teknologi yang diterapkan petani Banyuwangi berpotensi menjadi referensi penting bagi pengembangan sektor persawahan di Selangor yang memiliki lahan sekitar 18.000 hektare.

 

"Kami ingin melihat teknik dan metode apa yang bisa dipelajari untuk membantu pengembangan persawahan di Selangor, sekaligus menjajaki kerja sama dengan Banyuwangi," ungkap Datuk Izham.

 

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi Banyuwangi untuk memperkenalkan inovasi pertanian yang tidak hanya mengejar peningkatan hasil panen, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

 

Delegasi Malaysia dijadwalkan mempelajari berbagai aspek budidaya, mulai dari pengelolaan lahan, pemilihan benih, penggunaan pupuk, hingga manajemen pertanian rendah emisi yang diterapkan dalam proses produksi padi biofortifikasi.

 

BUKAN SEKADAR PANEN, TETAPI INOVASI PANGAN MASA DEPAN

 

Padi biofortifikasi yang dikembangkan di Banyuwangi melalui kolaborasi Pandawa Agri Indonesia (PAI) bersama berbagai pihak menjadi salah satu inovasi yang menarik perhatian delegasi.

 

Teknologi tersebut mengintegrasikan prinsip Low Carbon Agriculture dengan pengembangan beras bernilai gizi lebih tinggi. Pendekatan ini diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus berkontribusi terhadap upaya pencegahan stunting.

 

Melalui Teknologi Pendampingan PAI (PPAI), petani mendapatkan pendampingan pada 10 tahapan budidaya padi. Program ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan penggunaan sarana produksi, serta memperkuat ketahanan pertanian menghadapi perubahan iklim.

 

Menariknya, ketertarikan Selangor ternyata tidak berhenti pada sektor pertanian. Datuk Izham juga melihat peluang kerja sama dalam bidang pariwisata, ekowisata, peternakan, hingga perdagangan.

 

"Kami melihat banyak sekali potensi yang bisa dieksplorasi di Banyuwangi. Awalnya fokus kami pada pertanian, tetapi setelah melihat berbagai hal di sini, ternyata ada banyak bidang lain yang bisa dikembangkan bersama," ujarnya.

 

BANYUWANGI BUKA PINTU KOLABORASI INTERNASIONAL

 

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menyambut positif ketertarikan Pemerintah Selangor. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi kesempatan strategis untuk memperluas pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan teknologi antarkedua wilayah.

 

Mujiono berharap, kunjungan tersebut tidak berhenti pada pertemuan seremonial, melainkan dapat berkembang menjadi kolaborasi nyata yang memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat.

 

"Mari kita saling belajar, teknologi pertanian apa yang sekiranya bisa kita terapkan di masing-masing negara. Kami juga berharap pertemuan ini bisa memberikan insight baru yang mendukung pengembangan Banyuwangi, utamanya di sektor pertanian," tutur Mujiono.

 

Ketertarikan Selangor terhadap inovasi padi biofortifikasi menjadi sinyal positif bahwa pengembangan pertanian Banyuwangi memiliki peluang untuk dikenal lebih luas di tingkat internasional.

 

Kini, Banyuwangi tidak hanya berbicara tentang hasil panen, tetapi juga inovasi teknologi, ketahanan pangan, keberlanjutan lingkungan, dan peluang kemitraan antarnegara.

 

Dari Bumi Blambangan untuk dunia, inovasi pertanian Banyuwangi mulai membuka jalan menuju panggung internasional. (silvi) 

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN

">