Cuaca
Memuat cuaca...
Umum

Bukan Sekadar Pasar! Wajah Baru Pasar Induk Banyuwangi Menjelma Magnet Wisata, Kuliner hingga Napak Tilas Sejarah

Bukan Sekadar Pasar! Wajah Baru Pasar Induk Banyuwangi Menjelma Magnet Wisata, Kuliner hingga Napak Tilas Sejarah
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

 

RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | BANYUWANGI – Senin, (12/10/2026), - Transformasi besar Pasar Induk Banyuwangi menghadirkan daya tarik baru yang mencuri perhatian. Setelah rampung direvitalisasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum, pasar yang selama ini identik dengan hiruk-pikuk jual beli kebutuhan pokok kini tampil dengan wajah lebih estetik, memadukan denyut ekonomi rakyat, wisata kuliner, ruang publik, hingga pesona sejarah Kota Banyuwangi.

 

Kini, Pasar Induk Banyuwangi tak hanya menjadi tempat berburu sayur-mayur dan kebutuhan sehari-hari. Kawasan ini mulai menjelma ruang berkumpul masyarakat, tempat bersantai bersama keluarga, menikmati suasana kota, hingga mengabadikan momen di tengah arsitektur yang kental dengan karakter lokal.

 

Sejak dini hari, aktivitas perdagangan menjadi nadi utama pasar. Pedagang dan pembeli silih berganti menghidupkan suasana. Namun, ketika sore menjelang hingga malam tiba, atmosfer kawasan berubah. Warga dari berbagai kalangan berdatangan untuk menikmati kuliner, duduk santai, atau sekadar merasakan suasana baru di salah satu kawasan bersejarah di pusat kota.

 

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Senin, mengatakan wajah baru Pasar Banyuwangi diharapkan mampu memperluas peran pasar rakyat, bukan hanya sebagai pusat perputaran ekonomi, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial dan destinasi alternatif bagi masyarakat maupun wisatawan.

 

Menurutnya, aktivitas perdagangan harus tetap menjadi kekuatan utama pasar. Di saat yang sama, nilai sejarah dan daya tarik kawasan dapat dikembangkan untuk memperkaya pengalaman pengunjung saat berada di Banyuwangi.

 

Arsitektur Khas Osing Berpadu dengan Pesona Modern

 

Salah satu daya tarik yang menonjol adalah sentuhan arsitektur khas rumah Osing yang berpadu dengan pencahayaan hangat di sejumlah sudut bangunan. Area trotoar yang luas di bagian depan, dilengkapi deretan kursi, turut menciptakan ruang terbuka bagi masyarakat untuk menikmati suasana pusat kota.

 

Perubahan tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Pasar tidak lagi semata-mata dipandang sebagai tempat transaksi, melainkan juga ruang yang memungkinkan masyarakat menikmati suasana kota dengan lebih santai.

 

Keberadaan area lantai dua menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Pada siang hingga sore hari, pengunjung dapat menikmati panorama kota dengan latar Pegunungan Ijen di sisi barat. Ketika malam tiba, balkon lantai dua menawarkan suasana berbeda, dengan cahaya lampu kota dan lalu lalang kendaraan yang menjadi bagian dari pemandangan.

 

Perpaduan tersebut membuat Pasar Banyuwangi memiliki karakter yang tidak hanya bertumpu pada aktivitas perdagangan, tetapi juga pengalaman menikmati ruang kota.

 

Berdiri di Kawasan Bersejarah, Menyimpan Jejak Banyuwangi Masa Lalu

 

Di balik wajah barunya, Pasar Induk Banyuwangi tetap mempertahankan nilai sejarah. Gerbang depan pasar yang merupakan bagian dari bangunan bersejarah dipertahankan bentuknya, menjadi pengingat bahwa kawasan ini bukan sekadar pusat ekonomi, melainkan juga bagian dari perjalanan panjang Kota Banyuwangi.

 

Daya tarik sejarah itu semakin kuat karena lokasinya berdekatan dengan Asrama Inggrisan, salah satu bangunan cagar budaya yang menyimpan kisah penting perkembangan komunikasi dunia.

 

Pada 1871, jaringan kabel telegraf bawah laut menghubungkan Eropa dengan Australia, dengan Banyuwangi menjadi salah satu titik penghubung strategisnya. Jejak sejarah tersebut menempatkan kawasan ini dalam kisah perkembangan komunikasi internasional pada masa lampau.

 

Kedekatan antara pasar dan bangunan bersejarah membuka peluang bagi pengunjung untuk menikmati pengalaman yang lebih beragam. Setelah berbelanja atau mencicipi kuliner, masyarakat dapat mengenal lebih jauh warisan sejarah yang berada di sekitar kawasan tersebut.

 

Dari Pusat Perdagangan Menuju Ruang Publik yang Hidup

 

Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi memperlihatkan bagaimana pasar rakyat dapat berkembang tanpa kehilangan fungsi utamanya. Aktivitas ekonomi tetap berjalan, sementara ruang publik, karakter arsitektur lokal, dan nilai sejarah menjadi unsur tambahan yang memperkaya daya tarik kawasan.

 

Perpaduan tersebut menjadi modal bagi Pasar Banyuwangi untuk semakin dikenal sebagai salah satu ruang kota yang menawarkan pengalaman berbeda, mulai dari belanja kebutuhan harian, berburu kuliner, menikmati panorama, hingga menelusuri jejak sejarah.

 

Kini, tantangannya adalah menjaga agar wajah baru pasar tetap diiringi aktivitas perdagangan yang hidup, kebersihan kawasan, kenyamanan pengunjung, serta keberlangsungan usaha para pedagang.

 

Jika dikelola secara konsisten, Pasar Induk Banyuwangi berpotensi menjadi lebih dari sekadar tempat jual beli: sebuah ruang publik yang mempertemukan ekonomi rakyat, kehidupan sosial, identitas budaya, dan warisan sejarah dalam satu kawasan yang saling menguatkan.(silvi) 

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN

">