Cuaca
Memuat cuaca...
Bisnis

Kopi Banyuwangi Bikin Buyer Filipina Kepincut! 9 Calon Pembeli Datang, Peluang Ekspor Internasional Terbuka Lebar

Kopi Banyuwangi Bikin Buyer Filipina Kepincut! 9 Calon Pembeli Datang, Peluang Ekspor Internasional Terbuka Lebar
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

 

 

Gempur rokok

RADARBLAMBANGANNEWS.COM | BANYUWANGI – Aroma kopi Banyuwangi mulai mengundang perhatian pasar internasional. Bukan sekadar mencicipi, sembilan buyer asal Filipina datang langsung ke Banyuwangi untuk memburu potensi kopi specialty lokal yang dinilai memiliki kualitas dan karakter rasa menjanjikan.

 

Kunjungan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa kopi Banyuwangi memiliki peluang besar untuk merambah pasar ekspor. Ketertarikan para calon pembeli dari Filipina sekaligus membuka harapan baru bagi petani dan pelaku usaha kopi lokal untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas unggulan daerah.

 

Bahkan, salah satu buyer dari perusahaan kopi ternama Filipina, UCC Ueshima Coffee Company Inc., mengaku terpikat dengan karakter rasa kopi Banyuwangi yang dinilainya memiliki keasaman segar, cita rasa halus, serta kualitas pengolahan yang baik.

 

Momentum ini mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan, kedatangan buyer internasional harus menjadi pintu masuk bagi perluasan pasar kopi lokal, bukan sekadar kunjungan promosi.

 

"Ketertarikan buyer dari Filipina ini menjadi peluang bagi kopi Banyuwangi untuk masuk pasar internasional. Kami ingin potensi yang dimiliki petani dan pelaku usaha lokal bisa bertemu dengan pasar yang tepat, sehingga terbuka kerja sama yang berkelanjutan," ujar Ipuk.

 

Menurut Ipuk, Banyuwangi memiliki potensi komoditas kopi yang harus terus dikembangkan. Tantangannya bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menjaga kualitas, memperkuat pengolahan, serta membangun akses pemasaran yang mampu menjangkau pasar global.

 

Pemkab Banyuwangi pun mendorong agar peluang kerja sama tersebut dapat berlanjut menjadi transaksi perdagangan yang memberikan manfaat nyata bagi petani, produsen, hingga pelaku usaha kopi.

 

"Kami berharap pertemuan ini bisa berlanjut menjadi kerja sama bisnis yang memberikan manfaat bagi petani dan pelaku usaha kopi di Banyuwangi," imbuhnya.

 

Sembilan Buyer Filipina Turun Langsung, Cicipi hingga Jelajahi Kebun Kopi

 

Kedatangan sembilan calon pembeli asal Filipina tersebut difasilitasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Manila bersama pengurus pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

 

Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Manila, Lindi Mahesi, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari program promosi kopi specialty Indonesia di Filipina.

 

Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang untuk pertama kalinya masuk dalam rangkaian kunjungan promosi tersebut.

 

"Kami mendengar Banyuwangi memiliki kopi specialty berkualitas yang bisa dipromosikan. Karena itu, kami membawa buyer dari Filipina agar bisa bertemu langsung dengan produsen kopi di sini," kata Lindi.

 

Selama berada di Banyuwangi, para buyer tidak hanya melakukan pertemuan bisnis. Mereka juga diajak mengenal langsung proses produksi dan karakter kopi lokal melalui sejumlah kegiatan.

 

Mulai dari business matching, pengujian cita rasa kopi atau coffee testing, hingga coffee cupping bersama produsen lokal di Omah Kopi Kalipuro.

 

Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan dengan melihat perkebunan kopi di kawasan PTPN.

 

Langkah tersebut dinilai penting agar para buyer dapat mengetahui secara langsung kualitas biji kopi, proses penanganan hasil panen, serta potensi pasokan kopi Banyuwangi.

 

"Jadi, kami mendorong agar kopi Banyuwangi memiliki peluang menembus pasar internasional," ujar Lindi.

 

Filipina Butuh Pasokan Kopi, Banyuwangi Berpeluang Jadi Mitra Strategis

 

Peluang ekspor kopi Banyuwangi semakin terbuka seiring tingginya kebutuhan kopi di Filipina.

 

Menurut Lindi, tingkat konsumsi kopi di negara tersebut cukup tinggi, sementara produksi dalam negeri belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pasar.

 

Kondisi ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperluas perdagangan kopi ke Filipina, termasuk melalui pengembangan komoditas kopi specialty dari Banyuwangi.

 

"Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi langkah awal untuk meningkatkan ekspor kopi Indonesia ke Filipina," ungkapnya.

 

Jika peluang tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal, kopi Banyuwangi berpotensi mendapatkan akses pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan nilai jual produk di tingkat produsen.

 

Buyer UCC Ueshima Coffee Terpikat, Sebut Kopi Banyuwangi Berkualitas

 

Ketertarikan terhadap kopi Banyuwangi juga disampaikan Joefel Reggie Egalin Bautista dari UCC Ueshima Coffee Company Inc.

 

Joefel mengungkapkan, meningkatnya permintaan kopi di Filipina mendorong perusahaannya untuk menjajaki sumber pasokan dari negara-negara tetangga.

 

Namun, dalam memilih mitra pemasok, pihaknya tidak hanya mempertimbangkan ketersediaan biji kopi. Faktor kualitas, karakter rasa, asal-usul produk, hingga proses produksi menjadi pertimbangan penting.

 

Setelah mencicipi kopi Banyuwangi, Joefel mengaku mendapatkan pengalaman rasa yang menarik.

 

"Kopi Banyuwangi ini memiliki tingkat keasaman yang sangat segar, sangat halus, dan mudah dinikmati. Saya bisa katakan kopi ini diproduksi atau ditangani dengan baik serta diproses dengan baik," ujar Joefel.

 

Menurutnya, kualitas kopi tidak dapat dilepaskan dari pengelolaan perkebunan dan penanganan hasil panen. Proses tersebut menjadi faktor penting dalam menghasilkan biji kopi dengan karakter rasa yang baik.

 

Ketertarikan itu pun mendorong Joefel untuk mengeksplorasi lebih jauh potensi kopi Banyuwangi.

 

"Kami sudah tidak sabar untuk mengeksplorasi lebih banyak potensi kopi di Banyuwangi," ungkapnya.

 

Kopi Lokal, Peluang Global

 

Ketertarikan buyer Filipina menjadi momentum penting bagi pengembangan kopi Banyuwangi.

 

Di tengah persaingan pasar kopi internasional, kualitas produk, konsistensi pasokan, serta kemampuan membangun kerja sama bisnis jangka panjang menjadi faktor penentu.

 

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berharap peluang ini dapat dimanfaatkan untuk memperkuat posisi kopi lokal di pasar global.

 

Bagi petani, terbukanya akses pasar internasional bukan hanya tentang menjual biji kopi ke luar negeri. Lebih dari itu, peluang tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas, memperluas jaringan perdagangan, dan mendorong kesejahteraan masyarakat.

 

Dari perkebunan Banyuwangi menuju pasar Filipina, kopi lokal kini punya peluang besar untuk mencuri perhatian dunia. (silvi) 

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN

">