Cuaca
Memuat cuaca...
Polri

KAPOLRI SUYUDI ARIO SETO BERSAMA DIRJEN IMIGRASI LUNCURKAN I-GHAS 24/7, PERKUAT PENGAWASAN BURONAN INTERNASIONAL! AGUS FLORES DORONG KERJA SAMA POLRI DAN IMIGRASI SEMAKIN DIPERKUAT

KAPOLRI SUYUDI ARIO SETO BERSAMA DIRJEN IMIGRASI LUNCURKAN I-GHAS 24/7, PERKUAT PENGAWASAN BURONAN INTERNASIONAL! AGUS FLORES DORONG KERJA SAMA POLRI DAN IMIGRASI SEMAKIN DIPERKUAT
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

 

RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | JAKARTA, 7 NOVEMBER 2026, - 

Gempur rokok

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Direktorat Jenderal Imigrasi mengambil langkah strategis dalam memperkuat keamanan dan pengawasan perbatasan negara melalui peluncuran aplikasi Interpol Global Hit Alert System (I-GHAS 24/7).

 

Peluncuran tersebut dilakukan oleh Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto bersama Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

 

Kehadiran I-GHAS 24/7 menjadi terobosan penting dalam mempercepat identifikasi dan pengawasan buronan internasional serta pelaku kejahatan lintas negara yang berpotensi memasuki wilayah Indonesia.

 

Melalui sistem ini, petugas Imigrasi di pintu-pintu perlintasan dapat terhubung langsung dengan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri untuk melakukan pertukaran informasi, verifikasi identitas, serta koordinasi penanganan terhadap individu yang terindikasi masuk dalam daftar buronan internasional.

 

Sistem tersebut terhubung dengan jaringan Interpol yang mencakup 196 negara anggota. Dengan dukungan teknologi ini, proses identifikasi diharapkan menjadi lebih cepat, tepat, dan akurat.

 

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa I-GHAS 24/7 merupakan bentuk kolaborasi konkret antara Polri dan Imigrasi untuk memperkuat pengawasan terhadap buronan internasional dan pelaku kejahatan lintas negara.

 

Menurut Kapolri, perkembangan kejahatan transnasional membutuhkan dukungan teknologi yang semakin modern agar proses identifikasi dan penanganannya dapat dilakukan secara efektif.

 

Sejumlah keberhasilan kerja sama lintas negara juga menjadi bukti pentingnya sinergi kedua institusi, termasuk penanganan kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO), penyelundupan narkotika, hingga pengungkapan jaringan kejahatan internasional.

 

Ke depan, sistem I-GHAS 24/7 direncanakan terus dikembangkan melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan integrasi data biometrik pada 2027.

 

Sementara itu, Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia berharap integrasi komunikasi dan pertukaran data antara Imigrasi dan Polri semakin memperkuat pengawasan di seluruh wilayah perlintasan Indonesia.

 

AGUS FLORES: KERJA SAMA POLRI DAN IMIGRASI JANGAN HANYA SEREMONIAL

 

Ketua Umum Fast Respon Counter Polri Nusantara, **R.Mas H. Agus Rugiarto Astrodiarjo, S.H., M.H. (Agus Flores)**, menyampaikan apresiasi atas langkah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto bersama Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko dalam memperkuat pengawasan buronan internasional melalui I-GHAS 24/7.

 

Menurut Agus Flores, peluncuran sistem tersebut merupakan langkah maju dalam membangun keamanan nasional berbasis teknologi dan kolaborasi lintas lembaga.

 

Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut tidak boleh berhenti pada peluncuran aplikasi semata. Kerja sama harus terus diperkuat melalui pelaksanaan di lapangan, pertukaran informasi, peningkatan kemampuan personel, serta koordinasi yang berkelanjutan.

 

"Saya mendorong agar kerja sama Polri dan Imigrasi semakin diperkuat. Jangan hanya sebatas peluncuran aplikasi atau kegiatan seremonial. Yang paling penting adalah implementasi nyata di lapangan, komunikasi yang cepat, pertukaran informasi yang akurat, serta pengawasan perbatasan selama 24 jam," tegas Agus Flores.

 

Ia juga menilai bahwa tantangan kejahatan internasional semakin kompleks. Karena itu, Polri dan Imigrasi harus memiliki kesamaan visi dan langkah dalam mencegah masuknya jaringan kejahatan transnasional ke Indonesia.

 

"Polri dan Imigrasi harus semakin solid. Jangan sampai ada celah koordinasi yang dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan internasional. Kita membutuhkan kerja sama yang kuat dari pusat hingga seluruh daerah perlintasan, sehingga setiap informasi dapat segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum," lanjutnya.

 

Agus Flores juga mendorong agar pengembangan I-GHAS 24/7 terus dilakukan dengan memanfaatkan teknologi modern, termasuk kecerdasan buatan dan integrasi data biometrik.

 

Menurutnya, teknologi harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia, profesionalisme petugas, serta pengawasan yang bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan perlindungan data pribadi dan hak-hak masyarakat.

 

DUKUNG KAPOLRI, KEAMANAN NEGARA MENJADI TANGGUNG JAWAB BERSAMA

 

Agus Flores memberikan penghormatan atas langkah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang mendorong penguatan kolaborasi lintas lembaga dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara.

 

Ia berharap sinergi Polri dan Imigrasi dapat menjadi contoh kerja sama antarlembaga yang benar-benar memberikan manfaat bagi bangsa dan masyarakat.

 

Fast Respon Counter Polri Nusantara, lanjutnya, mendukung berbagai langkah positif Polri dalam meningkatkan profesionalisme, memperkuat pengawasan, serta menghadirkan perlindungan yang nyata bagi masyarakat.

 

"Keamanan negara bukan hanya tanggung jawab satu institusi. Dibutuhkan kekompakan, koordinasi, dan komitmen bersama. Saya berharap kerja sama Polri dan Imigrasi semakin kuat, semakin solid, dan semakin memberikan hasil nyata bagi Indonesia," ujar Agus Flores.

 

Ia menutup dengan menegaskan bahwa penguatan keamanan perbatasan merupakan bagian penting dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

"Polri kuat, Imigrasi hebat, sinergi semakin erat. Jangan beri ruang bagi kejahatan lintas negara untuk mengancam keamanan dan kedaulatan Indonesia," tutup Agus Flores.

(Maha) 

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN

">