Cuaca
Memuat cuaca...
Umum

Seuramoe Heritage Apresiasi Repatriasi 30.190 Koleksi Sejarah dari Belanda, Dorong Pemulangan Artefak Nusantara

Seuramoe Heritage Apresiasi Repatriasi 30.190 Koleksi Sejarah dari Belanda, Dorong Pemulangan Artefak Nusantara
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

 

RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | BANDA ACEH — Komunitas Seuramoe Heritage mengapresiasi langkah Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dalam upaya pemulangan puluhan ribu koleksi bersejarah dari Belanda. 

 

Langkah tersebut dinilai sebagai momentum penting dalam pemulihan kedaulatan budaya sekaligus penguatan identitas sejarah bangsa Indonesia.

 

Apresiasi itu disampaikan menyusul kesepakatan repatriasi yang ditandatangani Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Rianne Letschert, di Amsterdam pada Jumat (9/10/2026).

 

Dalam kesepakatan tersebut, sebanyak 30.190 unit Koleksi Eugène Dubois, termasuk temuan fosil Homo erectus atau Manusia Jawa, serta 20 benda budaya bersejarah lainnya akan dikembalikan ke Indonesia. 

 

Pemulangan ini disebut sebagai salah satu repatriasi terbesar dalam sejarah Indonesia.

 

Ketua Tim Pemateri Seuramoe Heritage, Aji Chaidesar, mengatakan bahwa langkah tersebut menjadi kabar baik bagi dunia sejarah dan pelestarian kebudayaan di Tanah Air.

 

“Pemulangan 30.190 koleksi dan 20 benda budaya ini merupakan langkah penting dalam upaya pemulihan kedaulatan budaya dan keadilan sejarah bangsa. Kami di Seuramoe Heritage melihat momentum ini sebagai pemantik semangat generasi muda untuk kembali mengenali identitas dan jati diri bangsanya,” ujar Aji Chaidesar dalam keterangannya, Senin (12/10/2026).

 

Menurutnya, repatriasi benda bersejarah tidak sekadar berkaitan dengan pemindahan koleksi dari satu negara ke negara lain. Lebih dari itu, langkah tersebut menyangkut pengembalian warisan sejarah, penguatan pengetahuan publik, serta kesempatan bagi masyarakat untuk mempelajari peninggalan masa lalu yang memiliki nilai penting bagi perjalanan peradaban bangsa.

 

Aji menilai, keberhasilan pemulangan koleksi tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi upaya repatriasi berikutnya, terutama terhadap artefak, manuskrip, dan berbagai benda bersejarah Nusantara yang masih tersimpan di luar negeri.

 

“Harapan kami, pencapaian yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan ini dapat membuka jalan bagi pemulangan artefak dan naskah kuno Nusantara lainnya, termasuk benda-benda bersejarah yang memiliki kaitan erat dengan perjalanan sejarah Aceh,” katanya.

 

Ia menambahkan, pengembalian koleksi bersejarah ke Indonesia perlu diikuti dengan pengelolaan yang baik, penelitian yang berkelanjutan, serta penyediaan akses edukasi bagi masyarakat. Dengan demikian, benda-benda tersebut tidak hanya kembali secara fisik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pemahaman sejarah.

 

Bagi Aceh, menurut Aji, upaya repatriasi juga menjadi pengingat pentingnya menelusuri keberadaan warisan budaya dan sumber-sumber sejarah yang berkaitan dengan perjalanan panjang masyarakat Aceh.

 

Seuramoe Heritage berharap pemerintah terus memperkuat diplomasi kebudayaan dan kerja sama internasional guna memastikan warisan sejarah Indonesia mendapatkan perhatian yang layak. Komunitas tersebut juga berkomitmen mendukung pelestarian sejarah melalui kegiatan edukasi, kunjungan lapangan, dan pengenalan situs-situs bersejarah kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

 

Tentang Seuramoe Heritage

 

Seuramoe Heritage merupakan komunitas field trip sejarah Aceh yang berpusat di Kota Banda Aceh. Mulai beraktivitas sejak Juni 2026, komunitas ini berfokus pada edukasi sejarah melalui kunjungan langsung ke situs-situs warisan budaya.

 

Seuramoe Heritage bertujuan merawat ingatan kolektif masyarakat, khususnya generasi muda, sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah lokal Aceh dan Nusantara.****

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN

">