SUYUDI ARIO SETO TEGASKAN PENTINGNYA TANGKAL DISINFORMASI: AGUS FLORES DORONG SINERGI POLRI DAN INSAN PERS JAGA PERSATUAN BANGSA
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | JAKARTA, 7 NOVEMBER 2026, -
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus mendorong masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran disinformasi, berita bohong, dan informasi menyesatkan yang beredar melalui berbagai platform media sosial.




Pesan penting tersebut menjadi perhatian dalam upaya memperkuat literasi digital sekaligus menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi.
Dalam dokumentasi video yang beredar, terlihat seorang perwira tinggi Polri menyampaikan pesan dari podium dengan penekanan pada ajakan menangkal disinformasi. Pesan yang ditampilkan dalam video tersebut berbunyi, "Tangkal Disinformasi".




Di era digital saat ini, informasi dapat menyebar dalam hitungan detik. Namun, tidak semua informasi yang beredar memiliki sumber dan kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan. Jika tidak disikapi secara bijak, disinformasi dapat memicu kesalahpahaman, keresahan publik, hingga memperkeruh situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk membiasakan diri memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai maupun membagikannya kepada orang lain.




LITERASI DIGITAL MENJADI TANGGUNG JAWAB BERSAMA
Upaya menangkal disinformasi tidak cukup hanya mengandalkan aparat kepolisian. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat, insan pers, organisasi kemasyarakatan, hingga generasi muda.




Polri diharapkan terus memperkuat edukasi publik dan membangun komunikasi yang terbuka agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, penegakan hukum terhadap penyebaran informasi yang melanggar ketentuan juga perlu dilakukan secara profesional, proporsional, dan berdasarkan bukti serta aturan hukum yang berlaku.




AGUS FLORES: INSAN PERS HARUS MENJADI BAGIAN DARI SOLUSI
Ketua Umum Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri, Raden Mas H. Agus Rugiarto Astrodiarjo, S.H., M.H., yang dikenal sebagai Agus Flores, menyampaikan dukungan terhadap upaya Polri dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menangkal disinformasi.




Menurut Agus Flores, media massa dan insan pers mempunyai tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat.
"Jangan sampai media sosial dan pemberitaan menjadi tempat berkembangnya informasi yang belum terverifikasi. Wartawan harus mengedepankan fakta, melakukan konfirmasi, menjaga keberimbangan, serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik," ujar Agus Flores.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara Polri dan insan pers harus terus diperkuat. Pers bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
"FRN Counter Polri mendorong seluruh insan pers untuk ikut membantu Polri menangkal hoaks dan disinformasi. Kritik tetap diperlukan, tetapi harus disampaikan berdasarkan fakta. Jangan sampai perbedaan pendapat justru dimanfaatkan untuk memecah belah persatuan bangsa," tambahnya.
SINERGI POLRI DAN MASYARAKAT UNTUK INDONESIA YANG KONDUSIF
Agus Flores berharap kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Dr. Suyudi Ario Seto terus mendorong penguatan komunikasi publik, transparansi informasi, serta kedekatan Polri dengan masyarakat.
Menurutnya, menjaga keamanan negara pada era digital bukan hanya berkaitan dengan keamanan fisik, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan.
"Polri harus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Mari kita dukung langkah-langkah positif kepolisian, memperkuat persatuan, menjaga ruang digital tetap sehat, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya," tegas Agus Flores.
Dengan semangat kolaborasi antara Polri, insan pers, dan masyarakat, diharapkan tercipta ruang informasi yang sehat, bertanggung jawab, serta mampu memperkuat kepercayaan publik.
Menangkal disinformasi adalah tanggung jawab bersama. Menjaga persatuan Indonesia merupakan komitmen seluruh anak bangsa.
(Maha)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati