Dubes Australia Jatuh Hati pada Banyuwangi! Pesona Budaya hingga Blue Fire Ijen Bikin Penasaran
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.
RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | BANYUWANGI – Banyuwangi kembali mencuri perhatian di panggung internasional. Bukan hanya menjadi tuan rumah latihan militer gabungan Indonesia-Australia, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga berhasil memikat Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, melalui kekayaan budaya, pesona pariwisata, dan keindahan alamnya.
Ketertarikan Brazier bahkan mengarah pada salah satu fenomena alam paling ikonik di Banyuwangi, yakni Blue Fire atau api biru di Kawah Ijen. Keunikan fenomena tersebut membuat sang diplomat mengaku penasaran dan ingin menyaksikannya secara langsung.




Momen itu terungkap dalam acara Farewell Dinner peserta Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) TNI dan Australian Defence Force (ADF) di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi, Senin malam (19 Oktober 2026).
Dalam suasana penuh keakraban bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Brazier menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat pemerintah daerah sekaligus mengungkapkan kekagumannya terhadap karakter budaya Banyuwangi yang dinilainya hidup, dinamis, dan memiliki daya tarik tersendiri.




“Saya melihat budaya Banyuwangi benar-benar hidup, ceria, dan menarik. Tariannya luar biasa dan potensi pariwisatanya sangat besar. Saya salut kepada Ibu Bupati yang terus mengenalkan potensi wisata Banyuwangi,” ujar Brazier.
Pujian tersebut menjadi sinyal positif bagi promosi pariwisata Banyuwangi. Di tengah agenda strategis pertahanan, seni dan budaya lokal justru tampil sebagai daya tarik yang memperkuat kesan para delegasi internasional terhadap daerah berjuluk The Sunrise of Java itu.




LATIHAN MILITER JADI JEMBATAN PERSAHABATAN DUA NEGARA
Kunjungan delegasi Australia ke Banyuwangi berlangsung dalam rangka Latgabma Keris Woomera 2026, latihan bersama TNI dan ADF yang mempertemukan unsur pertahanan kedua negara dalam rangka meningkatkan kemampuan dan memperkuat kerja sama militer.




Latihan tersebut resmi dibuka pada 12 Oktober 2026 di atas geladak kapal perang Australia HMAS Choules yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan manuver lapangan dan pendaratan amfibi di Pantai Banongan serta Pusat Latihan Tempur Marinir (Puslatpurmar) 5 Baluran, Situbondo. Latihan dijadwalkan berakhir pada 20 Oktober 2026.




Bagi Brazier, keberhasilan agenda tersebut bukan semata-mata tentang peningkatan kapasitas pertahanan. Lebih dari itu, latihan bersama menjadi ruang strategis untuk mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Australia.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang turut menjadi tuan rumah pelaksanaan latihan gabungan tersebut.




“Kami sebagai perwakilan dari pemerintah Australia, terima kasih kepada Kabupaten Banyuwangi sebagai salah satu tuan rumah untuk latihan gabungan yang sangat sukses ini,” ungkapnya.
BLUE FIRE IJEN, MAGNET ALAM YANG MENGUNDANG RASA PENASARAN
Di antara berbagai potensi wisata yang diperkenalkan, Kawah Ijen menjadi salah satu yang paling menarik perhatian Brazier.
Fenomena Blue Fire yang dikenal hingga mancanegara memiliki daya tarik tersendiri. Api biru tersebut muncul akibat pembakaran gas belerang yang keluar melalui rekahan di kawasan vulkanik. Fenomena ini paling tepat diamati pada malam hingga menjelang dini hari, ketika kondisi gelap memungkinkan cahaya birunya terlihat jelas.
Ketertarikan tersebut bermula ketika Bupati Ipuk menceritakan keunikan Kawah Ijen kepada Brazier. Cerita itu rupanya memantik keinginan sang dubes untuk datang kembali dan melihat langsung fenomena alam tersebut.
“Ibu Bupati menceritakan tentang Blue Fire di Kawah Ijen. Saya jadi sangat tertarik dan penasaran ingin melihat langsung. Saya yakin akan kembali lagi ke Banyuwangi untuk berkunjung,” kata Brazier.
Pernyataan itu menjadi peluang bagi Banyuwangi untuk memperluas promosi wisata melalui pengalaman langsung para tamu internasional. Sebab, pesona daerah tidak hanya terletak pada keindahan lanskapnya, tetapi juga pada pengalaman budaya dan keramahan masyarakat yang menyertainya.
IPUK AJAK DELEGASI AUSTRALIA JADI DUTA PARIWISATA BANYUWANGI
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut positif apresiasi yang disampaikan Dubes Australia beserta jajaran TNI dan ADF. Ia berharap pelaksanaan latihan gabungan di Banyuwangi dan Situbondo berjalan lancar serta semakin memperkuat persaudaraan kedua negara.
“Semoga dari latihan bersama ini semakin mempererat persaudaraan yang sudah terjalin cukup lama antara Indonesia dan Australia,” ujar Ipuk.
Ipuk juga memperkenalkan kekayaan alam Banyuwangi yang membentang dari kawasan pegunungan hingga pesisir, dengan beragam potensi wisata yang dapat dinikmati wisatawan domestik maupun mancanegara.
Ia berharap pengalaman para delegasi selama berada di Banyuwangi meninggalkan kesan positif dan menjadi cerita baik yang dapat disampaikan kepada masyarakat internasional.
“Kami berharap apa yang Bapak-Ibu dapatkan di Banyuwangi, bisa dijadikan sebuah kenangan yang indah dan kami juga berharap Bapak-Ibu berkenan menjadi duta besar bagi Kabupaten Banyuwangi, menceritakan hal-hal positif tentang Banyuwangi,” ungkapnya.
Acara tersebut turut dihadiri Komandan Kodiklat TNI Letjen TNI Mohamad Naudi Nurdika, Commander Joint Operations ADF Vice Admiral Justin Jones, delegasi Australian Defence Force, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banyuwangi.
Ketertarikan Rod Brazier terhadap Kawah Ijen memperlihatkan bagaimana sebuah agenda diplomasi pertahanan dapat membuka ruang promosi pariwisata. Dari latihan militer hingga pesona api biru, Banyuwangi memiliki kesempatan memperkenalkan identitasnya lebih luas kepada dunia—sebagai daerah yang kaya budaya, memiliki keajaiban alam, dan siap menyambut wisatawan dari berbagai negara.(silvi)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati