KAPOLRI JENDERAL POLISI SUYUDI ARIO SETO GANDENG OTORITAS TIONGKOK, PERKUAT PERANG MELAWAN JARINGAN NARKOBA INTERNASIONAL
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.
RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | JAKARTA, 8 November 2026, - Komitmen Polri dalam memberantas peredaran narkotika lintas negara semakin diperkuat melalui kerja sama internasional. Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menerima delegasi otoritas Republik Rakyat Tiongkok dalam pertemuan bilateral yang membahas penguatan koordinasi, pertukaran informasi, serta langkah bersama membongkar jaringan besar peredaran narkotika internasional.

Pertemuan tersebut berlangsung di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026. Dalam pertemuan itu, Kapolri menegaskan bahwa pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, mengingat jaringan kejahatan narkoba telah berkembang lintas wilayah dan lintas negara.




Kerja sama antara Polri dan otoritas Tiongkok menjadi langkah strategis untuk mempersempit ruang gerak para bandar, pemasok, penyandang dana, hingga jaringan distribusi narkotika internasional.
Dalam pertemuan tersebut, salah satu fokus utama pembahasan adalah keberhasilan pengungkapan laboratorium gelap (clandestine laboratory) narkotika jenis sabu di Kabupaten Pidie, Aceh. Pengungkapan ini menjadi bukti penting bahwa pertukaran informasi intelijen dan koordinasi lintas negara dapat memberikan hasil nyata dalam membongkar sindikat narkoba.




Dari kasus tersebut, aparat mengamankan 11 orang, dengan 10 orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka, serta menyita barang bukti sabu seberat 1,2 ton. Laboratorium tersebut diketahui memproduksi sabu dari bentuk cair menjadi kristal.
Kerja sama ini juga melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN), Polri, Bea dan Cukai, serta dukungan otoritas pengendalian narkotika Tiongkok dan kepolisian Malaysia.




Wakil Sekretaris Jenderal National Narcotics Control Commission (NNCC) Tiongkok, Lan Weihong, menjelaskan bahwa jaringan tersebut diduga memiliki jalur penyelundupan dari kawasan Myanmar, Thailand, dan Laos menuju sejumlah negara, termasuk Indonesia. Otoritas Tiongkok juga mengungkap bahwa tujuh orang yang diduga berkaitan dengan jaringan tersebut telah ditangkap di negaranya.
Kapolri Tegaskan Dukungan Kerja Sama Internasional




Dalam keterangannya, Kapolri menegaskan bahwa pemerintah Indonesia dan Polri memiliki keseriusan tinggi dalam memberantas narkotika.
"Kami juga akan senantiasa mendukung Pemerintah Tiongkok dalam rangka mengungkap jaringan besarnya."




Pernyataan tersebut menjadi pesan bahwa pemberantasan narkoba membutuhkan komitmen bersama, bukan hanya sebatas penangkapan kurir atau pengedar di lapangan, tetapi juga harus menyentuh aktor utama yang mengendalikan bisnis haram tersebut.
Kapolri juga menegaskan bahwa penyidik masih mengembangkan perkara untuk memburu pihak-pihak yang diduga menjadi pemodal dan pendukung jaringan laboratorium narkoba di Aceh.




Dengan demikian, proses penegakan hukum diharapkan tidak berhenti pada penyitaan barang bukti dan penangkapan para pelaku, melainkan terus dikembangkan hingga seluruh mata rantai jaringan terungkap. ANTARA News +1
Sinergi Internasional Demi Melindungi Masyarakat
Pertemuan bilateral tersebut memperlihatkan pentingnya hubungan kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok dalam menghadapi ancaman kejahatan narkotika yang semakin kompleks.
Peredaran narkoba lintas negara tidak mengenal batas teritorial. Karena itu, pertukaran data intelijen, koordinasi penyidikan, penelusuran aliran dana, serta operasi bersama menjadi instrumen penting untuk memutus jaringan kejahatan hingga ke akar-akarnya.
Langkah Kapolri ini diharapkan semakin memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama pemberantasan narkotika internasional sekaligus memberikan perlindungan kepada generasi muda dari ancaman narkoba.
Pesan penting dari pertemuan tersebut jelas: perang melawan narkoba tidak boleh setengah-setengah. Bandar besar, pemasok, pemodal, maupun pihak yang terlibat dalam jaringan peredaran gelap harus ditindak berdasarkan hukum dan alat bukti.
Polri bersama seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus menjaga konsistensi dalam memberantas narkotika demi keamanan, keselamatan, dan masa depan bangsa.
Referensi pemberitaan: Divisi Humas Polri dan ANTARA News, 28 Oktober 2026.
Sumber pendukung:
[Divisi Humas Polri – Kapolri Terima Delegasi Tiongkok, Perkuat Kerja Sama Pemberantasan Narkotika Lintas Negara
(Maha)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati