Cuaca
Memuat cuaca...
Pemerintahan

Bukan Sekadar Peringatan Hari Santri! Ipuk Turunkan 70 Santri ke 26 Sekolah, Misi Besar Pendidikan Karakter Dimulai

Bukan Sekadar Peringatan Hari Santri! Ipuk Turunkan 70 Santri ke 26 Sekolah, Misi Besar Pendidikan Karakter Dimulai
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

 

RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | BANYUWANGI – Peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Banyuwangi tak sekadar menjadi seremoni tahunan. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menghadirkan langkah berbeda melalui program Santri Mengajar, sebuah gerakan edukatif yang menerjunkan puluhan santri ke sekolah-sekolah untuk memperkenalkan dunia pesantren, tradisi keislaman, serta pentingnya pendidikan akhlak bagi generasi muda.

 

Sebanyak 70 santri dari berbagai pondok pesantren di Banyuwangi diterjunkan ke 26 sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Mereka hadir bukan hanya untuk berbagi ilmu agama, tetapi juga membawa nilai-nilai kehidupan pesantren yang selama ini menjadi fondasi pembentukan karakter, kedisiplinan, kemandirian, dan kepedulian sosial.

 

Program ini menjadi pesan kuat bahwa pesantren bukan sekadar tempat menimba ilmu agama. Lebih dari itu, pesantren merupakan ruang pendidikan karakter yang berperan penting dalam menyiapkan generasi muda berakhlak, tangguh, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.

 

Bupati Ipuk Fiestiandani menegaskan, Santri Mengajar diharapkan mampu membuka cakrawala para pelajar tentang kehidupan pesantren sekaligus memperkuat hubungan antara pendidikan formal dan pendidikan berbasis keagamaan.

 

“Program ini harapannya bisa membuka wawasan pelajar tentang dunia pesantren, yang tidak hanya menjadi tempat untuk memperdalam ilmu agama, tetapi juga ruang pembentukan akhlak, kedisiplinan, kemandirian, dan kepedulian sosial,” ujar Ipuk.

 

Menurutnya, pertemuan antara santri dan pelajar di lingkungan sekolah menjadi kesempatan untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Para pelajar dapat mengenal lebih dekat tradisi pesantren, sedangkan para santri memperoleh pengalaman berharga dalam berkomunikasi, menyampaikan materi, serta membangun kepercayaan diri.

 

DARI PESANTREN UNTUK GENERASI MUDA

 

Suasana kegiatan terlihat di SMPN 1 Banyuwangi, Senin (19 Oktober 2026). Para santri berinteraksi langsung dengan pelajar melalui kegiatan berbagi ilmu dan pengalaman mengenai kehidupan di pondok pesantren.

 

Antusiasme juga dirasakan Syifa, salah satu santri Pondok Pesantren Adz-Dzikra Banyuwangi. Ia mengaku senang mendapat kesempatan untuk berbagi pengetahuan sekaligus belajar tampil di hadapan para pelajar.

 

“Ini menambah pengalaman kita, agar semakin percaya diri dan berani tampil di depan audiens,” ungkapnya.

 

Keterlibatan para santri tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung satu arah. Melalui interaksi langsung, nilai-nilai keagamaan dan karakter dapat diperkenalkan dengan cara yang lebih dekat, komunikatif, dan mudah dipahami oleh para pelajar.

 

RANGKAIAN HARI SANTRI TAK BERHENTI DI RUANG KELAS

 

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Banyuwangi, Khoirul Anam, menjelaskan bahwa Santri Mengajar merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional yang telah diisi berbagai agenda sejak 15 Oktober 2026.

 

Selain Santri Mengajar, Pemkab Banyuwangi juga menghadirkan Cek Kesehatan Gratis bagi ribuan santri pada 15 Oktober, Festival Anak Sholeh pada 18 Oktober, Rembug Santri pada 20 Oktober, Masjid Affiliate pada 21 Oktober, serta Santri Entrepreneur pada 22 Oktober.

 

Beragam kegiatan tersebut dirancang untuk memperluas kontribusi santri, tidak hanya dalam bidang pendidikan dan dakwah, tetapi juga kesehatan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan jiwa kewirausahaan.

 

Melalui rangkaian agenda tersebut, Banyuwangi berupaya menempatkan santri sebagai bagian penting dari pembangunan daerah. Santri diharapkan tidak hanya mewarisi nilai-nilai perjuangan bangsa, tetapi juga mampu mengambil peran nyata dalam menjawab tantangan zaman.

 

Program Santri Mengajar pun menjadi pengingat bahwa membangun masa depan tidak cukup hanya dengan mencerdaskan pikiran. Pembentukan akhlak, penanaman nilai moral, dan penguatan kepedulian sosial juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa.(silvi) 

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN

">