Bikin Merinding! Slank Kembali ke Banyuwangi, Bimbim Ungkap Kisah di Balik Lagu Legendaris yang Lahir 34 Tahun Silam
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.
RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | BANYUWANGI – Banyuwangi bukan sekadar tempat persinggahan bagi Slank. Kota berjuluk The Sunrise of Java ini menyimpan cerita, kenangan, dan perjalanan panjang yang tak pernah lekang oleh waktu. Bahkan, sebuah lagu legendaris Slank ternyata lahir dari tanah Banyuwangi.

Grup musik legendaris Indonesia itu kembali menyapa para penggemarnya melalui rangkaian Berani Kita Beda Tour (Tour ke-10 Hey Slank) di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, Minggu (1/11/2026) malam.




Kedatangan Slank kali ini bukan hanya membawa semangat musik dan energi panggung. Ada cerita nostalgia yang kembali menghidupkan kenangan lama, terutama bagi sang drummer sekaligus pentolan Slank, Bimbim.
Bimbim mengungkapkan, Banyuwangi memiliki tempat istimewa dalam perjalanan musik Slank. Salah satu kenangan yang paling membekas adalah proses lahirnya lagu "Kirim Aku Bunga", yang diciptakan ketika Slank berada di Banyuwangi pada 1992.




Lagu yang dirilis pada 1993 tersebut menjadi bagian dari sejarah perjalanan Slank. Tiga puluh empat tahun kemudian, kenangan itu kembali dibawa Bimbim ke Banyuwangi.
Kisah penuh nostalgia tersebut disampaikan Bimbim saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Bandara Banyuwangi, Sabtu (31/10/2026).




Dalam rombongan yang tiba di Banyuwangi, hadir tiga personel Slank, yakni Bimbim, Kaka, dan Ivanka. Sementara dua gitaris Slank, Abdee dan Ridho, dijadwalkan menyusul.
"Selamat datang kembali di Banyuwangi. Selamat menikmati keindahan Banyuwangi," ujar Bupati Ipuk saat menyambut kedatangan Slank.




Banyuwangi Berubah, Kenangan Slank Tetap Abadi
Bagi Bimbim, perjalanan kembali ke Banyuwangi seolah membuka lembaran lama yang penuh cerita.




Ia mengaku sudah beberapa kali menggelar konser di Banyuwangi. Namun, kunjungan kali ini terasa berbeda karena dirinya bisa melihat secara langsung perubahan besar yang terjadi di daerah tersebut.
Bimbim masih mengingat kondisi Banyuwangi pada 1992, ketika fasilitas penginapan masih sangat terbatas.




Kini, menurutnya, Banyuwangi telah berkembang pesat. Pertumbuhan hotel dan berbagai fasilitas pariwisata menjadi salah satu bukti perubahan yang dirasakannya.
"Banyuwangi sudah berubah banget ya. Dulu cuma ada satu, sekarang di mana-mana ada hotel bagus-bagus," ungkap Bimbim.
Perubahan tersebut menjadi gambaran bagaimana Banyuwangi terus berkembang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia.
Namun, di balik pesatnya perkembangan daerah, ada satu hal yang tetap melekat di hati Bimbim: kenangan ketika Slank menciptakan lagu "Kirim Aku Bunga".
"Dulu 1992 ada memori yang tidak bisa dilupa banget, kita bikin lagu 'Kirim Aku Bunga' itu di Banyuwangi," tuturnya.
"Kirim Aku Bunga" Bakal Menghidupkan Nostalgia Marina Boom
Momen nostalgia itu dipastikan akan terasa semakin istimewa saat Slank naik panggung di Pantai Marina Boom.
Bimbim memastikan lagu "Kirim Aku Bunga" masuk dalam daftar lagu yang akan dibawakan pada konser tersebut.
Bagi Slank, lagu itu bukan sekadar karya musik. Ada cerita perjalanan, kenangan, dan ikatan emosional dengan Banyuwangi yang tersimpan di dalamnya.
"Jadi untuk mengenang memori, besok malam akan kita bawa," tegas Bimbim.
Penampilan Slank di Marina Boom pun diprediksi menjadi malam penuh nostalgia bagi para Slankers. Lagu yang lahir di Banyuwangi itu akan kembali menggema di tempat yang menyimpan begitu banyak cerita.
Sego Tempong dan Kenangan Bersama Bunda Iffet
Tak hanya musik, Banyuwangi juga meninggalkan kenangan kuliner yang tak terlupakan bagi Bimbim.
Salah satunya adalah Sego Tempong, makanan khas Banyuwangi yang terkenal dengan sambalnya yang pedas dan menggugah selera.
Bimbim mengingat pernah menikmati kuliner tersebut bersama ibundanya, mendiang Bunda Iffet.
Momen itu terjadi ketika Slank menggelar konser di Banyuwangi dalam rangkaian pembuka tur perayaan 30 tahun perjalanan band pada 2013.
Kenangan bersama sang ibu itu kini menjadi bagian dari cerita emosional Bimbim setiap kali mengingat Banyuwangi.
"Iya dulu (mencicipi Sego Tempong) sama Bunda. Sedih sih, tapi ya kalau saya ingat Banyuwangi tuh ingatnya nasi tempong. Sambelnya bikin nagih," ungkapnya.
Menyusuri Jejak Sejarah Banyuwangi
Usai tiba di Bandara Banyuwangi, rombongan Slank melanjutkan kunjungan ke Pendopo Sabha Swagatha Blambangan dengan didampingi Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono.
Di sana, para personel Slank diajak berkeliling melihat sejumlah bagian bangunan bersejarah, termasuk guest house berbentuk bunker yang biasa digunakan untuk menerima tamu kehormatan.
Rombongan juga mengunjungi Sumur Sritanjung yang berkaitan dengan legenda asal-usul Banyuwangi, serta melihat rumah tradisional Suku Osing.
Kunjungan tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi Slank untuk mengenal lebih dekat sejarah, budaya, dan kekayaan Banyuwangi.
Bagi Slank, Banyuwangi bukan hanya tentang konser dan panggung musik. Ada cerita yang tertinggal, ada kenangan yang terus hidup, dan ada lagu yang menjadi pengingat bahwa sebuah perjalanan panjang selalu memiliki tempat istimewa di hati.
Malam di Marina Boom pun menjadi momentum untuk kembali merayakan kenangan itu.
Banyuwangi terlalu manis untuk dilupakan. Dan bagi Slank, setiap sudutnya selalu punya cerita. (silvi)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati