Bukan Sekadar Kampung Nelayan! Lateng Dibidik Jadi Magnet Wisata Kuliner Bahari, Mujiono Soroti Cold Storage
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.
RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | BANYUWANGI – Potensi hasil laut Banyuwangi bukan sekadar menjadi sumber penghidupan nelayan. Beragam komoditas perikanan kini mulai didorong menjadi produk unggulan bernilai ekonomi tinggi sekaligus daya tarik wisata kuliner pesisir.

Gebrakan tersebut terlihat dalam kegiatan Bulan Bakti Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang digelar di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Kelurahan Lateng, Banyuwangi, Rabu (4/11/2026).




Kegiatan yang dilaksanakan serentak di 27 Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai daerah Indonesia itu menjadi momentum besar untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir melalui pemberdayaan nelayan dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Di Banyuwangi, perhatian tertuju pada beragam inovasi produk olahan hasil laut. Puluhan UMKM binaan Dinas Perikanan Banyuwangi dan KKP memamerkan aneka produk yang membuktikan bahwa hasil tangkapan laut memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.




Mulai dari snack pipi udang, kremes udang, abon lemuru, rempeyek dendeng lemuru, dendeng lemuru kering, kerupuk tulang ikan lemuru, hingga bagiak berbahan ikan. Berbagai produk tersebut menjadi gambaran kreativitas masyarakat dalam mengolah potensi perikanan menjadi peluang bisnis.
Tak hanya menghadirkan bazar UMKM, KKP juga menggelar pelatihan diversifikasi produk olahan ikan, pelayanan perizinan, pemanfaatan ruang laut, hingga fasilitasi sertifikasi bagi pelaku usaha perikanan.




Kepala Pusat Standardisasi dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia KKP, Anastasia Rita Tisiana Dwi Kuswardani, mengatakan Bulan Bakti menjadi momentum untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat pesisir melalui berbagai program nyata.
Menurutnya, kegiatan tersebut diawali dengan aksi bersih pantai dan pemeriksaan kesehatan gratis. Selanjutnya, masyarakat mendapatkan akses pelayanan perizinan, sertifikasi, bantuan sarana, serta bazar produk hasil pelatihan.




KKP juga menyalurkan ribuan benih ikan, sarana pengawasan, serta sertifikat berbagai hasil pelatihan kepada kelompok nelayan dan kelompok pengolah serta pemasar hasil perikanan.
BANYUWANGI DIPROYEKSIKAN JADI DESTINASI WISATA KULINER LAUT




Ada hal menarik dalam pelaksanaan Bulan Bakti di Banyuwangi. KKP melihat potensi Kampung Nelayan Merah Putih Lateng tidak hanya dari aktivitas perikanan, tetapi juga peluang pengembangan wisata kuliner berbasis hasil laut.
Konsep tersebut dinilai memiliki prospek karena kawasan Lateng sudah dikenal sebagai salah satu lokasi masyarakat menikmati beragam kuliner hasil laut.




"Di Banyuwangi ini memang lebih tematik, yaitu wisata kuliner. Kami melihat banyak orang datang ke sini untuk menikmati kuliner-kuliner yang ada," ungkap Anastasia.
Pengembangan wisata kuliner ini diharapkan mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat. Nelayan memiliki pasar hasil tangkapan, UMKM memperoleh peluang usaha, sementara kawasan pesisir mendapatkan daya tarik ekonomi baru.
WABUP MUJIONO DORONG PENGUATAN FASILITAS NELAYAN
Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menyampaikan apresiasi atas dukungan KKP dalam meningkatkan kapasitas nelayan dan pelaku usaha perikanan di daerahnya.
Menurutnya, bantuan sarana, pelatihan, serta pendampingan usaha merupakan modal penting untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Pemkab Banyuwangi juga berencana memperluas pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di kawasan Brak Kalimoro, Muncar.
Tidak berhenti di situ, pemerintah daerah juga akan mengusulkan penambahan fasilitas pendukung di KNMP Lateng agar aktivitas nelayan maupun pengolahan hasil laut semakin optimal.
Dua kebutuhan yang menjadi perhatian adalah pembangunan cold storage atau fasilitas penyimpanan ikan berpendingin dan depo BBM untuk menunjang aktivitas nelayan.
"Ke depan kami akan mengajukan lagi kebutuhan yang masih kurang di sini, terutama cold storage. Kemudian depo BBM juga belum ada," kata Mujiono.
Kebutuhan cold storage dinilai penting untuk menjaga kualitas dan kesegaran hasil tangkapan, sekaligus mendukung pengelolaan pasokan ikan. Sementara depo BBM diharapkan dapat menunjang kebutuhan operasional nelayan.
Dengan dukungan KKP dan komitmen Pemkab Banyuwangi, Kampung Nelayan Merah Putih Lateng diharapkan berkembang menjadi kawasan ekonomi pesisir yang lebih produktif.
Bukan hanya menjadi tempat aktivitas nelayan, tetapi juga pusat pengolahan hasil laut, pertumbuhan UMKM, dan destinasi wisata kuliner yang mampu mengangkat potensi bahari Banyuwangi ke tingkat lebih luas. (silvi)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati