Cuaca
Memuat cuaca...
Nasional

Jembrana Meledak dengan Kreativitas! Kembang Hartawan Buka Panggung Besar Ekonomi Anak Muda

Jembrana Meledak dengan Kreativitas! Kembang Hartawan Buka Panggung Besar Ekonomi Anak Muda
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

 

RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | JEMBRANA, BALI – Kreativitas anak muda Jembrana kini mendapat panggung besar! Pemerintah Kabupaten Jembrana resmi menggebrak sektor ekonomi kreatif melalui gelaran Jembrana Creative Festival (JCF) 2026. Festival yang dikemas modern dan penuh energi ini menjadi langkah strategis Bupati I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) dalam mendorong generasi muda agar berani berkarya, berinovasi, dan menciptakan peluang ekonomi.

Gempur rokok

 

Berlokasi di Taman Pecangakan, tepat di depan Kantor Bupati Jembrana, JCF 2026 resmi dibuka pada Sabtu (31/10/2026). Festival yang berlangsung hingga 1 November 2026 ini bukan sekadar hiburan, melainkan menjadi momentum kebangkitan kreativitas lokal yang diharapkan mampu menembus pasar lebih luas.

 

Mengusung tema “Reimagine the Playground Where Creativity Meets Play”, JCF 2026 menghadirkan ruang kolaborasi bagi pelaku ekonomi kreatif, komunitas seni, musisi, hingga generasi muda Jembrana.

 

Menariknya, festival ini dapat dinikmati masyarakat secara gratis!

 

Bukan Sekadar Festival, JCF Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Kreatif Jembrana

 

Di tengah persaingan ekonomi yang semakin ketat, Pemkab Jembrana mengambil langkah berani dengan menjadikan kreativitas sebagai salah satu kekuatan pembangunan daerah.

 

Melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud), JCF 2026 menjadi realisasi program unggulan Jembrana Creative yang masuk dalam 24 program prioritas Bupati Kembang Hartawan dan Wakil Bupati Ipat.

 

Festival ini dirancang untuk menghubungkan kreativitas dengan peluang pasar. Produk lokal, karya seni, inovasi digital, hingga berbagai potensi usaha masyarakat diberikan ruang untuk tampil dan dikenal lebih luas.

 

Sebanyak 21 subsektor ekonomi kreatif menjadi sasaran pengembangan, mulai dari teknologi digital, pengembang permainan, aplikasi, konten digital, periklanan, desain komunikasi visual, musik, seni pertunjukan, film, fotografi, fesyen, kuliner, kriya, hingga modifikasi otomotif.

 

Lebih dari 30 peserta dijadwalkan meramaikan panggung JCF 2026. Sejumlah musisi turut memeriahkan festival, di antaranya Jangar serta kolaborasi Lolot x Bagus Wirata.

 

Kehadiran berbagai komunitas dan pelaku kreatif tersebut menjadi bukti bahwa Jembrana memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai pusat kreativitas lokal yang mampu bersaing di era modern.

 

Kembang Hartawan: Anak Muda Jembrana Jangan Hanya Jadi Penonton!

 

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang hadir langsung menyaksikan festival menegaskan bahwa generasi muda harus berani mengambil peran dalam pembangunan daerah.

 

Menurutnya, anak muda Jembrana memiliki potensi besar yang perlu terus didorong melalui ruang kreativitas, kolaborasi, dan kesempatan untuk berkembang.

 

“Melalui Jembrana Creative Festival ini anak-anak muda Jembrana mampu berkreasi lebih banyak. Kita tidak boleh menjadi penonton, tetapi harus mampu berkreasi, berkolaborasi, bersinergi, dan terus membangun sinergi. Dengan demikian, anak-anak muda kreatif Jembrana akan semakin banyak tumbuh dan mampu bersaing,” harap Bupati Kembang.

 

Kembang Hartawan menegaskan, JCF tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial. Festival ini dirancang menjadi agenda tahunan Pemkab Jembrana yang terus berkembang dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

Sebelum festival digelar, Pemkab Jembrana telah melakukan pemetaan terhadap potensi 21 subsektor ekonomi kreatif yang ada di daerah tersebut.

 

JCF 2026 menjadi salah satu puncak dari proses pemetaan tersebut sekaligus mempertemukan para pelaku kreatif dalam satu ruang kolaborasi.

 

Gebrakan Nyata! Pemkab Jembrana Fasilitasi Pendaftaran Merek Gratis

 

Salah satu gebrakan yang menjadi perhatian dalam JCF 2026 adalah dukungan konkret pemerintah terhadap perlindungan karya dan produk lokal.

 

Pemkab Jembrana menyediakan layanan konsultasi serta fasilitasi pendaftaran merek dan hak kekayaan intelektual (HKI) bagi para kreator dan pelaku usaha kreatif.

 

Melalui kolaborasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah, para pelaku kreatif memperoleh kesempatan mendaftarkan merek atau brand secara gratis dengan fasilitasi pemerintah daerah.

 

Langkah ini dinilai penting agar produk lokal tidak hanya dikenal masyarakat, tetapi juga memiliki perlindungan hukum dan identitas usaha yang kuat.

 

Dengan demikian, kreativitas masyarakat diharapkan mampu berkembang menjadi produk bernilai ekonomi, memiliki daya saing, serta membuka peluang usaha yang lebih luas.

 

Kuliner Khas hingga Zona Kreatif, JCF Jadi Magnet Masyarakat

 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana, Anak Agung Sapta Negara, menjelaskan bahwa JCF dirancang sebagai wadah untuk menyinergikan sekaligus mengakomodasi komunitas dari 21 subsektor ekonomi kreatif.

 

Menurutnya, seluruh subsektor perlu diberikan ruang agar pengembangan ekonomi kreatif tidak berjalan secara parsial.

 

“Konsepnya seperti itu. Salah satu saja lepas akan menjadi bias. Untuk mengakomodir kita buatkan beberapa zona sehingga mereka bisa berkreativitas bersama, tidak parsial-parsial,” ungkapnya.

 

Festival ini juga menghadirkan zona khusus 18 plus atau red zone untuk mengakomodasi kuliner khas Jembrana, termasuk babi guling.

 

Berbagai zona yang disiapkan diharapkan mampu menjadi ruang interaksi antara pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat sekaligus memperluas peluang pemasaran produk lokal.

 

Sapta Negara menyebut JCF 2026 merupakan penyelenggaraan perdana. Ke depan, kegiatan ini akan diagendakan sebagai festival rutin tahunan dengan konsep yang terus disempurnakan.

 

Pihaknya juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat dan komunitas untuk terlibat dalam penyelenggaraan JCF berikutnya.

 

Jembrana Creative Festival, Awal Kebangkitan Talenta Lokal

 

JCF 2026 menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Jembrana mulai menempatkan ekonomi kreatif sebagai salah satu kekuatan pembangunan daerah.

 

Bukan hanya menghadirkan panggung hiburan, festival ini membuka peluang bagi anak muda untuk memperkenalkan karya, memperluas jaringan, membangun usaha, hingga memperoleh perlindungan atas produk yang mereka ciptakan.

 

Dari musik, seni, kuliner, hingga inovasi digital, Jembrana memiliki potensi yang terus berkembang.

 

Melalui Jembrana Creative Festival, kreativitas masyarakat diharapkan tidak berhenti di atas panggung, tetapi mampu tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi daerah.

 

Jembrana kini bukan hanya berbicara tentang potensi, tetapi mulai membuka ruang bagi generasi muda untuk membuktikan bahwa kreativitas dapat menjadi jalan menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera.

(Tim) 

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN

">