Banyuwangi Gaspol Tekan Kemiskinan! Pemkab Gandeng BSI, Beasiswa hingga Pasien Duafa Jadi Sasaran
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.
RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | BANYUWANGI – Perang melawan kemiskinan di Kabupaten Banyuwangi memasuki babak baru. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggandeng PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) untuk memperkuat intervensi di dua sektor yang menjadi fondasi peningkatan kualitas hidup masyarakat: pendidikan dan kesehatan.
Kolaborasi strategis tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Regional CEO RO XII Surabaya Bali Nusra BSI Muhammad Arif Gunawan, di Banyuwangi, Rabu (7/10/2026).




Kerja sama ini bukan sekadar kemitraan perbankan. Pemkab Banyuwangi dan BSI sepakat mengoptimalkan produk serta layanan jasa perbankan syariah sekaligus memperluas pemanfaatan program sosial agar manfaat pembangunan semakin menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Targetnya jelas: kemiskinan ditekan, akses pendidikan diperkuat, layanan kesehatan diperluas, dan kualitas sumber daya manusia terus didongkrak.




Regional CEO RO XII Surabaya Bali Nusra BSI Muhammad Arif Gunawan menegaskan kesiapan BSI menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mengawal agenda pembangunan.
Menurutnya, kolaborasi akan diarahkan secara spesifik pada penguatan ekosistem pendidikan dan kesehatan. Salah satu instrumen yang akan dioptimalkan adalah pendayagunaan dana sosial melalui BSI Maslahat agar manfaatnya lebih tepat sasaran.




“Hari ini kita spesifik berbicara terkait konstelasi ekosistem kesehatan dan pendidikan. Kami akan mengolaborasikan pendayagunaan dana sosial BSI Maslahat agar berdampak tepat sasaran,” ujar Gunawan.
Di bidang kesehatan, dukungan BSI diarahkan untuk memperkuat sarana pelayanan, mulai dari rumah sakit hingga puskesmas. Program sosial dan CSR juga menyasar persoalan stunting, termasuk memberikan bantuan kepada pasien dari kalangan duafa.




Sementara di sektor pendidikan, BSI menyiapkan program beasiswa bagi pelajar Banyuwangi. Penyalurannya nantinya akan disinergikan dengan lembaga pendidikan formal maupun informal.
Langkah tersebut mendapat sambutan positif dari Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Ia menilai keterlibatan BSI dapat menjadi tambahan kekuatan bagi berbagai program yang selama ini telah dijalankan Pemkab Banyuwangi untuk mempercepat pengentasan kemiskinan.




Bukan tanpa alasan. Banyuwangi selama ini terus menggeber berbagai inovasi untuk meningkatkan kualitas manusia sekaligus memperluas akses pendidikan dan kesehatan.
Di sektor pendidikan, sejumlah program telah dijalankan, di antaranya Beasiswa Banyuwangi Cerdas, Beasiswa Progresif, serta Garda Ampuh yang diarahkan untuk memutus mata rantai anak putus sekolah.




Di bidang kesehatan, Pemkab Banyuwangi juga mengembangkan Mall Orang Sehat, layanan jemput bola bagi warga yang membutuhkan perawatan, hingga program penanganan stunting yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk kader dan pedagang sayur keliling atau mlijoan.
Hasilnya mulai terlihat. Ipuk menyebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi telah mencapai 75,17, sementara angka kemiskinan turun menjadi 6,13 persen.
“Berkat kerja gotong royong ini, IPM meningkat menjadi 75,17, lebih tinggi jika dibandingkan wilayah Sekarkijang, kemiskinan kita juga turun menjadi 6,13 persen. Semoga dengan dukungan BSI, upaya-upaya yang kita lakukan ini semakin kuat dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” kata Ipuk.
Dengan masuknya BSI dalam ekosistem pembangunan Banyuwangi, pemerintah daerah berharap program pengentasan kemiskinan tidak hanya berhenti pada bantuan jangka pendek.
Pendidikan dibidik untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi, sementara kesehatan diperkuat agar masyarakat miskin tidak semakin terpuruk akibat persoalan biaya dan akses layanan.
MoU Pemkab Banyuwangi dan BSI pun menjadi sinyal bahwa perang melawan kemiskinan membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, serta masyarakat harus bergerak dalam satu irama agar pembangunan benar-benar terasa hingga lapisan paling bawah.
Kini tantangannya tinggal satu: memastikan setiap program benar-benar tepat sasaran dan manfaatnya sampai kepada warga yang paling membutuhkan.(silvi)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati