KAPOLRI SUYUDI ARIO SETO SAMBANGI DUA MANTAN KAPOLRI SENIOR, AGUS FLORES: SOLIDITAS KORPS BHAYANGKARA HARUS DIJAGA, HUKUM TETAP DI ATAS SEGALANYA
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.
RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | JAKARTA 8 November 2026, - Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menunjukkan komitmennya dalam menjaga tradisi silaturahmi dan menghormati para senior di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Pada Sabtu (7/11/2026), Kapolri Suyudi Ario Seto melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman dua mantan Kapolri senior, Jenderal Polisi (Purn.) Surojo Bimantoro dan Jenderal Polisi (Purn.) Roesmanhadi.




Kunjungan tersebut turut didampingi sejumlah pejabat utama Mabes Polri. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan kuatnya ikatan persaudaraan di antara generasi pimpinan Korps Bhayangkara.
Silaturahmi ini bukan sekadar kunjungan biasa. Lebih dari itu, langkah Kapolri menjadi gambaran pentingnya menjaga komunikasi, menghargai sejarah institusi, serta merawat hubungan antara pimpinan Polri yang sedang bertugas dengan para pendahulunya.




AGUS FLORES: PEMIMPIN HARUS MENGHARGAI SENIOR, TETAPI TETAP BERPEGANG PADA PRINSIP HUKUM
Ketua Umum Fast Respon counter polri Nusantara (FRN), Raden Mas MH Agus Rugiarto, S.H., M.H. atau yang dikenal dengan Agus Flores, memberikan perhatian terhadap langkah silaturahmi yang dilakukan Kapolri Suyudi Ario Seto tersebut.




Menurut Agus Flores, tradisi menghormati para senior merupakan bagian penting dalam membangun karakter kepemimpinan. Seorang pemimpin tidak boleh melupakan sejarah, jasa, dan pengalaman orang-orang yang pernah membesarkan institusi.
Namun demikian, Agus Flores menegaskan bahwa soliditas institusi harus dibangun di atas fondasi integritas, profesionalitas, transparansi, dan supremasi hukum.




"Silaturahmi adalah tradisi yang baik. Kita harus menghormati senior, menjaga persaudaraan, dan merawat kebersamaan. Tetapi perlu diingat, persaudaraan tidak boleh menghilangkan objektivitas. Siapa pun harus tetap tunduk pada hukum dan aturan yang berlaku," tegas Agus Flores.
SOLIDITAS POLRI BUKAN BERARTI MENUTUP RUANG KRITIK




Agus Flores juga berpandangan bahwa kekuatan Polri tidak hanya terletak pada struktur organisasi maupun kewenangan institusional, tetapi juga pada kepercayaan masyarakat.
Menurutnya, soliditas internal harus berjalan seiring dengan keterbukaan terhadap kritik dan evaluasi. Apalagi, di tengah berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik, Polri dituntut menunjukkan sikap profesional dan mampu menjawab setiap pertanyaan masyarakat melalui mekanisme yang benar.




Sorotan publik terkait persoalan dugaan penyadapan yang melibatkan pejabat atau mantan pejabat kepolisian, misalnya, harus ditempatkan dalam koridor hukum dan pembuktian yang objektif. Tidak boleh ada kesimpulan sebelum fakta dan legalitasnya diuji melalui mekanisme yang berlaku.
"Jangan sampai silaturahmi disalahartikan sebagai upaya melindungi seseorang dari proses hukum. Kawan tetap kawan, senior tetap senior, tetapi hukum tetap hukum. Kalau ada persoalan, selesaikan secara profesional berdasarkan fakta dan ketentuan perundang-undangan," ujar Agus Flores.
MENJAGA MARWAH BHAYANGKARA DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT
Lebih lanjut, Agus Flores berharap kepemimpinan Kapolri Suyudi Ario Seto mampu memperkuat hubungan antara Polri dengan masyarakat, sekaligus menjaga keharmonisan internal institusi.
Baginya, seorang Kapolri tidak hanya dituntut mampu memimpin organisasi besar, tetapi juga harus menjadi teladan dalam sikap, komunikasi, keberanian mengambil keputusan, dan ketegasan menegakkan aturan.
Silaturahmi kepada para mantan Kapolri merupakan tradisi positif yang patut dihargai. Pengalaman para senior dapat menjadi bahan pembelajaran bagi generasi penerus dalam menghadapi tantangan institusi ke depan.
Namun, ukuran keberhasilan kepemimpinan pada akhirnya tetap terletak pada pelayanan kepada masyarakat, penegakan hukum yang berkeadilan, serta kemampuan menjaga kepercayaan publik.
PESAN AGUS FLORES: JANGAN HANYA SOLID DI DALAM, TETAPI JUGA HARUS DIPERCAYA MASYARAKAT.
Agus Flores menegaskan, Polri akan semakin kuat apabila seluruh jajaran mampu menjaga persatuan tanpa mengorbankan integritas.
"Bangun persaudaraan, hormati senior, jaga institusi, dan jangan pernah takut terhadap kritik yang membangun. Polri milik masyarakat. Kehormatan Bhayangkara bukan hanya dijaga oleh seragam dan jabatan, melainkan oleh kejujuran, pengabdian, serta keberanian menegakkan hukum tanpa pandang bulu," pungkasnya.
AGUS FLORES
Ketua Umum Fast Respon counter polri Nusantara (FRN)
(Maha)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati